5 Bahaya Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Hamil dengan anemia bisa berisiko kepada Ibu dan si Kecil

15 Oktober 2019

5 Bahaya Anemia Ibu Hamil Perlu Diwaspadai
Freepik/Yanalya

Bahagia itu ketika Mama dan Papa mendapatkan kabar gembira bahwa dua garis biru bertengger pada alat tes kehamilan.

Tapi pada saat itu juga dokter mengatakan bahwa Mama punya anemia. Wah, hati-hati ya Ma, karena anemia saat hamil cukup berbahaya baik bagi Mama maupun bagi janin.

Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Biasanya kasus anemia yang paling sering terjadi adalah anemia defisiensi zat besi.

Anemia pada Ibu hamil disebabkan meningkatnya volume darah selama kehamilan. Tentunya kondisi ini memengaruhi kondisi Ibu hamil menjadi lebih lemah, lesu dan lunglai.

Risiko anemia pada Ibu hamil tidak main-main. Risiko terbesarnya adalah kematian dalam masa kehamilan.

Dalam Konvensi Anemua Sedunia tahun 2017 lalu, dikatakan bahwa sekitar 41,8 Ibu hamil di dunia mengalami kondisi anemia, dan 60% nya dikarenakan kekurangan zat besi.

Lantas, apa saja sih bahaya anemia saat Ibu sedang hamil? Berikut ini Popmama.com telah merangkum 5 bahaya anemia pada Ibu hamil:

1. Bayi lahir dengan berat badan rendah

1. Bayi lahir berat badan rendah
pixabay/Free-Photos

Anemia saat hamil erat kaitannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan rendah.

Selain itu, bayi juga akan lahir prematur dan tentu meningkatkan risiko kematian bayi.

Hal ini karena sistem imun bayi belum sempurna dan mungkin masih ada organ yang belum terbentuk sempurna.

Editors' Picks

2. Meningkatkan risiko kematian Ibu

2. Meningkatkan risiko kematian Ibu
picabay/PublicDomainPictures

Selain bisa menyebabkan masalah pada janin, anemia saat hamil juga meningkatkan angka kematian pada ibu hamil.

Kondisi ini disebabkan karena adanya pendarahan anterpartumatau pendarahan dari jalan lahir setelah usia kehamilan 2 minggu atau lebih maupun postpasrttum atau pendarahan yang terjadi setelah kehamilan.

Pendarahan ini terjadi karena Ibu hamil mudah mengalami kelelahan otot saat proses bersalin atau tidak adanya kontraksi otot rahim.

Pendarahan ini bisa berlanjut dapat mengarah ke kondisi syok yang sangat mengancam jiwa. Wah, bahaya sekali ya, Ma.

3. Kematian janin

3. Kematian janin
pixabay/Bru-nO

Ketika tubuh Mama tidak memiliki zat besi, janin dalam perut juga tidak memiliki asupan zat besi.

Padahal kandungan ini sangat penting bagi tumbuh kembang bayi. Hal inilah yang bisa menyebabkan kematian pada janin karena tidak terpenuhinya asupan nutrisi.

4. Depresi postpartum

4. Depresi postpartum
pixabay/stevepb

Depresi postpasrtum adalah depresi yang dialami setelah melahirkan. Anemia saat hamil akan meningkatkan risiko depresi postpartum ini.

5. Pendarahan saat bersalin

5. Pendarahan saat bersalin
pixabay/stevepb

Anemia saat hamil akan berujung pada tidak bekerjanya otot hingga tidak adanya kontraksi otot. Hal ini tentunya berbahaya sampai persalinan dilakukan. Anemia juga dapat menyebabkan tubuh Ibu hamil lebih sulit melawan infeksi.

Wah Ma, banyak sekali bahaya jika Mama mengalami anemia saat hamil. Untuk mengatasinya, Mama bisa meningkatkan asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B 12.

Mama bisa mendapatkannya dari daging merah, sayuran berdaun hijau, telur, kacangkacangan, ayam, dan ikan.

Lakukan pencegahan anemia sedini mungkin agar Mama dan janin tetap sehat selama kehamilan, ya!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.