Mengenal Mommyrexia dan Dampaknya bagi Kesehatan Saat Hamil

Mommyrexia adalah sebuah sindrom untuk menjaga berat badan selama kehamilan

16 Oktober 2019

Mengenal Mommyrexia Dampak bagi Kesehatan Saat Hamil
Freepik/Pressfoto

Masa kehamilan identik dengan kenaikan berat badan. Rasanya tidak mungkin ada ibu hamil yang tidak mengalami kenaikan berat badan. Pasalnya, ibu hamil akan merasakan dorongan untuk makan lebih banyak selama masa ini.

Hal ini sangat normal. Ibu hamil memang harus makan lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan nutrisinya dan janin yang sedang ia kandung. Kekurangan nutrisi akan menimbulkan berbagai efek negatif, baik bagi ibu hamil maupun janin.

Namun, akhir-akhir ini merebak ‘tren’ mommyrexia. Ibu hamil dengan sengaja melakukan diet ketat atau olahraga berat demi meminimalisir kenaikan berat badannya. ‘Tren’ ini muncul setelah beberapa selebritis dunia membagikan fotonya selama masa kehamilan.

Mommyrexia sangat berbahaya lho, Ma. Yuk, kenali mommyrexia lebih jauh dan simak informasi berikut:

1. Apa itu mommyrexia?

1. Apa itu mommyrexia
Freepik/Jcomp

Mommyrexia atau pregorexia adalah sebuah sindrom yang membuat ibu hamil enggan meningkatkan berat badannya atau sengaja meminimalisir kenaikan berat badan yang terjadi.

Sindrom ini diduga mulai menjadi ‘tren’ sejak istri dari pesepakbola David Beckham, Victoria Beckham, menyebarkan foto-foto selama masa kehamilannya. Pada foto tersebut, Victoria Beckham tampak tetap memiliki tubuh yang kecil atau langsing meskipun sedang hamil.

Akibatnya, sebagian ibu hamil mengejar standar tersebut, baik dengan cara diet ketat ataupun olahraga berlebihan.

Sindrom ini rentan dialami oleh perempuan yang menomorsatukan penampilan fisik. Mereka melakukannya karena tidak ingin kehilangan kasih sayang dari pasangan akibat penampilan ataupun karena tidak ingin tampil buruk di muka umum.

2. Mommyrexia berbahaya bagi kesehatan ibu hamil

2. Mommyrexia berbahaya bagi kesehatan ibu hamil
Freepik

Mama tentu tahu bahwa kelengkapan dan kecukupan nutrisi adalah faktor penting bagi kesehatan ibu hamil. Otomatis, sindrom mommyrexia sangat berbahaya.

Pasalnya, ibu hamil yang mengidap sindrom mommyrexia akan sengaja mengurangi nutrisi yang dibutuhkan. Ia pun rentan mengalami infeksi, anemia, penyakit jantung, hingga anemia. Yang terburuk, ibu hamil bisa mengalami kelahiran prematur, pendarahan yang berlebih saat proses persalinan, hingga keguguran.

Tidak hanya itu, olahraga berat yang dilakukan juga berisiko mencederai ibu hamil.

Editors' Picks

3. Mommyrexia berbahaya bagi pertumbuhan dan perkembangan janin

3. Mommyrexia berbahaya bagi pertumbuhan perkembangan janin
debate.org

Tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu hamil, kekurangan nutrisi akibat sindrom mommyrexia juga akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.

Janin akan kesulitan meningkatkan bobot tubuhnya; berisiko mengalami gangguan pernapasan, pencernaan, sistem saraf, dan peredaran darah; berisiko mengalami kerusakan otak; berisiko lahir cacat; mengalami kelahiran prematur; hingga mengalami keguguran atau stillbirth.

Sindrom mommyrexia juga akan memengaruhi kehidupan anak nantinya lho, Ma. Beberapa penelitian berpendapat, kekurangan nutrisi saat masa kehamilan akan meningkatkan risiko schizophrenia atau kelainan mental saat anak tersebut tumbuh dewasa.

4. Tips menghindari mommyrexia

4. Tips menghindari mommyrexia
Freepik/Jcomp

Mommyrexia terjadi karena mindset. Keinginan untuk menjaga berat badan timbul karena mindset yang menomorsatukan penampilan. Akibatnya, pengidap mommyrexia gagal menyusun skala prioritas. Kesehatan ibu hamil dan janin yang seharusnya menjadi prioritas utama tergeser oleh penampilan.

Oleh karena itu, tips paling utama untuk menghindari mommyrexia adalah dengan mengubahpandangan tersebut. Ingat bahwa di antara segalanya, kesehatan ibu hamil dan janin lah yang paling penting.

Mama harus mengerti bahwa perubahan tubuh setiap ibu hamil berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang mengalami kenaikan berat badan signifikan, ada juga yang hanya minimal. Oleh karena itu, mengejar sebuah standar tidak akan menghasilkan apa-apa.

Selain itu, ajak pasangan untuk turut memberikan masukan dan dukungan positif. Pasangan harus mengingatkan bahwa kenaikan berat badan dan penampilan yang berubah tidak akan menjadi masalah baginya.

5. Kenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal

5. Kenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal normal
Freepik/Noxos

Ingat Ma, kenaikan berat badan selama kehamilan adalah hal yang normal. Bahkan, seharusnya seorang ibu hamil mengalami kenaikan berat badan antara 12,5 hingga 17,5 kilogram.

Meski demikian, jaga agar kenaikan berat badan Mama tidak berlebihan dan berada dalam fase normal ya. Jika sebelum masa kehamilan Mama memiliki berat badan normal, maka kenaikan yang dianjurkan adalah 1,5 kilogram per bulan. Sedangkan jika sebelum kehamilan Mama memiliki berat badan kurang dari rata-rata, kenaikan yang dianjurkan adalah 2 kg per bulan.

Agar kenaikan berat badan Mama tetap terkendali dan janin mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan, Mama harus mengatur pola makan Mama.

Itulah sedikit informasi tentang sindrom mommyrexia. Semoga sindrom ini tidak terjadi pada Mama ya. Sekali lagi, sindrom ini sangat berbahaya bagi Mama dan juga janin yang sedang Mama kandung.

Yuk, jaga kehamilan Mama agar sehat selalu!

Baca juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!