Hamil Tanpa Mual dan Muntah, Kok Bisa?

Mungkinkah hamil tanpa merasakan mual muntah? Bisa saja, kenali penyebabnya di sini

23 Maret 2019

Hamil Tanpa Mual Muntah, Kok Bisa
Unsplash/Omar Lopez

Mual muntah identik dengan hamil. Rasanya nggak sah kalau hamil tanpa mengalami morning sickness. Biasanya, mual muntah ini terjadi pada masa trimester pertama kehamilan.

Beberapa ibu hamil ada yang mengalami episode morning sickness parah, sampai tidak nafsu makan hingga berat badan turun. Namun, ada juga ibu hamil yang tidak merasakan keluhan ini sama sekali.

Kok bisa? Tentu saja bisa, Ma. Bahkan, perbedaan kondisi ini sangat mungkin terjadi pada tiap kehamilan Mama. Misalnya, saat hamil anak pertama, Mama mual muntah berkepanjangan selama mengandung. Begitu hamil kedua, malah nafsu makan meningkat dan jarang sekali merasa mual.

Michele Hakakha, dokter spesialis kandungan dan penulis Expecting 411 menyatakan, sekitar 30% ibu hamil tidak mengalami fase mual muntah sama sekali. Berita baiknya, ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk Mama. Mungkin bukan di kehamilan yang sekarang, tetapi siapa tahu di kehamilan berikutnya?

Nah, Popmama.com merangkum beberapa alasan mengapa ibu hamil tidak mengeluh mual dan muntah. Yuk, simak bersama.

1. Kadar hCG dalam tubuh ibu hamil rendah

1. Kadar hCG dalam tubuh ibu hamil rendah
Pixabay/Julia Fiedler

Nama hormon ini pasti tidak asing bagi ibu hamil. Ya, salah satu tanda awal kehamilan adalah meningkatnya jumlah hormon Human chorionic gonadotropin (hCG). Peningkatan hormon ini sekaligus menandakan keberadaan plasenta yang tengah berkembang dalam tubuh Mama.

Itulah mengapa, pada trimester pertama Mama akan sering sekali mengalami morning sickness karena kadar hCG sedang tinggi-tingginya. Ini berlangsung sejak minggu ke-6 kehamilan sampai minggu ke-14. Memasuki trimester kedua, berangsur-angsur rasa mual muntah itu berkurang.

Ibu hamil yang tidak mengeluhkan hal ini bisa saja karena peningkatan kadar hCG-nya tidak begitu signifikan. Tenang saja, situasi tersebut bukan hal buruk kok, Ma. Sepanjang dokter berkata kehamilan baik-baik saja meski tanpa mual muntah, Mama patut merasa beruntung karena bisa menjalani kehamilan dengan nyaman.

2. Mampu menoleransi bau-bauan tertentu

2. Mampu menoleransi bau-bauan tertentu
Pexels/Mentatdgt

Sudah rahasia umum jika ibu hamil mempunyai indera penciuman yang lebih peka, sehingga sensitif pada bau-bauan tertentu. Besar kemungkinan Mama yang mampu menoleransi bau-bauan tertentu cenderung tidak mudah mengeluh mual muntah. Sebab indera penciuman ini akan berpengaruh pada nafsu makan ibu hamil.

Ketika indera penciuman Mama tidak begitu sensitif atau sama seperti kondisi normal saat tidak hamil, otomatis nafsu makan pun lebih terjaga. Makan rutin dalam porsi kecil akan membantu perut Mama tetap terisi dan mengurangi keluhan mual.

Editors' Picks

3. Kondisi tubuh Mama menerima perubahan dengan baik

3. Kondisi tubuh Mama menerima perubahan baik
Pixabay/Mirlidera

Marra Francis, dokter spesialis kandungan dan penulis kontributor Mommy MD Guides mengatakan beberapa ibu hamil bisa mengalami morning sickness, beberapa ibu hamil lain tidak. Sama halnya seperti mabuk perjalanan, ada yang mengalami ada yang tidak.

Penyebabnya bukan karena semata kadar hormon hCG rendah, yang lalu memunculkan kekhawatiran bahwa itu hal abnormal. Semua semata karena tubuh Mama mampu menoleransi kehamilan ini dengan baik.

Ibarat benda asing, kehadiran janin dalam rahim mendorong tubuh Mama untuk beradaptasi. Salah satunya melalui peningkatan hormon-hormon penting guna menyiapkan tubuh Mama selama masa kehamilan 9 bulan. Pada beberapa ibu hamil, tinggi rendahnya kadar hormon tersebut tidak begitu berpengaruh. Tubuhnya bisa beradaptasi dengan baik, sehingga keluhan mual muntah tidak muncul.

4. Masih menyusui

4. Masih menyusui
Pixabay/Badarsk

Mama pernah dengar mitos bahwa menyusui bisa mengurangi morning sickness? Sebetulnya, para ahli pun masih berdebat soal kebenaran mitos ini. Namun, sebagian besar ibu mengakui keuntungan menyusui saat hamil adalah keluhan morning sickness berkurang.

Meski belum ada bukti penelitian yang sahih, pengalaman sebagian besar ibu hamil sambil menyusui menunjukkan posisi menyusui yang nyaman berpotensi mengurangi keluhan mual. Biasanya, mual muncul karena Mama menyusui dengan bayi berada di atas perut.

Bobot si kakak tentu akan menekan perut Mama. Coba lakukan perubahan posisi agar ia tidak menindih perut Mama, seperti duduk bersebelahan atau tidur berhadapan.

5. Mampu mengelola stres dengan tepat

5. Mampu mengelola stres tepat
Unsplash/Dardan

Sama seperti menghadapi penyakit maag, cara terbaik mengurangi mual muntah adalah dengan menghindari stres. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mampu mengelola stres dengan tepat cenderung tidak mengeluhkan morning sickness.

Jadi, Mama perlu menata pikiran dengan saksama agar tidak terbebani banyak hal, terutama kecemasan akan sesuatu yang belum terjadi. Apalagi, stres pada masa kehamilan berdampak langsung pada perkembangan janin dalam kandungan.

Cara mengelola stres dengan tepat adalah fokus pada hal-hal yang bisa Mama kendalikan: pikiran. Kadang bukan peristiwa eksternal yang membuat seseorang terbebani, tetapi justru persepsi dan penilaian buruk pada hal tersebut.

Jika Mama bisa mengendalikan pikiran dengan tetap tenang, tidak terburu-buru menilai atau menghakimi, kondisi ini akan membantu Mama lebih sehat secara psikologis. Ujungnya, keluhan seperti mual muntah atau cepat lelah juga berkurang.

Itulah 5 penyebab mengapa ibu hamil tidak mengeluh mual dan muntah. Jika Mama termasuk ibu hamil yang mengalami kondisi ini, jangan khawatir dan cemas.

Selama dokter memastikan janin dalam kandungan berkembang baik, Mama bisa menikmati masa kehamilan dengan tenang hingga tiba waktunya melahirkan. Setuju?

Baca juga:

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!