Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Intinya sih...

  • Urap adalah salad khas Indonesia dengan campuran sayuran dan kelapa parut

  • Ibu hamil boleh makan urap asal sayurannya bersih, matang, dan bumbunya juga matang

  • Sayuran seperti taoge mentah, daun pepaya, dan pare sebaiknya dihindari dicampurkan ke dalam urap

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Urap dijuluki sebagai salad khas Indonesia karena terdiri dari campuran aneka sayuran, seperti kacang panjang, bayam, taoge, daun singkong, daun pepaya, dan kubis. Berbagai sayuran tersebut kemudian disajikan dengan taburan kelapa parut berbumbu yang gurih dan harum.

Sebagai salah satu kuliner tradisional Indonesia, urap telah dikenal sejak lama, terutama di wilayah Pulau Jawa dan Bali. Hidangan ini kerap hadir sebagai menu pendamping dalam berbagai acara adat maupun santapan sehari-hari. Selain mudah dibuat, bahan-bahan urap juga relatif mudah ditemukan di pasar tradisional.

Tak hanya lezat, urap juga memiliki nilai gizi yang baik. Beragam sayuran di dalamnya kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan serta membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kelapa parut sebagai bahan utama bumbu urap pun mengandung lemak sehat yang dibutuhkan tubuh.

Dengan rasa gurih dan menyegarkan, urap menjadi salah satu makanan tradisional yang banyak digemari, termasuk oleh ibu hamil. Namun, bolehkah ibu hamil makan urap?

Berikut Popmama.com telah menyiapkan jawabannya. Yuk, simak bersama, Ma!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Urap?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menanggapi pertanyaan tersebut, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Buha Sabar Edward Padapotan Sihombing memberikan penjelasannya melalui unggahan video berdurasi 2 menit lebih di akun TikTok pribadi @dr.buha.spog. Ia mengatakan bahwa ibu hamil boleh mengonsumsi urap selama masa kehamilan.

Meski begitu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya. Pengolahan bahan dan kebersihan makanan menjadi faktor utama, karena jika tidak diolah dengan benar, urap berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan janin.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan saat Ibu Hamil Makan Urap

1. Pastikan sayur yang digunakan bersih dan segar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat mengonsumsi urap, sangat penting untuk ibu hamil memastikan sayur-sayur yang digunakan dalam kondisi segar dan berkualitas baik. Pilih sayuran yang masih segar, tidak layu, tidak rusak, dan bebas dari bau tidak sedap. Sayuran yang segar tidak hanya membuat rasa urap lebih nikmat, tetapi juga menjaga kandungan nutrisi tetap optimal.

Selain itu, semua sayuran perlu dicuci bersih di bawah air mengalir untuk menghilangkan kotoran, sisa tanah, maupun bakteri yang menempel, sehingga aman dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil yang membutuhkan perhatian ekstra terhadap kebersihan makanan.

2. Pastikan sayuran benar-benar matang  

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain kebersihan, proses memasak juga perlu diperhatikan. Sayur-sayuran untuk urap sebaiknya direbus, dikukus atau ditumis hingga benar-benar matang, bukan setengah matang.

Memasak sampai matang sempurna bertujuan untuk membunuh kuman atau bakteri yang mungkin masih menempel pada bahan makanan, sehingga lebih aman dikonsumsi oleh ibu hamil.

3. Kelapa parut dan bumbu harus matang

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Bukan hanya sayur-sayurnya saja, pengolahan kelapa dan bumbu urap juga harus diperhatikan. Kelapa parut yang tidak matang berisiko mengandung bakteri dan parasit berbahaya, sehingga dapat menimbulkan gangguan pencernaan hingga risiko bagi janin.

Oleh karena itu, bumbu-bumbu dan kelapa parut harus dimasak hingga benar-benar matang, baik dengan cara dikukus maupun ditumis, agar semua kuman hilang. Proses memasak yang sempurna membuatnya lebih aman dikonsumsi, terutama bagi ibu hamil.

5. Jangan berlebihan mengonsumsi urap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski urap tergolong makanan sehat dan boleh dikonsumsi selama kehamilan, ibu hamil tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

Beberapa jenis sayuran tertentu dapat memicu kontraksi apabila dikonsumsi dalam jumlah terlalu banyak. Oleh karena itu, konsumsilah urap dalam porsi yang wajar dan seimbang dengan asupan gizi lainnya.

Risiko Mengonsumsi Urap yang Tidak Matang bagi Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Urap yang tidak dimasak hingga matang, baik pada sayur maupun kelapa parutnya, berisiko terkontaminasi berbagai bakteri berbahaya seperti Salmonella, Escherichia coli (E. coli), dan Listeria. Selain itu, makanan yang tidak matang juga berpotensi mengandung parasit, seperti telur cacing, yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil.

Jika terkontaminasi, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan dehidrasi. Pada kasus yang lebih serius, infeksi bisa menyebar dan memengaruhi kehamilan serta janin, sehingga meningkatkan risiko infeksi kehamilan, keguguran, hingga persalinan prematur.

Sayuran yang Sebaiknya Tidak Ibu Hamil Campurkan ke Urap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski urap identik dengan aneka sayuran yang menyehatkan, tidak semua jenis sayur aman dikonsumsi ibu hamil, terutama jika diolah kurang matang atau dikonsumsi berlebihan. Karena itu, ada beberapa sayuran yang sebaiknya dikurangi, diolah dengan lebih hati-hati, atau dihindari untuk dicampurkan ke dalam urap.

  • Taoge mentah. Sayuran ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena berisiko membawa bakteri bila tidak higienis. Meski kaya vitamin C, serat, dan protein, konsumsinya dapat memicu mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Dalam kondisi tertentu, taoge mentah juga berisiko menyebabkan infeksi Salmonella, yang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur hingga keguguran.

  • Daun pepaya. Daun ini tidak dianjurkan dikonsumsi secara berlebihan saat hamil. Kandungan enzim papain di dalamnya dapat meningkatkan produksi prostaglandin sehingga berpotensi memicu kontraksi rahim. Selain itu, enzim ini juga dapat memengaruhi proses implantasi, sehingga dikaitkan dengan risiko keguguran dan persalinan prematur bila dikonsumsi berlebihan.

  • Pare. Sayur ini mengandung senyawa tertentu yang bila dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan dan kontraksi rahim. Oleh karena itu, pare sebaiknya dibatasi dan dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi ibu hamil.

  • Sayuran yang tidak dicuci dan mentah. Apa pun jenis sayurannya, jika tidak dicuci bersih sebaiknya dihindari.

Resep Urap yang Bisa Dicoba Untuk Ibu Hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika Mama ingin mengonsumsinya, berikut beberapa resep urap yang bisa dikonsumsi untuk ibu hamil.

Resep Urap Kecipir

  • Bahan-bahan: 500 gr kecipir, 3 sdm minyak goreng, ½ buah kelapa parut (pilih yang muda), 1 sdm garam untuk meremas kecipir, 1 sdt gula pasir, 1 sdt kaldu jamur, 1 sdt garam, air secukupnya.

  • Bumbu: 10 cabai merah keriting, 2 cabai merah besar, 5 cabai rawit merah, 4 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 2 ruas kencur sebesar ibu jari.

  • Cara membuat: Bersihkan kecipir, potong serong, remas dengan garam, diamkan 10 menit. Rebus hingga empuk, tiriskan. Tumis bumbu halus dengan minyak, garam, gula, dan kaldu jamur, masukkan kelapa parut hingga meresap. Campurkan kecipir rebus, aduk rata, sajikan.

 Resep Urap Sayur

  • Bahan-bahan: ½ ikat bayam, 10 batang kacang panjang, 1 bonggol jagung, ½ batang wortel, 200 gr kelapa parut.

  • Bumbu: 5–7 cabai merah kering, 2 siung bawang putih.

  • Cara membuat: Potong sayuran, pipil jagung, rebus hingga matang, tiriskan. Haluskan bumbu, campur dengan kelapa, sangrai hingga harum. Campurkan kelapa berbumbu dengan sayuran, aduk rata, sajikan.

Nah, itu dia penjelasan mengenai ibu hamil makan urap. Jadi, ibu hamil boleh makan urap selama bersih, sayurannya matang, dan memerhatikan kebersihannya.

Editorial Team