Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Unsplash/Aldino Hartan Putra
Unsplash/Aldino Hartan Putra

Intinya sih...

  • Ibu hamil sering ngidam tahu gejrot

  • Perhatikan kebersihan dan komposisi makanan

  • Pastikan tingkat kepedasan, cuka, dan gula tidak berlebihan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ngidam jajanan pedas, asam, dan segar seperti tahu gejrot memang sering dialami saat hamil. Perpaduan tahu goreng, cabai, cuka, dan kuah manisnya bikin camilan khas Cirebon ini susah ditolak. Tapi di balik rasanya yang menggugah selera, ibu hamil tentu perlu lebih selektif memilih makanan, terutama jajanan kaki lima yang proses pengolahannya tidak selalu terlihat jelas.

Lalu, sebenarnya boleh tidak ibu hamil makan tahu gejrot?

Menurut dr. Buha, Sp.OG, camilan ini tetap bisa dikonsumsi, asalkan memperhatikan beberapa hal penting terkait kebersihan, tingkat kepedasan, serta komposisi bumbunya. Berikut penjelasan dan tipsnya agar tetap aman untuk kehamilan.

Berikut Popmama.com rangkum bolehkah ibu hamil makan tahu gejrot.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tahu Gejrot?

Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Ibu hamil sering kali ngidam jajanan kaki lima, salah satunya tahu gejrot yang segar, pedas, dan asam-manis. Tenang, menurut dr. Buha, Sp.OG, konsumsi makanan ini tetap perlu perhatian khusus, terutama dari sisi kebersihan dan komposisinya. 

Berikut tips dari dr. Buha agar ibu hamil tetap aman saat ingin makan tahu gejrot.

Tips Ibu Hamil Boleh Makan Tahu Gejrot yang Aman

1. Pastikan kebersihan bahan dan alatnya

Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Tahu gejrot menggunakan tahu goreng dengan sambal dari cabai mentah yang diulek dan dicampur cuka. Biasanya pedagang hanya menggunakan satu cobek untuk membuat sambalnya.

Oleh karenanya, kebersihan alat penggiling jadi hal penting. Jika alat tidak higienis, risiko kontaminasi bakteri bisa meningkat.

“Yang jadi perhatian adalah kebersihan dari alat yang digunakan untuk menggiling cabai mentah. Kalau nggak bersih bisa berisiko terkontaminasi seperti E. coli, salmonella, listeria, dan sebagainya,” jelas dr. Buha, Sp.OG.

Bakteri tersebut bisa memicu gangguan pencernaan hingga infeksi yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Karena itu, sebaiknya pilih penjual yang terlihat bersih atau buat sendiri di rumah agar lebih terkontrol.

2. Kurangi tingkat kepedasan

Popmama.com/Putri Syifa N/AI

Cabai rawit yang digunakan pada tahu gejrot punya rasa pedas yang cukup kuat. Pada ibu hamil, makanan terlalu pedas bisa memicu keluhan lambung.

“Cabai rawit itu pedasnya berlebih juga bisa mengakibatkan nggak nyaman. Bisa merangsang lambung, asam lambung meningkat, nyeri ulu hati, diare bahkan dehidrasi,” kata dr. Buha.

Agar lebih aman, bumil disarankan meminta level pedas dikurangi. Dengan begitu, tetap bisa menikmati rasanya tanpa menimbulkan gangguan pencernaan.

3. Batasi cuka dan gula untuk ibu hamil

Instagram.com/a.foods.gallery

Kuah tahu gejrot identik dengan rasa asam dari cuka dan manis dari gula. Kombinasi ini perlu dibatasi saat hamil.

“Cuka yang digunakan itu juga asam, kemudian gula-gula yang berlebihan bisa berisiko meningkatkan diabetes,” ujar dr. Buha.

Konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko diabetes gestasional, sedangkan asam berlebih bisa memperparah keluhan lambung. Jadi, boleh makan tahu gejrot, asalkan porsinya wajar dan komposisinya tidak berlebihan.

Itu tadi penjelasan ibu hamil makan tahu gejrot. Semoga membantu Mama yang galau mengidam makanan yang satu ini.

Editorial Team