Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Intinya sih...

  • Plasenta adalah jembatan antara ibu dan janin, menyediakan nutrisi, oksigen, menghilangkan limbah, dan produksi hormon.

  • Tali pusat mengangkut darah dan oksigen, menyediakan nutrisi, pemindahan limbah, mengatur suhu tubuh janin, dan mengikat janin.

  • Pembentukan plasenta dimulai sejak minggu ke-5 hingga ke-6 setelah pembuahan terjadi. Plasenta mencapai ukuran optimal pada trimester kedua dengan berat 500–600 gram.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama kehamilan, terdapat dua organ penting yang berperan besar dalam menjaga pertumbuhan dan perkembangan janin, yaitu plasenta dan tali pusat. Kedua organ ini saling berkaitan dan bekerja sama.

Plasenta, yang lebih dikenal dengan sebutan ari-ari, merupakan organ yang terbentuk di dalam rahim dan berada di antara tubuh mama dan janin. Sementara itu, tali pusat atau tali pusar adalah struktur yang menghubungkan plasenta dengan tubuh janin.

Jadi plasenta dan tali pusat merupakan dua komponen yang memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, namun berinteraksi secara erat dalam memberikan dukungan vital bagi perkembangan janin sejak awal kehamilan hingga proses persalinan.

Lalu, apa peranan plasenta dan tali pusat bagi pertumbuhan janin? Berikut ini telah Popmama.com rangkum penjelasannya, Ma!

1. Peranan plasenta bagi pertumbuhan janin 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Plasenta adalah jembatan antara ibu dan janin. Organ ini menempel pada dinding rahim dan turut berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin secara keseluruhan. Peran plasenta antara lain:

  1. Menyediakan nutrisi. Plasenta bertanggung jawab menyalurkan berbagai zat gizi penting, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral, dari tubuh ibu ke janin melalui aliran darah, sehingga kebutuhan nutrisi janin selama masa pertumbuhan dapat terpenuhi dengan baik.

  2. Menyediakan oksigen. Plasenta berperan menyalurkan oksigen dari darah ibu ke janin, yang sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembentukan organ, jaringan tubuh, serta menunjang perkembangan janin secara optimal.

  3. Menghilangkan limbah. Plasenta membantu mengeluarkan zat sisa hasil metabolisme janin, seperti karbon dioksida dan limbah lainnya, melalui aliran darah yang kemudian diteruskan ke tubuh ibu untuk dikeluarkan.

  4. Produksi hormon. Sel-sel plasenta menghasilkan berbagai hormon kehamilan, seperti progesteron dan estrogen, yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon serta mendukung kestabilan kehamilan ibu.

2. Peranan tali pusat bagi pertumbuhan janin

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Agar peran plasenta dapat berjalan secara optimal, keberadaan tali pusat menjadi sangat penting. Tali pusat terdiri atas tiga pembuluh darah utama, yaitu dua arteri dan satu vena. Pembuluh darah ini membentuk jalur sirkulasi antara tubuh janin dan plasenta.

Peran Utama tali pusat bagi pertumbuhan janin antara lain:

  1. Mengangkut darah dan oksigen. Tali pusat menyalurkan darah yang kaya oksigen dari plasenta ke janin serta membawa kembali darah yang telah digunakan oleh janin menuju plasenta untuk diproses lebih lanjut.

  2. Menyediakan nutrisi. Tali pusat berperan menyalurkan berbagai zat gizi penting, seperti glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral, yang dibutuhkan janin untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan organ tubuhnya.

  3. Pemindahan limbah. Tali pusat membantu memindahkan sisa metabolisme dan zat yang tidak dibutuhkan oleh janin ke plasenta agar dapat dikeluarkan melalui tubuh ibu.

  4. Mengatur suhu. Tali pusat turut membantu menjaga kestabilan suhu tubuh janin dengan memastikan aliran darah dari ibu tetap optimal selama masa kehamilan.

  5. Mengikat janin. Tali pusat berperan menjaga keterhubungan janin dengan plasenta di dalam rahim, sehingga posisi janin tetap aman dan tidak terganggu selama kehamilan.

3. Berkembangnya plasenta dan tali pusat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pembentukan plasenta dimulai sejak awal kehamilan, yaitu sekitar minggu ke-5 hingga ke-6 setelah pembuahan terjadi. Pada tahap ini, sel-sel di dalam rahim mulai berkembang dan membentuk jaringan plasenta. Pada masa awal kehamilan, plasenta masih berukuran kecil, dengan diameter sekitar 2–3 cm.

Namun, seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran dan struktur plasenta terus mengalami perkembangan. Plasenta biasanya mencapai ukuran optimal pada trimester kedua, dengan berat sekitar 500–600 gram.

Bersamaan dengan plasenta, tali pusat juga mulai berkembang sejak tahap awal kehamilan. Seiring pertumbuhan janin, panjang tali pusat turut bertambah. Pada awal kehamilan, panjangnya berkisar antara 30–35 cm, kemudian meningkat dan dapat tumbuh hingga 60 cm.

Nah, itu dia peranan plasenta dan tali pusat bagi pertumbuhan janin. Semoga informasi ini dapat membantu Mama!

Editorial Team