Mama, Perhatikan Bahaya Toksoplasma Bagi Kehamilan

Waspadai penyakit ini, Ma! Jika terkena akan sangat berbahaya lho

9 Februari 2020

Mama, Perhatikan Bahaya Toksoplasma Bagi Kehamilan
healthjade.com

Toksoplasma adalah salah satu penyakit yang paling ditakutkan oleh ibu hamil.

Masalahnya, jika terkena parasit ini ibu hamil dapat rentan mengalami keguguran berulang, atau bahkan janin yang dilahirkan dapat lahir cacat.

Penyakit yang identik ditularkan oleh binatang kucing ini, ternyata tak hanya ditularkan oleh kucing saja, tapi juga dari beberapa faktor lainnya.

Sebelum men-jugde kucing peliharaan Mama, Mama perlu tahu apa saja penyebab seseorang dapat tertular penyakit ini, bahayanya, dan cara mencegahnya.

1. Penyebab toksoplasma

1. Penyebab toksoplasma
babydotdot.com

toksoplasma adalah penyakit yang di timbulkan oleh parasit yang bernama toxoplasma gondii.

Penyakit toksoplasma ini, disebabkan oleh beberapa faktor.

Jadi bukan hanya orang yang memelihara kucing saja yang bisa terserang parasit ini, melainkan siapapun.

Beberapa faktor penyebab toksoplasma adalah :

  • Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang tidak dicuci bersih
  • Tangan terkontaminasi tanah atau kotoran kucing, kemudian tanpa dicuci terlebih dahulu tangan bersentuhan dengan mulut atau hidung
  • Sering mengonsumsi daging mentah atau setengah matang
  • Menggunakan peralatan yang telah terkontaminasi dengan daging yang terinfeksi, seperti pisau, gunting, atau talenan
  • Meminum susu sapi atau kambing mentah yang belum dipasteurisasi

Jaditoksoplasma nggak melulu disebabkan oleh kotoran atau bulu kucing kan, Ma.

Namun, memang disarankan, jika Mama sedang program hamil atau sudah dinyatakan sedang hamil sebaiknya jangan terlalu dekat dengan kotoran binatang.

Hal ini dikarenakan virus atau parasit lain dari kotoran tersebut mudah menjangkit tubuh kita.

2. Gejala toksoplasma

2. Gejala toksoplasma
ivfclinicsindia.com

Toksoplasma dapat menyerang siapa saja, bukan hanya ibu hamil.

Sebelum hamil pun, Mama dapat terkena penyakit ini.

Maka dari itu bagi Mama yang sedang melakukan program hamil atau sedang dalam masa awal kehamilan, lebih baik melakukan tes darah supaya mengetahui apakah ada parasit toksoplasma di dalam tubuh atau tidak.

Akan lebih baik mengetahui penyakit ini sebelum kehamilan terjadi, untuk mengurangi risiko cacat janin atau keguguran.

Namun, apabila penyakit ini baru diketahui saat hamil muda, Mama masih bisa diobati sebelum terlambat.

Untuk mewaspadai terkena parasit toksoplasma, lebih baik Mama berhati-hati dan mengetahui gejala yang timbul jika Mama terserang penyakit ini :

  • Bagian kelenjar getah bening mengalami pembengkakan, terutama pada bagian leher
  • Demam ringan, sedang, hingga sangat berat
  • Tubuh terasa sakit, tidak nyaman dan badan terasa sangat lelah
  • Sakit kepala yang berlebihan dan sering
  • Gejala lain seperti sedang sakit flu

Baca juga:

Pentingnya Pemeriksaan TORCH bagi Ibu Hamil

Editors' Picks

3. Akibat yang terjadi karena toksoplasma

3. Akibat terjadi karena toksoplasma
checkpregnancy.com

Jika ibu hamil dinyatakan positif terkena toksoplasma, dokter akan langsung memberikan obat serta antibiotik untuk menghindari bayi tertular parasit ini.

Dokter juga akan selalu melakukan pemeriksaan rutin terhadap perkembangan bayi di dalam janin.

Namun, jika parasit ini terlambat dideteksi dan sudah menyebar ke janin, kemungkinan terburuk yang bisa terjadi adalah :

  • Perkembangan otak bayi menjadi terganggu. Ini bisa membuat perkembangan sensorik dan motorik bayi menjadi terhambat, atau yang terparah dapat menjadi gangguan cerebral palsy
  • Bayi akan sering mengalami kejang-kejang atau epilepsi
  • Kebutaan pada bayi yang dilahirkan
  • Infeksi pada jantung dan paru-paru bayi setelah lahir
  • Keguguran

4. Cara mencegah toksoplasma

4. Cara mencegah toksoplasma
tommys.org

Pada beberapa kondisi, orang yang terkena parasit toksoplasma mungkin tidak akan menunjukan gejala-gejala yang terlalu kentara, hanya menunjukkan tanda-tanda seperti orang sedang sakit flu saja.

Untuk mengetahui lebih pasti, harus dilakukan pemeriksaan darah.

Maka dari itu akan lebih baik jika Mama mengetahui cara untuk mencegah terserang parasit toksoplasma, sebelum terjadi.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan :

1. Jangan mengonsumsi makanan mentah, makanan setengah matang, atau makanan yang tidak dicuci dengan bersih. Karena makanan tersebut berpotensi besar mengandung toxoplasma gondii
2. Jangan minum susu kambing atau susu sapi segar yang tidak dipasteurisasi karena rentan mengandung parasit toksoplasma
3. Jangan menyentuh kotoran hewan seperti kucing, burung, atau hewan lain
4. Jika ingin tetap memelihara binatang, pastikan binatang sudah diberikan vaksin toksoplasma, dan sebisa mungkin hindari dekat dengan kandang dan membersihkan kotorannya. Akan lebih baik selama hamil, binatang tidak ada di dalam rumah
5. Konsumsi sayuran yang sudah dimasak akan lebih baik
6. Biasakan selalu mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Akan lebih baik jika dicuci dengan air mineral yang sudah steril
7. Cuci semua jenis peralatan untuk memasak setelah digunakan untuk memasak daging, makanan laut atau produk ayam mentah
8. Jangan pernah menyentuh bagian hidung atau mulut ketika mencuci sayuran, buah atau daging mentah
9. Jaga kebersihan makanan agar tidak terkena kecoak atau lalat yang bisa menyebarkan infeksi
10. Biasakan untuk mengonsumsi air yang bersih dan steril untuk minuman sehari-hari
11. Hati-hati saat melakukan transfusi darah. Pastikan orang yang memberikan darah tidak terinfeksi toksoplasma

Setelah mengetahui penyebab dan akibat yang dapat terjadi dari penyakit ini, disarankan bagi Mama yang memelihara binatang peliharaan atau sering mengonsumsi makan-makanan mentah atau setengah matang untuk berhati-hati.

Mama bisa tanyakan pada dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan darah guna mengetahui apakah parasit ini sebelumnya sudah ada di tubuh Mama atau tidak.

Baca juga:

7 Pemeriksaan yang Perlu Dilakukan Selama Trimester Pertama

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.