Menurut First Aid for Free, setelah bayi lahir, pegang kepala bayi sedemikian rupa sehingga cairan dapat keluar dari tenggorokan dan hidung. Kemudian, prioritaskan pernapasannya terlebih dahulu. Setelah itu, baru keringkan bayi dengan handuk bersih dan usap perlahan untuk merangsang pernapasan serta menjaga suhu tubuh bayi tetap hangat. Jangan lupa bersihkan lendir dari mulut dan hidung bayi menggunakan kain bersih agar saluran napas tetap terbuka.
Jika bayi baru lahir tidak bernapas sendiri dalam menit pertama, stimulasi lembut seperti menggosok punggung atau menepuk telapak kakinya bisa mendorong mereka mengambil napas pertama. Selain itu, bayi yang bernapas biasanya akan menangis.
Selanjutnya, segera letakkan bayi bersentuhan di dada atau perut ibu untuk kontak kulit ke kulit. Kemudian, tutupi tubuh dan kepala bayi agar tetap hangat. Dalam kondisi persalinan darurat, biarkan tali pusar tetap utuh hingga tenaga kesehatan tiba dan dapat menanganinya dengan alat yang steril.
Kamu tidak perlu buru-buru memotong tali pusar, sebab menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, penundaan pemotongan ini akan memberikan waktu bagi bayi untuk menerima tambahan aliran darah dari plasenta.