Jika terjadi perdarahan pada ibu hamil saat awal kehamilan, penanganan pertama adalah segera melakukan bed rest, jangan sampai Mama kelelahan dengan akibat aktivitas yang terlalu berat. Setelah itu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan yakni:
Berbaring dan mengurangi aktivitas bahkan meminimalkan waktu berdiri dan berjalan. Jika perlu, mintalah cuti dari pekerjaan.
Pakai pembalut untuk memudahkan Mama menghitung seberapa banyak dan intens perdarahannya. Hindari penggunaan tampon.
Perhatikan warna darah yang keluar misalnya berwarna pink, merah marun, merah cerah, cokelat gelap dan apakah ada gumpalan jaringan atau daging.
Hindari berhubungan seks saat keluar darah dan jangan gunakan pembersih vagina.
Waspadai jika Mama mengalami perdarahan yang deras layaknya darah haid, mengeluarkan darah berwarna merah segar atau disertai kram perut. Selain itu, perhatikan juga perdarahan yang dialami apakah terjadi terus menerus selama kehamilan di trimester pertama.
Jika tidak membaik atau justru semakin memburuk, Mama harus segera memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika terjadi perdarahan dengan rasa sakit yang tak tertahankan atau kram di perut bagian bawah atau panggul.
Selain itu, cek apakah perdarahan disertai dengan keluarnya jaringan dari vagina. Setiap bentuk jaringan yang keluar selama perdarahan sebaiknya jangan dibuang terlebih dahulu untuk memastikan masalah apa yang terjadi saat pemeriksaan medis.
Terlebih jika ibu hamil mengalami perdarahan disertai pusing, demam bahkan pingsan sebaiknya harus segera di bawa ke UGD.
Jangan menunda untuk melakukan pengobatan, ya, Ma sebab semakin cepat diobati, semakin sedikit risiko mengalami komplikasi selama kehamilan. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, perdarahan abnormal pada awal kehamilan bisa menyebabkan keguguran.
Nah, itulah penjelasan tentang keluar darah saat hamil seperti menstruasi. Semoga informasi ini bermanfaat!