Inilah 5 Pantangan Saat Batuk di Masa Kehamilan

Saat hamil, sistem kekebalan tubuh cenderung berubah

10 Januari 2020

Inilah 5 Pantangan Saat Batuk Masa Kehamilan
Freepik

Saat hamil, sistem kekebalan tubuh cenderung berubah.

Sebagai akibat dari perubahan-perubahan ini, ibu hamil mungkin terkena batuk. Apalagi ditambah cuaca buruk yang tentu bisa berimbas pada kesehatan.

Ketika tubuh ibu hamil melemah, batuk pun lebih mudah menyerang. 

Dilansir dari American Pregnancy, untuk menghindari batuk maka langkah terpenting yang harus diambil adalah mempertahankan gaya hidup sehat. Pastikan makan bergizi dan penting mengonsumsi vitamin prenatal di masa kehamilan.

Sementara untuk meminimalisir tingkat keparahan, banyak faktor yang perlu diketahui.

Yuk, simak penjelasan tentang 5 pantangan saat batuk di masa kehamilan bawah ini. Berikut rangkumannya dari Popmama.com :

1. Makan makanan yang digoreng dan berminyak

1. Makan makanan digoreng berminyak
Pixabay/Hans

Meski biasanya tidak membahayakan nyawa, namun terserang batuk itu sungguh tersiksa di masa kehamilan.

Apalagi jika ibu hamil salah mengonsumsi makanan. Ya, batuk akan semakin parah apabila Mama mengonsumsi makanan gorengan.

Pasalnya makan makanan yang digoreng dan berminyak akan menghasilkan senyawa yang disebut akrolein, yakni yang bertindak sebagai alergen dan memperburuk batuk dan menyebabkan gatal tenggorokan.

Tak hanya itu, makanan yang digoreng dapat merangsang frekuensi batuk, pembentukan lendir dan mengganggu rambut pembersih di tenggorokan karena mengandung banyak minyak.

Editors' Picks

2. Mengonsumsi makanan pemicu alergi

2. Mengonsumsi makanan pemicu alergi
Pixabay/ejaugsburg

Pencegahan memang lebih baik. Ungkapan ini juga berlaku selama kehamilan.

Dengan janin yang sedang berkembang mengandalkan sang ibu untuk makanan dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, maka sebaiknya hindari mengonsumsi makanan pemicu alergi di saat batuk.

Pasalnya batuk bisa menjadi salah satu gejala asma, yang dihubungkan dengan faktor alergi.

Pada kasus batuk akibat alergi, Mama pun perlu memerhatikan makanan yang mencetuskan keluhan terkait.

Beberapa makanan pencetus alergi yang perlu dihindari saat batuk yaitu sea food, telur dan kacang-kacangan.

3. Minum atau makanan sesuatu yang dingin

3. Minum atau makanan sesuatu dingin
Pixabay/suju

Mendapatkan vaksinasi saat hamil terbilang sangat efektif dalam melindungi janin dari batuk dalam beberapa minggu pertama kehidupan mereka.

Sementara Qc Times.com memaparkan, makan es krim atau minum sesuatu yang dingin bisa memicu tindakan batuk refleksif dan penumpukkan lendir hingga menyebabkan iritasi.

Meminum minuman dingin dan es krim juga meningkatkan aliran pembuluh darah di sekitar tenggorokan.

Ini dapat meningkatkan frekuensi batuk di masa kehamilan.

4. Meminum susu dan produk olahan susu

4. Meminum susu produk olahan susu
Pixabay/Alexas_Fotos

Batuk adalah kondisi yang dapat mengganggu aktivitas ibu hamil.

Oleh karena itu, sebaiknya singkirkan minuman susu atau produk olahan susu lainnya untuk sementara waktu selama batuk belum mereda.

Di mana susu dan produk olahan susu dipercaya dapat merangsang pembentukan lendir pada saluran pernapasan.

Banyaknya lendir atau dahak yang terbentuk di saluran pernapasan, tentu dapat semakin merangsang batuk menjadi lebih sering.

5. Beraktivitas terlalu berat

5. Beraktivitas terlalu berat
Pixabay/shaila19

Batuk merupakan cara tubuh untuk merespons zat atau benda yang masuk ke dalam saluran pernapasan atau pencernaan ibu hamil.

Kondisi ini dapat menjadi lebih parah apabila penderita mengonsumsi makanan atau minuman yang salah.

Parenting.Firstcry.com mengatakan, bahwa batuk selama kehamilan biasanya menyebabkan kesulitan bernapas dan meningkat menjadi sesuatu yang lebih berbahaya seperti demam dan mengganggu pola tidur.

Untuk meredakan batuk, maka sebaiknya ibu hamil tidak beraktivitas berlebihan. Sebab saat batuk, sebenarnya sangat butuh istirahat agar sistem kekebalan tubuh tidak semakin melemah.

Itulah kelima pantangan untuk ibu hamil yang sedang alami batuk. 
Selanjutnya jika batuk tidak kunjung sembuh hingga berminggu-minggu, segeralah berobat ke dokter.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.