6 Tradisi Unik dan Tidak Biasa untuk Ibu yang Baru Melahirkan di Korea

Setiap tempat memiliki tradisi unik, termasuk Korea

28 Agustus 2020

6 Tradisi Unik Tidak Biasa Ibu Baru Melahirkan Korea
Unsplash/Ana Tablas

Setelah melahirkan, Mama biasanya memiliki kebiasaan tertentu. Misalnya ada yang minum jamu untuk membantu pemulihan setelah hamil dan melahirkan. Setiap negara memiliki kebiasaan masing-masing, termasuk Korea.

Ada beberapa aturan yang harus diikuti oleh ibu yang baru melahirkan di Korea, mulai dari kapan harus mandi dan boleh ke luar rumah. Aturan ini dibuat agar tubuh si Ibu dapat pulih seperti sedia kala.

Apa saja aturan unik dan tidak biasa untuk ibu yang baru melahirkan di Korea ini? Popmama.com mengulas beberapa aturan yang harus diikuti oleh para ibu yang baru melahirkan di Korea sebagai berikut:

1. Tidak boleh mandi selama seminggu atau lebih

1. Tidak boleh mandi selama seminggu atau lebih
freepik/torwaiphoto

Tidak seperti di Indonesia, ibu yang baru melahirkan di Korea tidak diperbolehkan untuk mandi selama minimal satu minggu. Bahkan bisa lebih tergantung kondisi Mama.

Lee Hye Jun, seorang dokter dari rumah sakit Maria Fertility, menjelaskan bahwa para ibu tidak diperbolehkan untuk menyentuh air dingin selama waktu yang ditentukan. Ini termasuk mandi, mencuci tangan, dan aktivitas yang berhubungan dengan air.

Saat melahirkan, Mama kehilangan banyak darah dan darah dianggap sebagai sesuatu yang “panas”. Karena itu, keseimbangan dalam tubuh pun hilang (yin dan yang). Jadi, ibu yang baru melahirkan harus menjaga tubuh agar tetap hangat, salah satunya adalah dengan tidak mandi selama waktu yang ditentukan.

Namun aturan ini mulai berubah. Menurut Lee, aturan ini dibuat karena dulu belum ada water heater. Sekarang ibu yang baru melahirkan boleh mandi dengan air hangat, asalkah mereka langsung mengeringkan diri dan rambut setelah mandi.

2. Ibu yang baru melahirkan tidak boleh keluar rumah selama 3 minggu

2. Ibu baru melahirkan tidak boleh keluar rumah selama 3 minggu
Pexels/MirceaLancu

Aturan tiga minggu ini disebut sebagai "Saam (tiga) - chil (tujuh) - il (hari)", maksudnya adalah selama tiga minggu pertama setelah melahirkan sangat ditekankan untuk perawatan pascapersalinan.

Salah satunya adalah tidak boleh keluar rumah selama tiga minggu setelah melahirkan. Hal ini untuk menghindari kontak dengan sumber infeksi karena ibu baru dan bayi baru lahir daya tahan tubuhnya masih rendah.

Editors' Picks

3. Menggunakan baju lengan panjang dan tidak menggunakan pendingin ruangan

3. Menggunakan baju lengan panjang tidak menggunakan pendingin ruangan
Stocksy.com

Selain tidak boleh mandi, ibu baru juga harus menjaga agar badan tetap hangat. Mengekspos tubuh pada udara dingin dapat menyebabkan kondisi yang disebut “saan-hoo-poong” atau radang sendi dan nyeri di sekujur tubuh yang tidak dapat dijelaskan.

Karena itu, mereka harus mengenakan baju dan celana panjang serta menghindari penggunaan pendingin ruangan, bahkan ketika musim kemarau.

4. Tidak boleh menerima tamu selama 100 hari pertama

4. Tidak boleh menerima tamu selama 100 hari pertama
freepik.com/grooveriderz

Aturan ini mungkin seakan mengisolasi ibu yang baru melahirkan. Tapi faktanya, ini baik untuk ibu yang baru melahirkan. Mereka dapat menghabiskan waktu bersama bayi tanpa gangguan. Ini merupakan kesempatan untuk mengenal dan bonding dengan bayi.

Selain itu juga, dapat menjauhkan Mama dan bayi terinfeksi virus atau bakteri yang mungkin ditularkan oleh pengunjung.

Ibu yang baru lahir juga mungkin kelelahan akibat kurang tidur karena harus menyusui bayi. Jadi, mereka juga tidak ingin terlihat oleh kerabat dalam kondisi lelah seperti itu.

5. Tidak boleh melakukan beraktivitas berat

5. Tidak boleh melakukan beraktivitas berat
Freepik/v.ivash

Saat perempuan hamil, tulang panggul mengendur untuk memberi ruang bagi janin untuk tumbuh. Saat persalinan, tulang panggul memanjang maksimal sehingga bayi bisa menyusuri jalan lahir.

Karena itu, ibu baru tidak boleh melakukan aktivitas berat apa pun dan mencoba untuk tidak membebani persendian mereka yang kendur.

Namun bukan berarti mereka harus berada di tempat tidur sepanjang hari. Olahraga ringan boleh dilakukan, bahkan itu baik untuk menurunkan risiko komplikasi pada kandung kemih, pembekuan darah, dan sembelit.

6. Mengonsumsi makanan khusus untuk mengembalikan stamina

6. Mengonsumsi makanan khusus mengembalikan stamina
koreanbapsang.com

Makanan yang bernutrisi dibutuhkan untuk mengembalikan stamina ibu yang baru melahirkan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ibu baru ini juga harus menjaga agar tubuh tetap hangat. Oleh karena itu, makanan dan minuman pun harus disajikan dalam keadaan hangat.

Ibu baru di Korea mengonsumsi semangkuk besar sup rumput laut tiga kali sehari. Mereka percaya bahwa rumput laut berguna untuk membersihkan darah, mendetoksifikasi tubuh, membantu rahim berkontraksi, dan meningkatkan ASI.

Meski tidak semuanya benar secara medis, rumput laut adalah makanan yang bergizi bagi ibu baru. Rumput laut mengandung banyak kalsium, serat, dan zat besi yang semuanya diperlukan untuk perempuan pasca melahirkan.

Pertama, ibu menyusui diharuskan mengonsumsi kalsium sebanyak ibu hamil. Kedua, asupan serat mencegah sembelit dan membantu ibu baru menurunkan berat badan dengan kalori rendah. Ketiga, ibu baru umumnya mengalami anemia sejak persalinan dan membutuhkan suplementasi zat besi.

Satu lagi keuntungan besar mengonsumsi sup rumput laut adalah tubuh mama tetap terhidrasi. Mama perlu minum banyak air untuk menghasilkan ASI. Ini tidak mudah kecuali Mama secara sadar mengukur seberapa banyak Mama minum. Mengonsumsi sup rumput laut adalah cara yang lebih mudah untuk menghidrasi tubuh.

Namun, berhati-hatilah untuk tidak mengonsumsi sup rumput laut setiap kali makan. Jumlah yodium yang berlebihan pada rumput laut dapat menyebabkan disfungsi tiroid.

Nah, itu beberapa tradisi di Korea bagi ibu yang baru melahirkan. Kebiasaan apa yang Mama lakukan setelah melahirkan?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.