8 Kondisi Bahaya Penyebab Perdarahan Selama Hamil

Waspada jika perdarahan saat hamil! Mungkin Mama mengalami kondisi ini

22 Desember 2018

8 Kondisi Bahaya Penyebab Perdarahan Selama Hamil
thehealthsite.com

Perdarahan selama kehamilan memang umum terjadi, terutama selama trimester pertama.

Biasanya, Mama tak perlu mengkhawatirkan kondisi ini jika perdarahan tergolong ringan.

Namun, pada beberapa kasus perdarahan merupakan tanda atau gejala adanya kondisi yang serius dan membahayakan.

Setiap perdarahan yang terjadi selama hamil memiliki faktor yang berbeda-beda, termasuk waktu terjadinya perdarahan juga menentukan seberapa bahaya perdarahan tersebut.

Karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab dan memeriksakannya ke dokter untuk memastikan bahwa Mama dan bayi di dalam kandungan dalam kondisi sehat.

Perdarahan yang Terjadi di Trimester Pertama

Perdarahan selama hamil banyak dialami pada trimester pertama kehamilan. Sekitar 20 persen perempuan mengalami pendarahan selama 12 minggu pertama kehamilannya.

Penyebab perdarahan trimester pertama juga bermacam-macam. Berikut ulasannya!

1. Perdarahan implantasi

1. Perdarahan implantasi
Freepik/creative_hat

Kamu mungkin akan mengalami beberapa bercak normal dalam 6 sampai 12 hari pertama setelah hamil, yaitu ketika sel telur yang dibuahi menanamkan dirinya sendiri di dinding rahim.

Kondisi menempelnya telur di rahim inilah yang menyebabkan perdarahan implantasi.

Biasanya pendarahan ini sangat ringan dan berlangsung hanya beberapa jam hingga beberapa hari saja.

Beberapa perempuan seringkali tidak menyadari bahwa mereka hamil, dan mereka mengira pendarahan ini adalah darah menstruasi.

2. Keguguran

2. Keguguran
americanpregnancy.org

Keguguran umumnya juga terjadi selama 12 minggu pertama kehamilan.

Keguguran cenderung menjadi salah satu hal yang paling dikaitkan dengan perdarahan di trimester pertama.

Gejala keguguran lainnya adalah kram yang hebat di bagian bawah perut dan keluarnya jaringan (gumpalan darah yang banyak) yang melewati vagina.

Namun, tidak semua perdarahan trimester pertama adalah tanda keguguran.

3. Kehamilan ektopik

3. Kehamilan ektopik
freepik

Dalam kehamilan ektopik, embrio yang dibuahi tertanam di luar rahim, biasanya terletak di tuba fallopi.

Jika embrio terus tumbuh di tempat itu, dapat menyebabkan janin pecah dan merusak tuba falopi. Hal tersebut juga dapat mengancam jiwa.

Gejala lain dari kehamilan ektopik adalah kram atau nyeri yang kuat di perut bagian bawah, pusing, hingga tak sadarkan diri.

Meskipun kehamilan ektopik berpotensi berbahaya, kasus ini hanya terjadi pada sekitar 2 persen kehamilan.

4. Hamil anggur

4. Hamil anggur
Freepik/nensuria

Hamil anggur sering disamakan dengan hamil ektopik. Padahal ini jelas berbeda ya, Ma! Mola hidatidosa atau disebut hamil anggur adalah kondisi langka di mana jaringan abnormal tumbuh di dalam rahim, dan gagal membentuk janin.

Jaringan abnormal tersebut termasuk jaringan prakanker yang bisa berpotensi menjadi kanker. Dalam kasus yang jarang terjadi, jaringan dapat menyebar ke bagian lain dalam tubuh.

Gejala lain dari hamil anggur selain perdarahan adalah mual dan muntah yang parah, sertapembesaran rahim yang cepat.

Perdarahan pada Trimester Kedua dan Ketiga

Perdarahan abnormal pada kehamilan yang sudah berusia lebih besar mungkin bisa menjadi indikasi yang lebih serius, karena bisa jadi menandakan adanya masalah pada ibu atau bayi.

Hubungi dokter sesegera jika Mama mengalami pendarahan di trimester kedua atau ketiga.

Kemungkinan penyebab perdarahan pada kehamilan di usia ini bisa dikarenakan faktor berikut:

Editors' Picks

1. Plasenta previa

1. Plasenta previa
Freepik/yanalya

Kondisi ini terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir.

Kasus plasenta previa terjadi hanya satu dari 200 kehamilan yang terjadi di trimester kedua atau ketiga. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang membutuhkan perhatian medis segera.

2. Abrupsi plasenta

2. Abrupsi plasenta
bellybelly.com

Kasus ini terjadi pada sekitar 1 persen kehamilan, yaitu terlepasnya atau meluruhnya plasenta dari dinding rahim sebelum waktunya persalinan.

Kondisi ini sangat berbahaya bagi ibu dan bayi. Tanda dan gejala lain dari abrupsi plasenta adalah nyeri perut yang kuat, lemas, denyut jantung cepat, dan nyeri punggung.

3. Ruptur uteri

3. Ruptur uteri
momjunction.com

Dalam kasus yang jarang terjadi, bekas luka dari operasi caesar sebelumnya dapat robek selama kehamilan. Ruptur uteri adalah kondisi robekan uterus yang sangat berbahaya.

Kondisi ini dapat mengancam jiwa, dan membutuhkan bedah caesar darurat. Ruptur uteri umumnya terjadi pada usia kehamilan yang lebih tua atau menjelang persalinan.

4. Persalinan prematur

4. Persalinan prematur
Unsplash/JankoFerlic

Pendarahan pada vagina di akhir kehamilan juga mungkin menjadi pertanda bahwa tubuh Anda bersiap-siap untuk melahirkan.

Beberapa hari atau minggu sebelum persalinan dimulai, sumbatan lendir yang menutupi pembukaan uterus akan keluar dari vagina, dan biasanya akan ada sejumlah kecil darah di dalamnya.

Jika perdarahan dan gejala persalinan dimulai sebelum minggu ke 37 kehamilan, segera hubungi dokter karena Mama mungkin akan mengalami persalinan prematur.

Gejala lain persalinan prematur antara lain, kontraksi, keputihan, tekanan pada perut, dan nyeri di punggung bawah.

Itulah penyebab perdarahan yang terjadi selama kehamilan. Tentu jika Mama mengalaminya, konsultasikan segera ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Tanda Awal Kehamilan.

Topic: