Cairan Infus saat Persalinan, Kapan Mama Membutuhkannya?

Jika Mama mengalami kondisi berikut, Mama mungkin membutuhkan cairan infus

1 April 2021

Cairan Infus saat Persalinan, Kapan Mama Membutuhkannya
Pixabay/stux

Semua ibu hamil menginginkan proses persalinan yang lancar dan melahirkan bayi dengan kondisi sehat. Namun, bahkan dokter pun tidak bisa menentukan dengan pasti bagaimana semua proses ini berlangsung.

Salah satunya adalah Mama mungkin membutuhkan infus saat persalinan. Ada beberapa alasan mengapa Mama membutuhkan cairan infus, seperti untuk menjaga kecukupan cairan selama proses persalinan yang melelahkan itu.

Kondisi apa saja yang membuat Mama membutuhkan infus saat persalinan atau bahkan setelah melahirkan? Temukan jawabannya pada ulasan Popmama.com berikut ini, Ma.

1. Infus antibiotik

1. Infus antibiotik
Freepik/Rawpixel-com

Mama mungkin bukan penggemar berat antibiotik, tetapi bakteri dapat membahayakan bayi yang lahir jika bakteri tersebut ada di saluran vagina.

Satu-satunya cara membersihkan bayi adalah dengan membasuhnya dengan infus antibiotik yang diberikan tepat sebelum persalinan. Mama tidak perlu dipasangkan jarum infus sepanjang waktu. Infus ini biasanya masuk setiap empat jam. Ini adalah alasan paling umum mengapa Mama membutuhkan infus antibiotik saat persalinan.

2. Induksi

2. Induksi
Freepik/biancoblue

Induksi persalinan adalah proses merangsang kontraksi otot-otot rahim agar Mama bisa melahirkan normal melalui jalur vagina. Ini biasanya dilakukan ketika Mama belum menunjukkan tanda-tanda melahirkan meski waktunya sudah tiba.

Salah satu cara induksi adalah menggunakan oksitosin melalui cairan infus dalam dosis rendah. Serupa seperti cara lainnya, infus oksitosin juga dilakukan untuk merangsang datangnya kontraksi.

Editors' Picks

3. Magnesium

3. Magnesium
Pixabay/stevepb

Magnesium adalah sesuatu yang diberikan saat Mama mengalami preeklampsia berat. Ini bukan obat yang menyenangkan, tetapi digunakan untuk mencegah kejang.

Salah satu cara yang digunakan untuk menurunkan risiko preeklampsia atau persalinan prematur adalah menggunakan magnesium sulfat.

4. Diabetes

4. Diabetes
Freepik/Mayakruchankova

Jika Mama menderita diabetes selama kehamilan, dokter akan memberikan infus selama persalinan. Namun ini tergantung pada kondisi mama. Dokter akan memeriksa kadar gula darah dan memastikan Mama berada pada zona aman. Jika dibutuhkan, maka Mama perlu diinfus.

5. Pereda nyeri

5. Pereda nyeri
Freepik/torwaiphoto

Jika Mama menggunakan obat pereda nyeri selama persalinan, Mama memerlukan infus. Terkadang, obat ini diberikan melalui suntikan atau infus. Diskusikan dengan dokter mengenai kemungkinan ini ya, Ma.

6. Tranfusi darah

6. Tranfusi darah
PixabaySabinurce

Jika Mama kehilangan terlalu banyak darah, Mama memerlukan infus untuk menambah cairan dan darah.

Perdarahan setelah melahirkan bukanlah hal yang aneh dan ini adalah salah satu alasan utama mengapa Mama membutuhkan infus.

Ingat, setelah melahirkan, plasenta terlepas dari rahim dan meninggalkan luka terbuka  yang dapat mengeluarkan aliran darah dalam jumlah besar.

Itulah informasi mengenai kapan Mama membutuhkan cairan infus saat melahirkan. Diskusikan dengan dokter mengenai kemungkinan apakah Mama akan mendapatkan infus atau tidak. Jika Mama keberatan, tanyakan apakah ada solusi lain selain pemberian infus. Selang infus mungkin akan membuat Mama tidak bebas bergerak, namun ini dilakukan untuk kebaikan mama dan janin.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.