7 Cara Merawat Rambut Rontok pada Ibu Menyusui yang Aman, Jangan Asal!

- Rambut rontok setelah melahirkan adalah hal normal akibat perubahan hormon, namun tetap perlu dirawat agar tidak semakin parah selama masa menyusui.
- Perawatan aman mencakup pemenuhan nutrisi seimbang, penggunaan produk rambut lembut, pijatan kulit kepala rutin, serta menghindari panas berlebih dan ikatan rambut terlalu kencang.
- Kerontokan biasanya membaik dalam enam hingga dua belas bulan; jika berlangsung lebih lama atau disertai gejala lain, disarankan konsultasi ke dokter.
Rambut rontok menjadi salah satu perubahan yang sering dialami banyak mama setelah melahirkan, termasuk saat sedang menyusui. Kondisi ini kerap membuat khawatir karena rambut terasa lebih tipis dan mudah rontok saat disisir atau keramas.
Padahal, rambut rontok setelah melahirkan merupakan hal yang normal akibat adanya perubahan hormon. Meski begitu, bukan berarti kondisi ini harus dibiarkan begitu saja.
Ada berbagai cara aman yang bisa dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan rambut selama masa menyusui. Nah, berikut Popmama.com siap membahas cara merawat rambut rontok pada ibu menyusui yang aman.
Table of Content
1. Penuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung kesehatan rambut

Selama menyusui, tubuh membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk memproduksi ASI sekaligus menjaga kesehatan Mama. Jika kebutuhan gizi tidak terpenuhi, tubuh akan memprioritaskan nutrisi untuk bayi, sehingga kesehatan rambut dapat ikut terpengaruh.
Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Perbanyak asupan protein, zat besi, zinc, vitamin D, vitamin B kompleks, dan omega-3 yang berperan dalam menjaga kekuatan rambut.
Mama bisa mendapatkannya dari telur, ikan, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, sayuran hijau, hingga buah-buahan. Bila ingin mengonsumsi suplemen, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar tetap aman selama menyusui.
2. Gunakan sampo dan produk perawatan rambut yang lembut

Kulit kepala yang sehat menjadi kunci pertumbuhan rambut yang optimal. Karena itu, pilih sampo dengan formula lembut yang mampu membersihkan kulit kepala tanpa menghilangkan minyak alaminya.
Pilih sampo yang mengandung bahan yang membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala, seperti biotin, niacinamide, panthenol (provitamin B5), keratin, atau protein gandum terhidrolisis (hydrolyzed wheat protein).
Jika kulit kepala cenderung kering, Mama juga bisa memilih produk yang mengandung aloe vera atau glycerin untuk membantu menjaga kelembapan. Setelah keramas, gunakan kondisioner pada batang hingga ujung rambut agar rambut lebih lembut dan tidak mudah patah saat disisir.
3. Hindari penggunaan alat styling bersuhu tinggi terlalu sering

Penggunaan catokan, curling iron, atau hair dryer dengan suhu panas secara berlebihan dapat membuat batang rambut menjadi rapuh. Rambut yang sudah mengalami kerontokan setelah melahirkan pun berisiko semakin mudah patah jika sering terpapar panas.
Jika memang perlu menggunakan alat styling, pilih suhu yang rendah dan gunakan pelindung panas (heat protectant) terlebih dahulu. Sebisa mungkin, biarkan rambut mengering secara alami agar kondisinya tetap sehat selama masa pemulihan setelah melahirkan.
4. Pijat kulit kepala secara rutin

Memijat kulit kepala dengan lembut dapat membantu melancarkan sirkulasi darah di area folikel rambut. Aliran darah baik berperan dalam mengantarkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan akar rambut untuk tumbuh dengan optimal.
Mama dapat melakukan pijatan ringan menggunakan ujung jari selama lima hingga sepuluh menit saat keramas atau sebelum tidur. Selain memberikan rasa rileks, kebiasaan sederhana ini juga dapat membantu menjaga kesehatan kulit kepala sebagai tempat tumbuhnya rambut.
5. Kelola stres dan usahakan tetap beristirahat

Merawat bayi baru lahir sering kali membuat waktu tidur berkurang dan tingkat stres meningkat. Padahal, stres berkepanjangan serta kurang tidur dapat memperparah kerontokan rambut yang memang sedang terjadi akibat perubahan hormon setelah melahirkan.
Meski sulit mendapatkan waktu istirahat yang ideal, cobalah tidur saat bayi tidur atau bergantian dengan pasangan dalam merawat si Kecil. Luangkan juga waktu sejenak untuk melakukan aktivitas yang membuat Mama merasa lebih tenang, seperti berjalan santai, membaca buku, atau melakukan latihan pernapasan.
6. Hindari mengikat rambut terlalu kencang

Mengikat rambut dengan gaya ponytail, sanggul, atau kepang yang terlalu ketat dalam waktu lama dapat memberikan tarikan berlebih pada akar rambut.
Kondisi ini dikenal sebagai traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tekanan yang terus-menerus pada folikel rambut.
Sebaiknya gunakan ikat rambut berbahan lembut dan hindari menarik rambut terlalu kencang. Sesekali biarkan rambut terurai agar akar rambut tidak terus-menerus mengalami tekanan.
7. Bersabar karena rambut rontok setelah melahirkan umumnya bersifat sementara

Kerontokan rambut setelah melahirkan atau postpartum hair loss umumnya mulai terjadi sekitar dua hingga empat bulan setelah persalinan.
Kondisi ini dipicu oleh penurunan hormon estrogen yang sebelumnya membantu mempertahankan fase pertumbuhan rambut selama kehamilan.
Kabar baiknya, sebagian besar Mama akan melihat kondisi rambut berangsur membaik dalam waktu sekitar enam hingga dua belas bulan setelah melahirkan. Selama proses tersebut, terus lakukan perawatan rambut yang lembut dan jaga pola hidup sehat.
Jika kerontokan sangat parah, berlangsung lebih dari satu tahun, atau disertai gejala lain seperti rambut menipis di area tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Itu dia cara merawat rambut rontok pada ibu menyusui yang aman. Semoga informasinya membantu ya, Ma.





















