Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Intinya sih...

  • Mengumpulkan ASI dengan lebih cepat menggunakan pompa payudara listrik dan tangan secara bersamaan untuk hasil yang lebih banyak.

  • Cari tahu kontak donasi ASI sebagai cadangan jika stok ASI kurang, lalu mulai pumping sejak cuti kerja untuk membangun cadangan.

  • Lakukan pumping pada jadwal konsisten, pikirkan bayi mama, dan miliki peralatan penyimpanan ASI yang tepat agar kualitas nutrisi terjaga.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Seringkali ibu menyesui menemui kendala dalam mengumpulkan ASI. Kadang ada kendala yang mungkin ditemui.

Bisa saja karena volume ASI yang keluar kurang banyak, atau cara pumping ASI kita yang salah. Jangan dianggap remeh, ini bisa membuat ibu menyusui stres tingkat tinggi jika stok ASI untuk bayi mama kurang.

Terlebih jika kamu adalah seorang working mama, menabung stok ASI adalah urusan penting.

Berikut ini Popmama.com berikan 5 tips pumping ASI untuk ibu menyusui agar stok susu untuk si Kecil bisa terkumpul lebih banyak.

1. Mengumpulkan ASI dengan lebih cepat

breastmilkcounts.com

Kamu dapat mengekspresikan susu dengan lebih cepat jika kamu menggunakan pompa payudara listrik dan tangan  pada saat yang bersamaan.

Misalkan payudara kanan menggunakan pompa listrik, segera pompa payudara yang kiri juga secara bersamaan. Ini keluarnya akan lebih banyak. Cara ini jelas menguntungkan kamu.

2. Cari tahu kontak donasi ASI

Freepik/katemangostar

Hal terburuk jika kamu sudah mulai bekerja dan stok ASI yang ditinggalkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil selama mama diluar rumah, maka cari tahu kontak donasi ASI.

Mama bisa hubungi saudara atau orang-orang yang dikenal terlebih dulu.

Ini juga bisa membuat Mama merasa lebih tenang, kemungkinan terburuk jika ASI dari kamu tidak cukup maka kamu sudah punya cadangan lain.

Mungkin kamu tidak akan benar-benar melakukan ini, tapi menyimpan kontak donatur ASI bisa sedikit menenangkan ibu menyusui secara psikologis.

3. Mulai pumping sejak cuti kerja

lansinoh.co.uk

Jika kamu berencana untuk kembali bekerja, adalah ide yang baik untuk mulai memompa saat kamu masih cuti hamil.

Ini akan membantu kamu bersiap dan membangun cadangan ASI cadangan. Kamu dapat memulai kapan saja kamu merasa siap.

Mulailah dengan memompa satu kali sehari selama menyusui. Banyak ibu menemukan bahwa mereka dapat mengekspresikan lebih banyak susu di pagi hari.

Setelah kamu menemukan waktu yang paling tepat, cobalah untuk memompa sekitar waktu yang sama setiap hari.

Jangan menunda untuk memulainya, simpan dengan baik dan itulah jamuan untuk si Kecil saat Mama sedang tidak bersamanya.

Baca juga: Jangan Salah, Ma! 8 Tanda Bayi Sudah Cukup ASI

4. Lakukan memompa ASI pada jadwal yang konsisten

Jam berapa sekarang? - maxpixel.freegreatpicture.com

Ketika kamu kembali bekerja, kamu akan perlu untuk mengekspresikan ASI kamu pada saat kamu biasanya memberi makan bayi kamu.

Biarkan majikan kamu tahu tentang pentingnya menjaga jadwal yang sama.

Memompa di tempat kerja akan membantu Mama menyusui bayimu lebih lama karena itu memberitahu tubuh kamu untuk terus memproduksi susu.

Itu juga akan membuat tubuh kamu nyaman sehingga kamu dapat fokus pada pekerjaan.

5. Pikirkan bayi mama bisa membantu untuk menambah produksi susu

jonvilma.com

Jika kamu melihat foto bayimu, mendengarkan rekaman suara bayi kamu, atau memikirkan tentang menyusui bayi kamu, itu dapat membantu kamu untuk rileks dan mulai merasa emosional maka ini membawa efek yang baik karena akan membuat aliran ASI kamu jadi semakin deras.

Cobalah memikirkan untuk membayangkan bayi mama.

Itulah 5 tips pumping ASI untuk ibu menyusui yang bisa menambah jumlah stok susu untuk Si Kecil. Dicoba yuk, Ma!

 

6. Miliki peralatan menyimpan ASI yang tepat

ragamanak.com

Memiliki peralatan penyimpanan ASI yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan keamanan nutrisi ASI yang akan diberikan kepada si Kecil. Botol kaca atau kantong khusus penyimpanan ASI menjadi pilihan terbaik karena dirancang untuk menampung ASI tanpa merusak kandungan gizinya. Selain itu, peralatan ini biasanya telah melalui proses sterilisasi dan bebas dari bahan kimia berbahaya seperti BPA, sehingga aman untuk bayi. Pastikan juga untuk memilih wadah yang dapat ditutup rapat agar ASI tidak terkontaminasi saat disimpan di dalam lemari pendingin atau freezer.

Tak hanya jenis wadah, Mama juga perlu memperhatikan kapasitas, label tanggal, dan suhu penyimpanan. Pilih peralatan yang memudahkan Mama mencatat waktu pemerahan, karena ASI memiliki masa simpan yang berbeda tergantung pada suhu. Misalnya, ASI bisa bertahan 4 jam di suhu ruangan, 4 hari di kulkas, dan hingga 6 bulan di dalam freezer. Dengan menyimpan ASI secara tepat, Mama bisa memberikan ASI eksklusif meskipun sedang bekerja atau beraktivitas di luar rumah, tanpa khawatir kualitasnya menurun.

Demikian informasi mengenai tips pumping ASI untuk ibu bekerja. Semoga bermanfaat!

Editorial Team