Vaksin Covid-19 yang Boleh Diberikan untuk Ibu Hamil selain Sinovac

Apapun jenis vaksin yang digunakan, tetap harus dalam pengawasan dokter kandungan, Ma

6 Juli 2021

Vaksin Covid-19 Boleh Diberikan Ibu Hamil selain Sinovac
Pixabay/WiR_Pixs

Perkumpulan Obstetri Dan Ginekologi Indonesia (POGI) telah memberikan rekomendasi vaksin Covid-19 kepada ibu hamil sebagai upaya pencegahan yang rentan dialami oleh ibu hamil.

Tak hanya rentan terpapar, ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 juga akan lebih berisiko mengalami gejala yang lebih berat. Itulah mengapa POGI turut serta memberikan rekomendasi vaksin tersebut.

Melalui keterangan tertulis sebelumnya, POGI merekomendasikan jenis vaksin Sinovac yang boleh diberikan untuk ibu hamil. Tak hanya Sinovac, POGI juga merekomendasikan jenis vaksin lain yang boleh digunakan ibu hamil.

Sekjen POGI Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) dalam konferensi pers virtual yang dilakukan Mitigasi Dokter PB IDI pada Jumat (2/7/2021) menyebutkan, "Semuanya (jenis vaksin) bisa sebenarnya, nanti tinggal tergantung kami menunggu dari Kemenkes dan BPOM."

Guna mengetahui informasi selengkapnya terkait jenis vaksin Covid-19 yang boleh diberikan untuk ibu hamil, berikut Popmama.com telah merangkum informasi selengkapnya.

1. Sinovac

1. Sinovac
Pexels/Thirdman

Seperti diketahui bersama, Sinovac adalah jenis vaksin Covid-19 pertama yang digunakan di Indonesia. Sinovac sendiri berasal dari Tiongkok dan sudah ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sebagai salah satu jenis vaksin Covid-19 yang dapat digunakan untuk keadaan darurat.

Tak hanya ditetapkan oleh WHO, Sinovac juga telah mendapat izin edar dan label halal dari BPOM dan MUI. Untuk dosis pemberian vaksin jenis Sinovac dianjurkan dua dosis sebanyak 0.5 mililiter (ml) per dosisnya dengan jarak pemberian 14 hari atau dua minggu.

Editors' Picks

2. Astra Zeneca

2. Astra Zeneca
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Astra Zeneca adalah jenis vaksin Covid-19 hasil uji coba antara Astra Zeneca dan Universitas Oxford. Dilansir dari BBC, vaksin Astra Zeneca menunjukkan respons imun yang kuat pada orang tua.

Untuk doses sendiri, vaksin jenis ini bisa diberikan dua dosis sebanyak 0.5 ml per dosis dengan jarak empat sampai 12 minggu. Adapun vaksin Astra Zeneca bisa diberikan kepada orang dengan rentang usia di atas 18 tahun hingga di atas 55 tahun.

3. Moderna

3. Moderna
Pexels/Alena Shekhovtcova

Moderna disebut sebagai jenis vaksin lain yang akan digunakan di Indonesia. Jenis vaksin ini juga sebelumnya telah mendapatkan izin darurat penggunaan dari Amerika Serikat dan telah selesai melewati uji klinis fase III.

Vaksin jenis Moderna juga bisa diberikan pada anak usia lebih dari 18 tahun sampai di atas 55 tahun, dengan pemberian dosis yang sama seperti jenis vaksin lainnya, yakni 2 dosis sebanyak 0.5 ml per dosis dan jarak pemberian 28 hari. Moderna juga diperbolehkan untuk ibu hamil.

4. Pfizer

4. Pfizer
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Jenis vaksin Covid-19 yang boleh diberikan untuk ibu hamil lainnya adalah Pfizer. Berdasarkan hasil uji coba terakhir pada November 2020 lalu, vaksin Pfizer diklaim 95 persen efektif pada virus corona dan tidak menimbulkan risiko masalah keamanan.

Vaksin Pfizer diketahui dapat diberikan untuk orang dengan usia di atas 16 sampai di atas 55 tahun sebanyak dua dosis dengan jumlah 0.3 ml per dosis dan jarak tiga minggu. 

Itulah empat jenis vaksin Covid-19 yang boleh diberikan untuk ibu hamil, menurut rekomendasi POGI untuk ibu hamil dan telah dikonfirmasi oleh Humas Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Halik Malik pada Minggu (4/7/2021).

Adapun untuk dosis pemberiannya, Prof. Budi Wiweko menyebutkan, "Dosis ibu hamil sama, tidak berbeda, karena dari studi di Amerika juga (penggunaan dosis vaksin) sama."

POGI juga menerangkan dalam keterangan tertulisnya bahwa vaksinasi Covid-19 pada ibu hamil harus tetap dalam pengawasan dokter dan disarankan pada kehamilan di atas 12 minggu dan paling lambat usia kehamilan 33 minggu.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.