“Boleh mam, silahkan boleh, tapi batasin porsinya, jangan berlebihan ya,” jelas dr. Buha Sabar Eduwart Padapotan Sihombing, Sp.OG selaku melansir dari akun TikTok pribadinya, @dr.buha.spog.
Bolehkah Ibu Hamil Makan Cilok? Penting Perhatikan Kebersihannya!

Cilok menjadi salah satu jajanan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal. Tak jarang, ibu hamil pun menginginkan camilan sederhana ini saat ngidam.
Namun, muncul pertanyaan yang sering membuat Mama ragu, bolehkah ibu hamil makan cilok?
Simak informasinya telah Popmama.com rangkum berdasarkan penjelasan dokter kandungan, melansir dari akun Instagram @dr.buha.spog.
Bolehkah Ibu Hamil Makan Cilok?
1. Ibu hamil boleh makan cilok, tapi jangan berlebihan
Ibu hamil pada dasarnya diperbolehkan mengonsumsi cilok. Namun, porsi menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. Sebab, Mama disarankan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.
Hal ini karena cilok umumnya hanya terbuat dari tepung tapioka dan air, sehingga nilai gizinya cukup rendah. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, camilan ini bisa membuat Mama merasa kenyang tanpa mendapatkan asupan nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan.
2. Masalah kebersihan cilok perlu jadi perhatian utama

Alasan pertama mengapa ibu hamil perlu berhati-hati saat makan cilok adalah faktor kebersihan. Cilok yang dijual di jalanan sering kali dibuat dalam kondisi yang kurang higienis. Air kukusan yang jarang diganti menjadi salah satu sumber potensi bahaya.
“Jangan berlebihan, kenapa? Karena ada beberapa potensi berbahaya dari cilok. Yang pertama, masalah kebersihan, Sering banget cilok dibuat nggak bersih, air kukusannya jarang diganti," ungkap dr. Buha.
Selain itu, tempat berjualan cilok umumnya berada di pinggir jalan dan sering kali tidak tertutup dengan baik. Kondisi ini meningkatkan risiko cilok terpapar debu yang mengandung bakteri, virus, hingga parasit.
“Kemudian, juga tempatnya itu jarang dibersihkan. Kemudian juga dijual dipinggir jalan, nggak ditutup rapi, sehingga meningkatkan risiko terkena debu yang mungkin mengandung bakteri, virus, dan parasit. Dan kalau misalnya terkontaminasi dengan bakteri, virus, dan parasit, tentunya akan mengakibatkan nggak baik bagi ibu hamil dan janinnya,” lanjutnya.
3. Waspadai bahan tambahan berbahaya pada cilok

Risiko berikutnya yang perlu ibu hamil ketahui adalah penggunaan bahan tambahan berbahaya. Pasalnya, beberapa penjual cilok kerap menambahkan zat adiktif seperti formalin dan boraks agar cilok bisa lebih awet dan tahan lama.
Penggunaan formalin dan boraks sangat berbahaya, terlebih bagi ibu hamil. Zat-zat tersebut dapat mengganggu kesehatan tubuh dan berpotensi memberikan dampak negatif pada perkembangan janin jika dikonsumsi secara terus-menerus.
“Nah yang kedua, bahan tambahan yang didalamnya supaya ciloknya bisa bertahan lama, sering kali ditambahkan dengan zat adiktif seperti formalin dan boraks,” ujar dr. Buha.
4. Tingkat kematangan cilok dan kebersihan saus juga penting

Tak hanya bahan dan kebersihan tempat jualan, tingkat kematangan cilok juga harus diperhatikan. Cilok yang tidak matang sempurna berisiko terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Listeria atau Salmonella.
Selain ciloknya, saus kacang yang menjadi pelengkap juga tidak boleh luput dari perhatian. Saus yang tidak bersih atau sudah basi dapat menjadi sumber bakteri yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu hamil.
“Yang berikutnya adalah kematangan dari ciloknya tadi. Nah kalau dia nggak mateng, sering terkontaminasi dengan bakteri. Bisa listeria atau salmonella yang berakibat nggak baik juga. Kemudian juga saus kacangnya, harus diperhatikan kalau saus kacangnya benar-benar bersih,” jelas dr. Buha.
5. Tips aman makan cilok untuk ibu hamil

Meski memiliki beberapa risiko, ibu hamil tetap boleh menikmati cilok dengan cara yang lebih aman. Mama bisa memilih penjual cilok yang terlihat bersih, baik dari segi tempat berjualan maupun proses pengolahannya.
“Silahkan dimakan, yang pertama harus bersih. Pilihlah penjual yang bersih atau tempat jualan juga bersih. Hindari kemungkinan cilok yang mengandung formalin ataupun boraks,” ungkap dr. Buha.
Hindari cilok yang dicurigai mengandung formalin atau boraks. Agar lebih aman, Mama juga disarankan membuat cilok sendiri di rumah. Gunakan bahan yang lebih bernutrisi seperti tepung tapioka yang dicampur dengan daging atau ayam untuk meningkatkan nilai gizinya.
Pastikan cilok dimasak hingga benar-benar matang dan saus kacang yang digunakan bersih serta segar. Dengan begitu, Mama tetap bisa menikmati cilok tanpa khawatir berlebihan.
“Yakinkan ciloknya benar-benar dimasak mateng. Ya kalau boleh, buat aja sendiri ciloknya pakai tepung tapioka, tambahin daging, tambahin ayam agar nilai gizinya lebih tinggi dibandingkan hanya tepung tapioka dan juga air saja yang nutrisinya sangat rendah,” sambungnya.
“Kemudian, saus kacangnya juga harus diperhatikan harus benar-benar bersih dan segar,” pungkasnya.
Nah, itu dia penjelasan mengenai bolehkah ibu hamil makan cilok berdasarkan penjelasan dokter. Semoga informasinya membantu.ya, Ma.


















