Apakah Janin Bisa Merasakan Lapar?

Apakah janin bisa merasa lapar dan menunjukkan tanda-tanda lapar?

25 Juli 2022

Apakah Janin Bisa Merasakan Lapar
Freepik/wayhomestudio

Selama dalam kandungan, makanan janin bergantung pada Mama. Nutrisi yang diperoleh lewat makanan akan digunakan bagi janin tumbuh dan berkembang selama 9 bulan.

Jadi jika kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi, ini dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan. Dalam kasus yang parah, ini bisa menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati.

Jika anak-anak dan orang dewasa bisa menunjukkan tanda-tanda lapar, misalnya perut keroncongan, bagaimana dengan janin? Apakah janin bisa merasakan lapar? Yuk, simak jawabannya pada ulasan Popmama.com berikut, Ma.

Apakah Janin Bisa Merasakan Lapar?

Apakah Janin Bisa Merasakan Lapar
freepik.com/bilahata

Bagaimana janin menunjukkan tanda-tanda lapar saat ia berada di dalam kandungan? Secara teknis, janin tidak bisa lapar karena rantai pasokan nutrisi yang selalu siap dan tidak dapat dihancurkan. Janin mendapatkan pasokan nutrisinya melalui tali pusat.

Keberadaan tali pusat sebagai jalur suplai nutrisi memberi janin nutrisi yang sangat dibutuhkan selama kehamilan.

Menurut para ahli, tubuh mengumpulkan lemak selama kehamilan. Untuk apa? Fungsinya sebagai cadangan lemak esensial janin, yang selalu siap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi janin.

Mengapa Janin Menendang saat Mama Lapar?

Mengapa Janin Menendang saat Mama Lapar
Pexels.com/Negative Space

Namun sebagian Mama mungkin merasakan janin menendang lebih kencang ketika Mama merasa lapar. Ada yang menganggap ini tanda jika si Kecil pun lapar dan memberi informasi lewat gerakan atau tendangannya. Lalu ketika Mama sudah mengisi perut, janin pun lebih tenang.

Ini merupakan indikator bahwa ketika Mama merasa lapar, janin pun terpengaruh. Namun bukan berarti janin ikut merasa lapar ya, Ma. Si Kecil masih mendapatkan vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan meski Mama lapar. Tali pusat memberikan asupan nutrisi tanpa henti untuk janin.

Seringkali, tendangan ini disebabkan oleh penurunan gula darah. Saat Mama lapar dan mengalami penurunan gula darah, sebenarnya janin memiliki energi yang lebih sedikit. Diyakini bahwa menendang adalah respons terhadap penurunan gula darah yang dirasakan oleh janin.

Nah, jadi penting bagi Mama untuk segera makan ketika lapar karena dapat berefek pada penurunan gula darah. Dan akhirnya akan berpengaruh ke janin.

Editors' Picks

Janin Menendang setelah Mama Makan

Janin Menendang setelah Mama Makan
Freepik/benzoix

Setelah makan adalah waktu yang umum bagi janin untuk menendang juga. Ini mungkin diartikan sebagai “janin sudah kenyang”. Namun, janin menendang karena ada peningkatan gula darah dan nutrisi yang masuk lewat makanan mama. Ini memberi janin lebih banyak energi untuk bergerak.

Hasil akhirnya adalah mereka akan lebih banyak menendang dan bergerak. Ini adalah reaksi janin yang tiba-tiba memiliki lebih banyak gula.

Mama mungkin takut janin lapar dan tidak dapat cukup nutrisi. Selama Mama mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang tepat, jangan khawatir si Kecil akan kekurangan nutrisi.

Janin seperti “parasit kecil”. Janin akan mengambil apa pun yang dibutuhkan dari tubuh, apakah itu kalsium, zat besi, atau vitamin penting lainnya.

Kekurangan Gizi Menyebabkan Penurunan Gerakan Janin

Kekurangan Gizi Menyebabkan Penurunan Gerakan Janin
Freepik/Bearfotos

Penelitian telah mengungkapkan beberapa hal tentang kekurangan gizi dan efeknya pada janin. Mama yang kekurangan gizi sebelum hamil lebih mungkin mengalami kekurangan gizi selama kehamilannya. Hal ini sering mengakibatkan janin kurang bergerak.

Jika Mama terus mengalami kekurangan gizi selama kehamilan, dapat mengakibatkan banyak gangguan kesehatan pada janin dan bayi setelah lahir.

Untuk itu, Mama harus memperhatikan penurunan gerakan bayi. Ini bisa jadi gejala si Kecil mengalami kekurangan nutrisi.

Kapan Harus Waspada?

Kapan Harus Waspada
Freepik/DCStudio

Sebagian besar calon Mama selalu disarankan untuk memperhatikan gerakan janin karena ini menjadi tanda janin berkembang dengan normal.

Peningkatan gerakan yang tiba-tiba sebelum waktu makan memang menandakan perubahan, tetapi sering kali bukan alasan untuk khawatir jika itu terjadi secara teratur sebelum waktu makan. Dalam situasi ini, peningkatan gerakan janin adalah normal.

Namun, jika ini tidak normal untuk janin, penting untuk diperhatikan. Setiap peningkatan aktivitas yang drastis atau apa yang Mama anggap sebagai gerakan janin yang panik harus didiskusikan dengan dokter kandungan untuk memastikan janin baik-baik saja.

Perlu dicatat bahwa gawat janin sering dikaitkan dengan penurunan gerakan janin.

Seiring berkembangnya janin, ruang geraknya makin terbatas sehingga membuat gerakannya pun makin berkurang. Namun kenali pola gerakan janin ya, Ma. Sehingga Mama dapat mengambil tindakan bila merasa ada yang tidak beres.

Pastikan Mama Mengonsumsi Makanan Sehat

Pastikan Mama Mengonsumsi Makanan Sehat
Freepik

Mungkin sulit bagi sebagian Mama untuk mengubah kebiasaan makan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa makan banyak. Sebagian besar ibu hamil membutuhkan 1800-2400 kalori sehari. Jangan memaksakan diri untuk makan dalam jumlah besar. Mama bisa makan dengan porsi kecil namun teratur.

Pastikan Mama mengasup makanan kaya nutrisi dan vitamin yang baik bagi perkembangan janin dan Mama sendiri.

Nah, jadi sebenarnya janin tidak bisa merasa lapar karena tubuh dirancang untuk terus memberi makan bagi janin sampai ia lahir nanti. Tendangan-tendangan yang Mama rasakan dan anggap sebagai tanda lapar mungkin karena penurunan gula darah ketika Mama lapar.

Jadi, pertanyaan mengenai apakah janin bisa merasakan lapar sudah terjawab ya, Ma. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk