Pexels/Huynh Van (ilustrasi newborn)
Ada 3 hal yang memengaruhi warna kulit bayi, yaitu:
Deoxyribonucleic acid (DNA) merupakan bagian dari sel manusia yang bertanggung jawab atas berbagai sifat yang diwarisi bayi. DNA merupakan kombinasi dari semua gen yang mungkin bercampur ketika bayi masih dalam kandungan.
DNA manusia umumnya dibagi menjadi berbagai bentuk yang disebut kromosom. Setiap manusia memiliki total 46 kromosom. Jadi, bayi akan mewarisi 23 kromosom dari setiap orangtua.
Menurut para ahli, ada 60 hingga 100 ribu gen (yang dibuat untuk DNA) dalam 46 kromosom manusia. Dengan semua kombinasi gen yang memungkinkan tersebut, setiap pasangan memiliki potensi untuk menghasilkan 64 triliun anak yang berbeda satu sama lain.
Sehingga mustahil untuk memprediksi seperti apa bayi nantinya, termasuk warna kulitnya. Walaupun para ahli merasa sulit memprediksi penentuan genetik yang tepat dari warna kulit manusia, fakta bahwa pigmen dan melanin yang diturunkan dari Mama kepada bayi dapat menentukan warna kulit.
Ragam warna kulit manusia yang berbeda antar satu dan lainnya ditentukan oleh jumlah melanin (zat pewarna kulit). Semakin banyak melanin di kulit, akan semakin gelap warna kulit bayi. Warna kulit ditentukan oleh gen-gen yang terlibat dalam regulasi melanin, yaitu suatu zat dalam kulit yang menentukan pigmentasi. Bergantung pada peran masing-masing gen, maka pewarisan gen-gen tersebut akan memberi dampak pada bayi sesuai kekuatannya masing-masing.
Sedikit banyaknya melanin yang dimiliki oleh bayi ditentukan oleh genetik keturunan kedua orangtua. Jika Mama dan Papa memiliki warna kulit yang berbeda, maka bayi akan mewarisi genetik pigmen kulit yang paling dominan di antara keduanya.
Para ilmuwan mengungkap dua reseptor tingkat sel yang diduga kuat mengendalikan proses tersebut, yang disebut dengan melanocytes. Selain itu, ada dua molekul yang mirip dengan estrogen dan progesteron yang bisa mengaktifkan reseptor tersebut untuk merangsang penggelapan (tanning) dan pencerahan kulit tanpa merangsang perubahan pada bagian tubuh lain, yang normalnya dikaitkan dengan kedua hormon itu.