Hindari Panik, Ini 5 Tips saat Membawa Bayi Kedua Pulang ke Rumah

Wajar kok, Ma, muncul rasa khawatir saat membawa pulang bayi kedua ke rumah

15 Januari 2021

Hindari Panik, Ini 5 Tips saat Membawa Bayi Kedua Pulang ke Rumah
Pixabay/Sathyatripodi

Kelahiran anggota keluarga baru merupakan salah satu momen bahagia. Namun, tidak jarang Mama merasa khawatir bagaimana respons si Kakak atau bagaimana cara Mama mengasuh si Kecil nanti.

Rasa khawatir yang muncul saat akan membawa bayi kedua pulang ke rumah adalah hal yang normal, Ma. Untuk membantu Mama, berikut Popmama.com merangkum tips saat membawa bayi kedua pulang ke rumah, serta beberapa hal yang boleh dilakukan dan yang sebaiknya dihindari. Apa saja, ya?

1. Hilangkan rasa bersalah

1. Hilangkan rasa bersalah
Pexels/Karolina Grabowska

Saat hamil anak kedua, rasa cemas akan perubahan hubungan dengan anak pertama mungkin muncul. Apakah Mama takut hadirnya bayi kedua di rumah akan merusak hubungan mama dengan si Kakak? Atau Mama merasa tidak akan mencintai anak pertama seperti Mama mencintai bayi yang baru lahir ini?

Sebelum Mama menjadi semakin stres, perasaan yang muncul ini normal. Khawatir adalah hal yang biasa dirasakan oleh seorang mama. Kok bisa? Setiap mama selalu menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk dalam hal cinta dan perhatian.

Jadi, tidak masalah jika Mama sedih akan melepaskan sesuatu yang istimewa dengan si Kakak setelah adiknya lahir. Jika Mama berkecil hati mengenai ketidakmampuan untuk mencintai, percayalah kalau Mama bisa. Buang rasa bersalah. Memiliki kekhawatiran bukan berarti Mama adalah orangtua yang buruk. Jadi, istirahat dan tinggalkan rasa bersalah itu, Ma.

Editors' Picks

2. Jangan beri kesempatan bagi si Kakak untuk membenci atau menjadi “bayi” lagi

2. Jangan beri kesempatan bagi si Kakak membenci atau menjadi “bayi” lagi
Freepik/Shurkin_son

Saran terbaik yang dapat diberikan kepada Mama yang baru melahirkan bayi kedua adalah untuk menjaga semuanya senormal mungkin untuk anak pertama.

Anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun, berkembang dengan rutinitas. Jangan lupa bahwa saat Mama memenuhi kebutuhan anak, Mama menunjukkan kasih sayang. Hal tersebut termasuk bahasa cinta dan anak pertama pun dapat menirunya.

Jadi, saat pertama kali ia melihat Mama melakukan sesuatu untuk bayi, mereka pasti ingin melakukan tindakan tersebut atau bahkan ingin mengalami hal yang sama. Bukan hal yang aneh jika anak pertama tiba-tiba mulai bernostalgia. Ia mungkin ingin naik kembali ke boks bayi, meminta popok, kembali ke tempat tidur bayi, meminta botol atau menyusui, dan mengatakan hal-hal seperti "Saya bayinya!” Mama dapat menghindari drama ini dengan melatihnya sebelum bayi lahir.

Demikian juga dengan rasa cemburu. Cemburu pada si Adik sering terjadi. Nah, jangan dibiarkan berlarut-larut ya, Ma. Mama dapat memberikan pengertian pada si Kecil.

3. Jangan berharap si Adik akan menjadi persis seperti kakaknya

3. Jangan berharap si Adik akan menjadi persis seperti kakaknya
Pexels/Filip Wouters

Setiap manusia memiliki keunikannya tersendiri, termasuk anak-anak mama, meski mereka masih bayi. Jika saat memiliki anak pertama, Mama mengalami kesulitan tidur selama enam minggu, belum tentu Mama akan mengalami hal yang sama ketika memiliki bayi kedua.

Demikian juga dengan kemampuan berkembang dan belajar, ini tidak akan sama antara anak pertama dan kedua, Ma. Jadi, Mama pun harus mulai menyesuaikan diri dengan perubahan yang baru dan jangan berharap kalau semuanya akan sama seperti ketika pertama kali melahirkan.

4. Percaya diri dengan keterampilan dan kemampuan Mama

4. Percaya diri keterampilan kemampuan Mama
Freepik/Freepic.diller

Saat menjadi orangtua untuk pertama kalinya, banyak hal mengenai pengasuhan bayi yang tidak diketahui Mama. Memiliki bayi untuk kedua kalinya mungkin tidak akan menghilangkan kekhawatiran jika Mama akan melukai si Kecil dengan tidak sengaja.

Setelah melahirkan anak kedua, meski banyak hal baru yang tidak Mama ketahui, percayalah pada kemampuan mama. Mama tidak akan “merusak” atau melukai bayi yang baru lahir. Seiring dengan berjalannya waktu, Mama akan belajar dan menjadi ahli. Jadi, percayalah dengan kemampuan mama. Nikmati saat-saat merawat bayi tanpa rasa takut.

5. Biarkan si Kakak melimpahkan kasih sayang pada adiknya

5. Biarkan si Kakak melimpahkan kasih sayang adiknya
Pixabay/Sathyatripodi

Memiliki adik atau anggota keluarga baru dapat membuat anak pertama mama menjadi sangat bersemangat. Layaknya anak kecil, mereka selalu tertarik dengan hal-hal yang baru. Termasuk pada adik barunya ini. Si Kakak akan terobsesi dengan adiknya, ia ingin mencintai dan menciumnya sepanjang waktu.

Namun, terkadang caranya mencintai mungkin dapat sedikit kasar untuk bayi yang baru lahir. Biarkan si Kakak menyentuh dan bermain dengan adiknya. Mama tentu ingin mereka mengembangkan perasaan positif tentang berinteraksi dengan saudara barunya.

Terkadang seorang anak kecil belum mengerti kalau caranya menyayangi adiknya mungkin sedikit kasar. Tetapi yang dapat Mama lakukan adalah hindari untuk mengintervensi. Biarkan mereka berinteraksi dan Mama dapat menjelaskan secara perlahan jika caranya mungkin sedikit menyakiti adiknya.

Khawatir adalah hal yang normal, tetapi jangan dibiarkan berlarut-larut ya, Ma. Semoga tips saat membawa bayi kedua pulang ke rumah tersebut berhasil ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.