Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Berhubungan Seks Satu Kali Bisa Langsung Hamil? Perhatikan Hal Ini!

Apakah Berhubungan Seks Satu Kali Bisa Langsung Hamil? Perhatikan Hal Ini!
Magnifi/freepik
  • Kehamilan bisa terjadi setelah satu kali berhubungan, terutama saat 1–2 hari sebelum hingga hari ovulasi, tetapi tidak ada jaminan karena dipengaruhi banyak faktor.
  • Peluang dapat dioptimalkan dengan melacak masa subur, berhubungan tiap sekitar 2–3 hari, menghindari pelumas yang mengganggu sperma, serta tidak memaksakan posisi tertentu.
  • Kesehatan kedua pasangan, termasuk berat badan, tidur, kebiasaan merokok, alkohol, dan asam folat, mendukung kesuburan; pada perempuan di bawah 35 tahun, peluang per siklus sekitar 20–25 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banyak pasangan yang sedang menjalani program hamil mungkin bertanya-tanya, apakah berhubungan seksual satu kali saja sudah cukup untuk menyebabkan kehamilan? Jawabannya, kehamilan memang bisa terjadi meski hanya satu kali berhubungan seksual, terutama jika hubungan dilakukan pada waktu yang tepat.

Meski begitu, tidak ada cara yang dapat menjamin seseorang pasti hamil setelah satu kali berhubungan. Peluang kehamilan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari waktu ovulasi, kualitas sperma dan sel telur, hingga kondisi kesehatan kedua pasangan.

Jadi, daripada berfokus pada anggapan bahwa sekali berhubungan pasti langsung hamil, pasangan bisa mengoptimalkan peluang dengan memperhatikan beberapa hal berikut telah Popmama.com rangkum. 

  1. 1. Berhubungan seksual saat masa subur dapat meningkatkan peluang hamil

    Berhubungan seksual saat masa subur dapat meningkatkan peluang hamil
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Salah satu faktor terpenting dalam menentukan peluang kehamilan adalah waktu berhubungan seksual. Periode yang dianggap paling optimal adalah sekitar 1–2 hari sebelum ovulasi hingga hari ketika ovulasi terjadi. 

    Pada masa tersebut, kemungkinan terjadinya pertemuan antara sperma dan sel telur menjadi lebih besar. Untuk mengetahui perkiraan masa subur, pasangan bisa menggunakan aplikasi pencatat siklus menstruasi, mengamati perubahan lendir serviks, atau memakai alat tes ovulasi. 

    Cara-cara tersebut dapat membantu memperkirakan kapan ovulasi akan terjadi, sehingga hubungan seksual bisa dilakukan pada waktu yang lebih tepat.

    Selain itu, pasangan juga tidak perlu memberi jeda terlalu lama di antara hubungan seksual. Ejakulasi setiap sekitar 2–3 hari umumnya dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara jumlah dan kualitas sperma.

  2. 2. Tidak perlu menggunakan posisi seks tertentu

    Tidak perlu menggunakan posisi seks tertentu
    Magnific/freepik

    Saat berusaha mendapatkan kehamilan, beberapa pasangan mungkin percaya bahwa posisi seksual tertentu dapat memperbesar kemungkinan sperma mencapai sel telur. Padahal, tidak ada posisi khusus yang terbukti wajib dilakukan agar kehamilan terjadi.

    Yang terpenting adalah hubungan seksual dilakukan dengan nyaman dan tanpa membuat salah satu pasangan merasa tertekan. Setelah ejakulasi, sperma dapat bergerak menuju leher rahim dalam waktu yang relatif singkat.

    Karena itu, pasangan juga tidak perlu melakukan berbagai cara seperti mengangkat kaki atau bagian tubuh tertentu setelah berhubungan seksual. Sperma yang sudah masuk ke dalam vagina akan bergerak dengan sendirinya menuju saluran reproduksi.

  3. 3. Perhatikan jenis pelumas yang digunakan

    Perhatikan jenis pelumas yang digunakan
    Pexels/Deon Black

    Bagi sebagian pasangan, penggunaan pelumas dapat membantu membuat hubungan seksual terasa lebih nyaman. Namun, tidak semua jenis pelumas memiliki efek yang sama terhadap pergerakan sperma.

    Beberapa produk pelumas tertentu dapat berpotensi mengganggu pergerakan sperma. Kondisi tersebut tentu kurang ideal bagi pasangan yang sedang berusaha mendapatkan kehamilan.

    Jika memang membutuhkan pelumas saat berhubungan seksual, pasangan yang sedang menjalani program hamil dapat mempertimbangkan produk yang memiliki label fertility-friendly atau diformulasikan agar lebih sesuai untuk pasangan yang sedang mencoba hamil.

  4. 4. Jaga kesehatan kedua pasangan dan jangan terlalu terbebani oleh prosesnya

    Jaga kesehatan kedua pasangan dan jangan terlalu terbebani oleh prosesnya
    Magnific/rawpixel.com

    Peluang kehamilan tidak hanya berkaitan dengan kondisi perempuan. Kesehatan kedua pasangan juga penting untuk mendukung kesuburan. 

    Karena itu, pasangan yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya mulai menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

    • Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
    • Mendapatkan waktu tidur yang cukup.
    • Tidak merokok.
    • Membatasi konsumsi alkohol.
    • Mengonsumsi asam folat sebelum kehamilan sesuai anjuran tenaga kesehatan.

    Selain menjaga kondisi fisik, penting juga untuk tidak terlalu stres dalam mengejar kehamilan. Stres tidak selalu menjadi penyebab infertilitas, tetapi tekanan yang berlebihan dapat membuat hubungan seksual terasa kurang nyaman dan membuat perencanaan program hamil menjadi tidak optimal.

  5. 5. Setiap pasangan memiliki kondisinya masing-masing

    Setiap pasangan memiliki kondisinya masing-masing
    Freepik/freepik

    Berhubungan seksual satu kali memang bisa menyebabkan kehamilan, terutama apabila dilakukan ketika masa subur dan kondisi reproduksi kedua pasangan mendukung. 

    Namun, hal tersebut bukan berarti setiap pasangan pasti langsung mendapatkan kehamilan setelah satu kali berhubungan. Pada pasangan sehat dengan usia perempuan di bawah 35 tahun, peluang terjadinya kehamilan dalam satu siklus menstruasi umumnya berada di kisaran 20–25 persen. 

    Artinya, jika kehamilan belum terjadi setelah satu kali berhubungan atau bahkan dalam satu siklus menstruasi, kondisi tersebut masih tergolong wajar. Karena pada akhirnya, kehamilan juga merupakan proses yang dipengaruhi banyak faktor dan menjadi bagian dari kehendak Tuhan.

    Semoga informasinya membantu, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More