Deteksi 5 Kategori Penyakit Ini pada Pemeriksaan TORCH untuk Ibu Hamil

Jangan ragu untuk melakukan skrining di masa kehamilan tahap awal

15 Juni 2019

Deteksi 5 Kategori Penyakit Ini Pemeriksaan TORCH Ibu Hamil
Freepik/noxos

Ternyata salah satu penyebab cacat pada bayi yang baru lahir adalah adanya infeksi TORCH selama masa kehamilan.

Namun apa sih TORCH itu sendiri? Ya, TORCH atau singkatan dari Toksoplasma, Rubela, Cytomegalovirus/CMV dan Herpes Simplex Virus.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi sekelompok infeksi ibu hamil yang dapat ditularkan kepada janinnya.

Dikutip dari Flo Health, bahwa infeksi TORCH berbahaya bagi masa kehamilan. Sebab jika tidak dilakukan pemeriksaan dini salah satu penyakit yang diderita akan menyebar dengan cepat melalui darah ke janin.

Biasanya biaya skrining untuk TORCH terbilang sangat mahal, tapi biaya tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya pengobatan.

Berikut 5 daftar penyakit yang tergolong ke dalam penyakit TORCH. Langsung cek rinciannya dari Popmama.com, yuk!

1. Toksoplasmosis

1. Toksoplasmosis
Freepik/Wavebreakmedia

Dilansir dari Healthline Media, bahwa toksoplasmosis adalah infeksi pada seseorang yang ditimbulkan oleh parasit protozoa (organisme bersel satu) Toxoplasma gondii (T. Gondii).

Parasit ini biasanya terdapat pada kotoran kucing atau daging yang diolah belum matang secara sempurna.

Infeksi parasit T. Gondii pada orang yang sehat umumnya tidak membahayakan, karena sistem kekebalan tubuh dapat mengendalikan infeksi parasit ini. Namun penanganan medis secara serius perlu dilakukan jika infeksi tersebut menyerang seorang ibu hamil.

Akibat dari infeksi yang disebabkan oleh toksoplamosisa ialah janinnya mengalami perkembangan yang lambat hingga kelainan.

Bahkan dalam kasus infeksi yang lebih berat pada trimester awal kehamilan dapat terjadi keguguran.

2. Rubella

2. Rubella
Freepik/Noxos

Menurut Healthline Media, Virus rubella merupakan virus yang menyebabkan campak Jerman.

Jika seorang ibu hamil menderita infeksi virus rubella, hal tersebut dapat menular ke janin dan menyebabkan kelainan jantung, tuli, gangguan penglihatan, infeksi paru hingga kelainan darah.

Sementara virus rubella dapat menular dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya melalui aliran darah.

Selain itu infeksi rubella yang diderita bayi dari ibunya selama kehamilan juga dapat menyebabkan gangguan saraf pusat, kelainan sistem imun dan gangguan tiroid setelah bayi lahir.

Oleh karenanya sangat penting untuk memeriksa kekebalan tubuh terhadap rubella di masak kehamilan melalui pemersiksaan TORCH. 

Editors' Picks

3. Cytomegalovirus (CMV)

3. Cytomegalovirus (CMV)
Freepik/wavebreakmedia

Jika seorang ibu hamil menderita infeksi cytomegalovirus, virus tersebut dapat menular ke janin dan menyebabkan gangguan pada janinnya.

Sebab kelainan yang dapat diderita oleh janin maupun bayi baru lahir akibat tertular cytomegalovirus dari ibunya yakni berisiko pada gangguan pada pendengaran, gangguan penglihatan, pneumonia, kejang-kejang dan kelainan mental.

Infeksi cytomegalovirus (CMV) merupakan infeksi kongenital dikarenakan kekurangan enzim timidin-kinase.

4. Other infection

4. Other infection
Freepik/user12715979

Pemeriksaan TORCH selanjutnya adalah pada virus zika.

Virus zika adalah virus yang penyebarannya terjadi melalui perantara gigitan nyamuk, terutama Aedes aegypti.

Biasanya virus ini melalui gigitan nyamuk dan dapat ditularkan dari ibu ke janin di dalam kandungannya. Infeksi virus Zika saat kehamilan dikaitkan dengan risiko keguguran dan mikrosefali, yaitu kelainan yang membuat otak janin tidak berkembang secara sempurna.

Untuk pemeriksaan mendeteksi virus zika dokter mungkin akan melakukan USG kehamilan untuk mendeteksi mikrosefali atau kelainan otak lainnya dan amniosentesis dengan memasukkan jarum berlubang ke dalam rahim untuk mengambil sampel cairan ketuban.

5. Herpes simplex virus (HSV)

5. Herpes simplex virus (HSV)
Freepik/ukrolenochka

Herpes genital adalah infeksi pada alat kelamin yang bisa terjadi pada pria maupun perempuan, termasuk ibu hamil.

Herpes terkadang tidak menimbulkan gejala tertentu, tapi orang yang terinfeksi tetap bisa menularkan virus. Begitu pun pada bayi, ia dapat tertular virus herpes dari ibunya selama proses persalinan melalui vagina jika sang ibu menderita herpes genital.

Sementara infeksi virus herpes dapat merusak sistem saraf pusat pada bayi yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV).

Itulah kelima 5 daftar penyakit yang dapat dilakukan melalui pemeriksaan TORCH.

Biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah ibu hamil untuk mendeteksi anti bodi spesifik penyakit-penyakit tersebut.

Jika bisa dideteksi sejak awal kehamilan, kenapa harus menunggu perut semakin membesar? 

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!