Waspada, Kenali 5 Pemicu Perdarahan di Awal Kehamilan

Siapa pun akan cemas dan panik jika mengalami perdarahan saat awal kehamilan

11 Januari 2019

Waspada, Kenali 5 Pemicu Perdarahan Awal Kehamilan
Freepik

Perdarahan yang terjadi pada awal kehamilan sering membuat ibu hamil merasa cemas. 

Perdarahan saat hamil di trimester awal merupakan kondisi yang cukup sering terjadi.

Mengeluarkan darah dari vagina saat hamil memang tidak selalu menandakan adanya masalah besar.

Namun jika terjadi perdarahan yang cukup deras, demam hingga merasa lemas, artinya sedang terjadi gangguan yang lebih besar.

Kalau mengalami hal itu sebaiknya Mama segera memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Nah, untuk lebih jelasnya ikuti penjelasan di bawah ini ya Ma. Ada 5 pemicu perdarahan yang terjadi saat awal kehamilan. Apa saja:

1. Hubungan seksual

1. Hubungan seksual
Freepik/Jcomp

Perdarahan saat awal kehamilan bisa juga disebabkan oleh hubungan seksual.

Di mana berhubungan intim menyebabkan adanya perubahan pada tekstur serviks atau rahim.

Melakukan seks selama hamil itu memang terbilang aman, namun siapa saja akan kaget jika setelah sesi bercinta yang penuh gairah ternyata mengeluarkan bercak darah.

Tenang, bagi ibu hamil itu adalah hal yang wajar jika mengalami perdarahan ringan setelah aktivitas seksual selama trimester kedua atau ketiga.

Di sisi lain perdarahan pada vagina selama kehamilan bukan selalu berarti janin berada dalam bahaya.

Bayi tetap keadaan aman dan nyaman terlindungi dalam kantung ketuban rahim di atas vagina, sementara lendir menyegel rapat pada leher rahim.

Jadi, selama hamil Mama tetap bisa berhubungan seks dan tidak akan menyakiti bayi di dalam kandungan.

Untuk menghindar perdarahan, ada baiknya Mama meminta suami untuk melakukannya lebih lembut.

Pilihan lainnya bisa beralih ke posisi bercinta seperti spooning atau penetrasi dari belakang, yaitu dapat membantu mencegah timbulnya bercak darah. 

2. Keguguran

2. Keguguran
Pexels/Rawpixel

Waspada. Awal kehamilan juga rawan sekali terjadi keguguran, lho.

Ibu hamil yang mengalami perdarahan saat hamil di trimester awal bisa berakhir dengan keguguran.

Kondisi ini muncul dengan perdarahan kecil dan berakhir dengan jaringan dari janin yang belum tumbuh dengan sempurna.

Gejala lain dari perdarahan yang menyebabkan earlymiscarriage, yaitu mengalami nyeri di perut bagian bawah dan keluarnya gumpalan daging melalui vagina.

Sangat disarankan saat hamil muda harus lebih berhati-hati dan tidak boleh terlalu lelah. Kalau Mama sampai terlalu lelah, kemungkinan keguguran bisa saja terjadi.

Pada setiap kasus pendarahan, sebaiknya Mama harus segera mencari pertolongan medis untuk evaluasi lebih lanjut. 

Editors' Picks

3. Kehamilan ektopik

3. Kehamilan ektopik
Rawpixel/428108

Tahukah Ma? Pemicu perdarahan lainnya saat hamil muda yaitu karena kehamilan ektopik.

Sementara kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi tidak di dalam rahim, di mana embrio (bakal janin) yang terbentuk saat pembuahan justru melakukan implantasi di bagian lain  dan sel telur yang sudah dibuahi itu akan menempel hingga tumbuh membesar sehingga mengakibatkan perdarahan.

Kehamilan ektopik biasanya juga disertai gejala seperti kram di perut bagian panggul, nyeri pada bahu, tidak nyaman ketika BAB atau BAK, hingga penurunan hormon HCG (humanchorionicgonadotropin).

Jika terjadi hal seperti itu, maka sang dokter akan melakukan USG atau tes darah.

Dengan metode USG transvaginal terbilang paling akurat untuk mendeteksi kehamilan ektopik. Prosedur inilah yang akan mengonfirmasi lokasi kehamilan ektopik dan detak jantung janin.

4. Perdarahan karena implantasi

4. Perdarahan karena implantasi
Freepik/Pressfoto

Keluarnya bercak darah yang terjadi pada ibu hamil juga bisa disebabkan ada implantasi atau menempelnya plasenta pada dinding rahim.

Saat menempel, dinding rahim akan sedikit terbuka dan darah akan turun hingga ke vagina.

Selain perdarahan ringan, Mama juga akan merasakan sakit yang cukup intens selama beberapa hari.

Sedangkan pada masalah ini termasuk kondisi yang normal dan tak perlu dikhawatirkan.

Selama tidak ada masalah dan perdarahan lanjutan, Mama tidak usah sampai pergi ke dokter.

Sebab perdarahan akibat implantasi biasa terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan.

Sedangkan pada beberapa kasus, banyak perempuan yang menyamakan kondisi ini dengan siklus menstruasi biasa dan mereka tidak menyadari bahwa dirinya sedang hamil.

5. Servistis

5. Servistis
Rawpixel/259660

Servisitis adalah kondisi peradangan pada leher rahim yang menyebabkan pembengkakan, berlendir hingga berdarah.

Adapun penyebab yang paling umum dari peradangan serviks tersebut adalah infeksi. Nantinya infeksi inilah yang akan menyebabkan terjadi servisitis.

Selain itu ada banyak kondisi lain dan Mama harus melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis maupun pengobatan yang tepat.

Pasalnya infeksi gonore dan klamidia yang biasanya didiagnosis bersamaan dengan servisitis akan menyebabkan penyakit radang panggul.

Kondisi tersebut jika sampai infeksi terjadi selama kehamilan kemungkinan besar bisa mengalami keguguran, ketuban pecah dini dan kehamilan prematur.

Pada awal kehamilan, yang akan ibu hamil alami ialah perubahan demi perubahan dan membuat Mama merasa tidak nyaman.

Jika terjadi gangguan besar, segera kunjungi dokter terdekat agar janin masih bisa diselamatkan.

Baca juga: 8 Kondisi Bahaya Penyebab Perdarahan Selama Hamil

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!