Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Intinya sih...

  • Kram perut ringan dan rasa tidak nyaman karena peregangan rahim.

  • Lebih peka terhadap rasa dan aroma.

  • Mudah lelah meski aktivitas ringan, serta frekuensi buang air kecil meningkat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki usia kehamilan 3 bulan, Mama berada di fase akhir trimester pertama yang penuh dengan perkembangan penting. Pada tahap ini, berat si Kecil umumnya sudah berkisar antara 25–146 gram dengan panjang sekitar 8–19 cm. Berbagai organ tubuh janin telah mulai terbentuk dengan baik, mulai dari tangan dan kaki, wajah, hingga organ vital.

Seiring dengan pesatnya perkembangan si Kecil, tubuh mama juga terus beradaptasi. Di usia ini, sebagian ibu hamil masih merasakan keluhan khas awal kehamilan seperti mual, kram ringan, mudah lelah, atau menjadi lebih sensitif terhadap rasa dan aroma tertentu. 

Tak hanya perubahan fisik, perubahan emosional juga sering menyertai kehamilan 3 bulan. Fluktuasi hormon dapat memengaruhi suasana hati, energi, hingga pola makan mama sehari-hari. 

Untuk lebih lengkapnya, yuk, simak penjelasan lengkap yang sudah Popmama.com rangkum tentang apa yang dirasakan ibu hamil saat hamil 3 bulan.

1. Kram perut ringan

Freepik/diana.grytsku

Di usia kehamilan 3 bulan, Mama mungkin merasakan kram ringan di area perut bawah. Sensasi ini umumnya muncul karena rahim yang terus membesar untuk memberi ruang bagi si Kecil yang sedang tumbuh.

Selain itu, ligamen dan otot di sekitar rahim juga ikut meregang. Proses peregangan inilah yang kerap menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti tertarik atau sedikit nyeri, terutama saat Mama berubah posisi.

2. Lebih peka terhadap rasa dan aroma

Freepik

Saat hamil 3 bulan, indra penciuman dan pengecap mama bisa menjadi lebih sensitif. Aroma yang sebelumnya biasa saja, kini mungkin terasa menyengat dan memicu rasa mual.

Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan hormon yang masih cukup aktif di trimester pertama. Tak heran jika Mama jadi lebih selektif terhadap makanan atau lingkungan sekitar.

Untuk mengatasinya, Mama bisa menghindari bau yang memicu mual dan menjaga sirkulasi udara tetap baik di rumah. Meminta bantuan pasangan untuk urusan memasak juga bisa jadi solusi sederhana yang membantu.

3. Mudah lelah meski aktivitas tidak berat

Freepik

Rasa lelah yang berlebihan masih sering dirasakan Mama di usia kehamilan 3 bulan. Tubuh mama sedang bekerja keras mendukung perkembangan si Kecil, termasuk memproduksi lebih banyak darah.

Hormon progesteron juga berperan membuat tubuh terasa lebih cepat lelah dan mengantuk. Bahkan aktivitas ringan pun bisa terasa menguras energi.

Karena itu, penting bagi Mama untuk tidak memaksakan diri. Cukupkan waktu istirahat dan jangan ragu meminta bantuan jika aktivitas harian terasa terlalu melelahkan.

4. Frekuensi buang air kecil meningkat

Freepik

Di bulan ketiga kehamilan, Mama mungkin lebih sering buang air kecil. Rahim yang mulai membesar memberikan tekanan pada kandung kemih, sehingga rasa ingin pipis muncul lebih sering.

Meski terasa merepotkan, Mama tetap dianjurkan untuk minum air yang cukup agar tubuh tidak kekurangan cairan. Menahan buang air kecil justru bisa memicu rasa tidak nyaman. Jika tidak disertai nyeri atau rasa panas saat buang air kecil, kondisi ini umumnya masih tergolong normal pada kehamilan.

5. Perubahan nafsu dan pola makan

Freepik

Perubahan nafsu makan juga umum terjadi saat hamil 3 bulan. Ada Mama yang mulai merasa lebih lapar, namun ada pula yang masih kehilangan selera makan akibat mual.

Fluktuasi hormon memengaruhi sistem pencernaan dan persepsi rasa, sehingga pola makan mama bisa berubah. Meski demikian, kebutuhan nutrisi tetap harus terpenuhi. Usahakan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam porsi kecil namun sering, agar tubuh mama dan si Kecil tetap mendapatkan asupan yang cukup.

6. Keputihan yang lebih banyak dari biasanya

Freepik/ArtPhoto_studio

Peningkatan keputihan juga bisa dirasakan Mama di usia kehamilan 3 bulan. Hal ini terjadi akibat meningkatnya aliran darah ke area panggul dan perubahan hormon.

Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak menimbulkan rasa perih. Meski terasa lembap, kondisi ini membantu melindungi area kewanitaan dari infeksi.

Namun, jika keputihan berubah warna, berbau tajam, atau disertai rasa gatal dan nyeri, Mama sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

7. Masalah pencernaan mulai terasa

Freepik

Gangguan pencernaan seperti perut kembung, sembelit, atau terasa penuh juga kerap muncul saat hamil 3 bulan. Hormon progesteron dapat memperlambat kerja usus.

Akibatnya, proses pencernaan menjadi lebih lambat dan memicu rasa tidak nyaman. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya bersifat sementara. Mama dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi serat, minum cukup air, dan tetap aktif bergerak sesuai kemampuan.

Itu dia penjelasan tentang apa yang dirasakan ibu hamil saat hamil 3 bulan. Semoga informasinya dapat membantu Mama.

Editorial Team