Bayi Sering Menolehkan Wajah saat Menyusu? Ini Alasannya

- Bayi usia 0–2 bulan dapat menoleh saat menyusu karena rooting reflex, yang dipicu sentuhan wajah, perubahan posisi, atau rangsangan sekitar meski tidak sedang lapar.
- Gerakan menoleh setelah kenyang bisa menandakan bayi mencari kenyamanan dan kedekatan fisik; perilaku ini bukan otomatis tanda ASI tidak mencukupi.
- Menoleh tanpa rangsangan pipi, disertai tangan mengepal, aktif, rewel, atau menangis dapat menjadi sinyal lapar; suara, cahaya, dan perubahan posisi juga mudah mengalihkan perhatian bayi.
Mama mungkin pernah memperhatikan si Kecil suka menoleh saat sedang menyusu, gerakan spontan ini sering membuat Mama menduga bahwa ada yang salah dengan proses menyusuinya.
Menurut penjelasan dari seorang Breastfeeding Counselor, Uung Victoria Finky melalui akun media sosialnya @momuung.id yang dibagikan. Gerakan menoleh tersebut, ternyata tidak selalu menandakan bahwa si Kecil sedang merasa lapar lho.
Maka untuk menjawab rasa penasaran Mama, Popmama.com telah rangkum alasannya agar tidak salah lagi dalam mengartikan sinyal tubuh anak. Disimak ya!
Table of Content
1. Adanya rooting reflex

magnific.com/jcomp Pada usia 0-2 bulan, bayi biasanya memiliki rooting reflex atau respons alami tubuh untuk membantu mereka menemukan sumber makanan. Refleks ini bisa muncul kapan saja secara spontan, meski si Kecil sebenarnya tidak sedang dalam kondisi lapar. Sentuhan ringan pada bagian wajah, perubahan posisi tubuh, atau adanya rangsangan di sekitar pipi dapat memicu refleks ini keluar dengan mudah.
Jadi, Mama tidak perlu merasa khawatir berlebihan saat melihat respons ini terjadi sesaat setelah si Kecil selesai menyusu dan cobalah kenali polanya dengan baik agar Mama bisa membedakan refleks alami atau tanda lapar yang sebenarnya.
2. Sedang mencari kenyamanan

magnific.com/magnific Ketika refleks menoleh muncul meskipun bayi sudah selesai menyusu dengan kenyang, sering kali itu tandanya si Kecil hanya mencari kenyamanan.
Bayi sangat menyukai sensasi kedekatan fisik dengan Mama untuk menenangkan diri, sehingga Mama bisa melihat tandanya dengan mengecek kondisi menyusu si Kecil masih tampak ngempeng secara pelan. Jika iya, maka Mama tidak perlu buru-buru menawarkannya untuk menyusu lagi karena biasanya bayi hanya ingin bermanja-manja.
Hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa perilaku tersebut sama sekali bukan pertanda kalau ASI Mama kurang mencukupi kebutuhan hariannya.
3. Munculnya sinyal lapar

magnific.com/jcomp Sedangkan jika bayi memunculkan refleks menoleh tanpa perlu adanya sentuhan di pipi, itu bisa menjadi sinyal lapar. Biasanya gerakan ini juga disertai dengan tanda fisik lain seperti tangan mengepal erat.
Selain itu, bayi yang benar-benar lapar biasanya akan menjadi jauh lebih aktif dan disertai rewel hingga mengeluarkan tangisan. Mama bisa kenali tanda-tandanya dan pahami artinya kalau si Kecil sudah masuk ke sinyal lapar.
Dengan mengenali perbedaan gestur tubuhnya, Mama jadi lebih mudah membedakan kapan bayi menoleh karena refleks alami atau karena butuh ASI.
4. Pengaruh perubahan posisi

magnific.com/magnific Faktor lain yang dapat memicu bayi menoleh saat menyusu ialah adanya perubahan posisi tubuh yang mendadak, pergeseran posisi gendongan yang membuat kulit bersentuhan dengan tangan bisa mengejutkan bayi.
Selain itu, adanya rangsangan dari sekitar seperti suara atau cahaya lampu juga dapat menarik perhatian bayi yang sedang sensitif. Indra perasa anak yang baru berkembang membuatnya mudah terdistraksi oleh hal-hal kecil.
Maka, menciptakan suasana kamar yang nyaman saat menyusui dianjurkan agar bayi tetap fokus serta hindari tempat yang terlalu ramai agar si Kecil tidak mudah menghentikan aktivitas menyusunya.
5. Panggilan untuk mencari sumber ASI

magnific.com/magnific Pada dasarnya bayi selalu mendekat pada sumber kehangatan dan makanannya, aroma tubuh Mama yang khas menjadi daya tarik tersendiri yang membuat bayi selalu ingin mencari posisi paling pas.
Gerakan kepala ke kiri dan ke kanan merupakan cara bayi memastikan posisi puting dekat, hal ini menjadi bagian dari tahapan tumbuh kembang normal yang akan berangsur stabil seiring bertambahnya usia.
Mama cukup mendampingi dan memberikan respons penuh kelembutan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Mama di rumah dalam memahami bahasa tubuh buah hati.


















