Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ibu Hamil Sering Sendawa? Ini Faktanya

Pexels/Pavel Danilyuk
Pexels/Pavel Danilyuk
Intinya sih...
  • Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh Mama, termasuk sering sendawa. Sering sendawa ini salah satunya disebabkan oleh kembung dan gas.
  • Penyebab kembung dan gas selama kehamilan antara lain perubahan hormonal, pencernaan yang lebih lambat, peningkatan produksi gas, dan sembelit.
  • Perut kembung dan bergas dapat dimulai sejak trimester pertama kehamilan, disebabkan oleh peningkatan progesteron dan tekanan rahim pada sistem pencernaan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ibu hamil mengalami banyak perubahan dan beberapa ketidaknyamanan. Selain sering buang air kecil, sebagian ibu hamil sering sendawa.

Sendawa adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan gas atau udara berlebih dari saluran pencernaan bagian atas (lambung dan kerongkongan) melalui mulut.

Tapi, kenapa ibu hamil sering sendawa? Apakah kondisi ini normal atau jangan-jangan malah perlu diperiksakan ke dokter?

Bila Mama juga sering sendawa saat hamil, simak penjelasan Popmama.com berikut ini tentang kenapa ibu hamil sering sendawa.

Kenapa Ibu Hamil Sering Sendawa?

Pexels/Amina Filkins
Pexels/Amina Filkins

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh mama—dan ya, itu termasuk pencernaan. Kembung dan gas bukanlah gejala yang paling banyak dibicarakan, sebenarnya gejala ini sangat umum.

Saat tubuh mama beradaptasi untuk mendukung pertumbuhan janin, perubahan hormon mulai mengendurkan sistem pencernaan mama. Perlambatan ini dapat menyebabkan gas terperangkap, perut kembung, dan sering bersendawa atau kentut. Ditambah lagi, rahim yang membesar memberi tekanan pada usus mama, membuat semuanya menjadi lebih tidak nyaman.

Untungnya, gejala-gejala ini biasanya tidak berbahaya—dan ada banyak cara mudah dan aman untuk membantu mengurangi tekanan tersebut.

Apa Penyebab Kembung dan Gas selama Kehamilan?

Freepik/user18526052
Freepik/user18526052

Sepanjang kehamilan, tubuh perempuan mengalami banyak perubahan untuk mengakomodasi perkembangan janin. Dari perubahan-perubahan ini, mungkin yang paling penting adalah perubahan hormonal, yang memengaruhi berbagai proses tubuh, termasuk pencernaan. Mengetahui penyebab kembung dan gas adalah kunci untuk mengatasi gejala-gejala ini dengan sukses.

Berikut beberapa penyebab kembung dan gas selama kehamilan:

  • Perubahan hormonal

Salah satu penyebab utama kembung dan gas selama kehamilan adalah peningkatan hormon progesteron. Progesteron juga efektif dalam merelaksasi otot rahim, tetapi juga menyebabkan otot-otot saluran pencernaan rileks. Dengan merelaksasi otot-otot saluran pencernaan, hal ini memperlambat pencernaan melalui tubuh. Ini mencegah banyak makanan melewati usus karena memungkinkan gas menumpuk dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini dapat menyebabkan rasa penuh atau rasa tidak nyaman di area perut dan kembung.

  • Pencernaan yang lebih lambat

Seiring kemajuan kehamilan, rahim yang membesar mulai memberi tekanan pada perut dan usus. Tekanan ini juga dapat memperlambat proses pencernaan, menyebabkan penumpukan gas. Proses pencernaan yang tertunda tidak hanya menyebabkan kembung tetapi juga berkontribusi pada gejala kehamilan umum lainnya seperti sembelit. Dalam beberapa kasus, pergerakan makanan yang tertunda melalui sistem pencernaan dapat menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan yang lebih parah.

  • Peningkatan produksi gas

Kehamilan dapat membuat tubuh mama memproduksi lebih banyak gas daripada biasanya. Ini karena hormon yang memperlambat pencernaan. Ketika makanan bergerak lebih lambat melalui sistem pencernaan, makanan memiliki lebih banyak waktu untuk berfermentasi di usus, sehingga menghasilkan gas berlebih. Mama mungkin mengalami rasa kembung, terutama setelah mengonsumsi makanan yang lebih sulit dicerna, seperti makanan dengan kandungan serat tinggi atau makanan yang mengandung lemak.

  • Sembelit

Penyebab lain dari kembung dan gas selama kehamilan adalah sembelit. Sembelit umum terjadi selama kehamilan karena fluktuasi hormonal yang memperlambat sistem pencernaan. Rahim yang membesar juga memberi tekanan pada usus, sehingga tinja lebih sulit bergerak melalui saluran pencernaan. Ketika Mama mengalami sembelit, gas terperangkap di usus, menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan.

Kapan Perut Kembung dan Bergas Mulai Terjadi selama Kehamilan?

Freepik
Freepik

Perut kembung dan bergas dapat dimulai sejak trimester pertama kehamilan, dan sebagian besar ibu hamil mengalami gejala ini sepanjang kehamilan mereka. Namun, gejala ini paling umum terjadi selama trimester pertama dan kedua karena tubuh mengalami perubahan hormonal yang drastis untuk mengakomodasi pertumbuhan bayi.

Selama trimester pertama, gas dan perut kembung biasanya disebabkan oleh peningkatan progesteron, yang membuat saluran pencernaan rileks. Seiring berjalannya kehamilan, rahim yang membesar juga dapat menjadi penyebab gas dan perut kembung dengan memberi tekanan pada sistem pencernaan.

Bagi sebagian besar wanita, gejala-gejala ini mulai memudar seiring tubuh mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut. Tetapi bagi beberapa ibu hamil, gas dan perut kembung dapat berlanjut sepanjang kehamilan.

Apa Saja Gejala Umum Perut Kembung dan Bergas selama Kehamilan?

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Tanda-tanda perut kembung dan bergas yang paling umum selama kehamilan adalah:

  • Perut terasa penuh

Mama mungkin mendapati perut lebih penuh dari biasanya atau bahkan terasa sedikit bengkak. Rasa kenyang dapat dirasakan setelah makan, tetapi dalam beberapa kasus, rasa kenyang akan bertahan sepanjang hari. Tekanan pada usus akibat pembesaran rahim akan memperburuk kembung.

  • Sering bersendawa atau buang gas

Ibu hamil biasanya mengalami peningkatan kentut dan bersendawa, atau mengeluarkan gas. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang mengendurkan otot-otot saluran pencernaan, sehingga udara dapat menumpuk di perut. Pencernaan makanan yang melambat juga berperan dalam menghasilkan lebih banyak gas di usus.

  • Ketidaknyamanan atau nyeri perut

Gas yang terperangkap dapat membuat beberapa wanita merasa nyeri atau tidak nyaman di perut mereka. Ketidaknyamanan tersebut dapat berkisar dari kram ringan hingga rasa kembung yang tajam. Ketidaknyamanan ini bersifat sementara tetapi dapat mengganggu ketika terjadi.

  • Sembelit

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sembelit adalah salah satu gejala kehamilan yang umum. Ketika Mama mengalami sembelit, tinja melewati saluran pencernaan dengan lambat, menyebabkan ketidaknyamanan dan kembung. Sembelit dapat menyebabkan penumpukan gas tambahan di usus, yang memperburuk kembung.

Bagaimana Cara Meredakan Gas dan Kembung selama Kehamilan?

Freepik/valeria_aksakova
Freepik/valeria_aksakova

Meskipun kembung dan gas umum terjadi selama kehamilan, ada beberapa cara untuk mengurangi gejala ini dan membuat Mama merasa lebih nyaman. Berikut adalah beberapa tips efektif untuk mengatasi kembung dan gas selama kehamilan:

  • Makan porsi lebih kecil dan lebih sering

Salah satu metode terbaik untuk mencegah kembung adalah dengan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil sepanjang hari. Daripada mengonsumsi tiga kali makan besar, cobalah makan lima atau enam kali makan kecil. Ini akan mencegah makan berlebihan, yang meregangkan perut dan menyebabkan kembung. Porsi kecil juga mempermudah pencernaan dengan memungkinkan perut mencerna makanan lebih efisien.

  • Hindari makanan penghasil gas

Makanan tertentu menghasilkan lebih banyak gas seperti kacang-kacangan, kubis, bawang, brokoli, dan minuman berkarbonasi. Batasi atau kurangi makanan ini, terutama jika Mama merasa makanan tersebut memicu kembung dan gas. Pilih makanan yang mudah dicerna dan kurang menghasilkan gas seperti protein tanpa lemak, biji-bijian utuh, dan buah-buahan seperti pisang atau apel.

  • Minum air yang cukup

Minum banyak air sepanjang hari diperlukan untuk menjaga sistem pencernaan yang sehat. Asupan air yang cukup dapat membantu mencegah sembelit dan mengurangi kembung. Air juga membantu menghilangkan kelebihan natrium, yang menyebabkan retensi air dan kembung.

  • Berolahraga secara teratur

Berolahragalah secara teratur selama kehamilan, dan ini juga dapat digunakan untuk mengurangi kembung. Olahraga dapat merangsang pencernaan serta pergerakan gas di saluran pencernaan. Jalan kaki selama kehamilan adalah olahraga yang sempurna untuk ibu hamil karena merupakan olahraga ringan bagi tubuh tetapi dapat membantu mengurangi kembung.

  • Kunyah makanan dengan perlahan

Makan dengan cepat menyebabkan menelan udara, yang merupakan penyebab utama kembung dan gas. Makanlah perlahan dan kunyah makanan dengan benar untuk membantu pencernaan. Ini membantu mencegah penumpukan gas di perut dan usus.

  • Konsumsi obat yang aman untuk kehamilan

Ada beberapa obat yang aman untuk kehamilan yang dapat Mama gunakan untuk membantu meredakan gas dan kembung. Teh jahe, misalnya, adalah agen penenang dan dapat membantu melancarkan pencernaan. Teh peppermint adalah obat alami yang akan menenangkan otot-otot sistem pencernaan dan meredakan kembung. Selalu konsultasikan dengan dokter Mama sebelum menggunakan obat baru apa pun selama kehamilan.

  • Kenakan pakaian yang nyaman

Pakaian ketat dapat menyebabkan tekanan yang tidak diinginkan pada perut mama, dan meningkatkan kembung. Cobalah mengenakan pakaian longgar dan nyaman yang tidak mencekik di sekitar pinggang atau perut. Ini menghindari tekanan tambahan dan mengurangi perasaan kenyang.

Kapan Mama Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Unsplash
Unsplash

Meskipun kembung dan gas umumnya bukan masalah saat hamil, ada situasi tertentu di mana Mama perlu berkonsultasi dengan dokter:

  • nyeri perut parah atau kronis
  • darah dalam tinja atau muntah:
  • sembelit parah atau tidak mengeluarkan gas

Kembung dan gas selama kehamilan adalah keluhan umum yang dialami sebagian besar perempuan, terutama pada trimester pertama dan kedua. Meskipun gejala-gejala ini dapat mengganggu, biasanya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan melakukan beberapa penyesuaian mudah pada gaya hidup Mama, seperti makan lebih sedikit, minum banyak air, dan berolahraga secara teratur.

Tetapi jika Mama mengalami gejala yang sangat buruk atau berkelanjutan, sangat penting untuk berbicara dengan dokter kandungan agar Mama dapat memastikan bahwa semuanya berjalan dengan baik. Kehamilan adalah masa perubahan besar, dan menjaga kesehatan fisik serta mental sangatlah penting.

Sekarang Mama sudah mengetahui kenapa ibu hamil sering sendawa saat hamil. Bila kondisinya makin parah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Cara Mengetahui Kehamilan Melalui Denyut Nadi, Benarkah Bisa Dideteksi?

31 Jan 2026, 13:00 WIBPregnancy