Jangan Konsumsi 11 Makanan dan Minuman Ini Kalau Mau Hamil

Wah, makanan berlemak ternyata nggak baik nih, Ma!

6 Juni 2019

Jangan Konsumsi 11 Makanan Minuman Ini Kalau Mau Hamil
mondanite.net

Selektif terhadap makanan bukan hanya dilakukan Mama yang sudah hamil. Buat Calon Mama yang sedang mempersiapkan kehamilan, memperhatikan asupan nutrisi juga penting, lho. Jangan kebablasan makan di Lebaran ini ya Ma karena beberapa makanan tidak baik untuk persiapan kehamilan yang sedang dijalankan. 

Makanan adalah salah satu faktor yang sangat memengaruhi fungsi hormon di dalam tubuh, termasuk hormon reproduksi yang berhubungan dengan keberhasilan kehamilan.

Terutama untuk pasangan yang mengalami kesulitan punya anak, nah perlu cermat ya memilih makanan yang bernutrisi. Berikut daftar makanan yang perlu dihindari jika kamu dan pasangan ingin cepat hamil. Baca penjelasannya juga ya.

1. Soda

1. Soda
fabbiosa.com

Sudah banyak yang tahu kan kalau makanan dan minuman soda itu mengandung gula yang sangat tinggi. Konsumsi gula yang tinggi akan menimbulkan obesitas, perempuan yang kelebihan berat badan hormonnya tidak stabil sehingga mengganggu kesuburan.

Kelebihan kadar gula dalam darah juga bahaya lho, bisa mengakibatkan diabetes yang berbahaya saat hamil.

Makanan dan minuman bersoda juga nggak sehat karena mengandung pengawet dan kimia sintetik yang berpotensi meningkatkan produksi racun dalam tubuh sehingga menghambat proses detoksifikasi.

2. Kafein

2. Kafein
pexels.com

British Journal of Farmakologi memuat hasil studi di Belanda yang melibatkan 9000 perempuan bahwa stimulan kafein yang terkandung dalam kopi bisa merusak transportasi sel telur dari indung telur (ovarium) ke rahim.

Hal ini berdampak negatif pada pembuahan yang nggak mungkin terjadi, begitu juga dengan kehamilan. Seorang perempuan yang mengonsumsi lebih dari 4 cangkir kopi per hari, memperkecil kemungkinan untuk hamil sekitar 25 persen.

Baca juga: Amankah Minum Kopi Bagi Ibu Hamil?

3. Alkohol

3. Alkohol
Freepik

Alkohol bisa menghambat kinerja fungsi hati yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi hormon testosteron dan hormn esterogen yang berkaitan dengan kesuburan perempuan dan laki-laki. Buat Calon Papa, alkohol sangat berbahaya, karena bisa merusak alat reproduksi, seperti gangguan fungsi hipotalamus, testis, dan kelenjar hipofisis interior.

Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa menghancurkan sel-sel sehat yang memproduksi sperma sehingga gairah seksual menurun atau dikenal dengan ginekomastia. Alkohol juga mengurangi densitas, ukuran dan mengakibatkan bentuk yang abnormal, bisa dipastikan sperma nggak mampu membuahi sel telur.

4. Monosodium Glutamat (MSG)

4. Monosodium Glutamat (MSG)
thevaccinereaction.org

Monosodium glutaman atau MSG sifatnya adiktif bisa mengganggu aktivitas produksi hormon esterogen pada perempuan. Jadi produksi hormon tersebut nggak seimbang sehingga menganggu kesuburan.

5. Makanan mentah

5. Makanan mentah
pexels.com

Mengonsumsi makanan mentah seperti daging dan ikan, kini menjadi gaya hidup sehat sebagian orang. Tapi perlu diingat buat Mama dan calon mama yang ingin hamil, jangan sekali-kali mencoba makanan mentah.

Bakteri salmonella yang ada pada makanan mentah berbahaya bagi alat reporoduksi, bahkan janin saat Mama mengandung.

Editors' Picks

6. Makanan olahan

6. Makanan olahan
Pexels/daria shevtsova

Makanan seperti junk food memiliki kandungan nutrisi yang sangat rendah, jadi nggak direkomendasikan untuk persiapan kehamilan maupun saat hamil. Mengonsumsi makanan olahan juga berbahaya karena makanan ini akan melepaskan gula ke aliran darah yang terlalu cepat sehingga berakibat pada pelepasan hormon insulin yang terlalu cepat.

Kondisi ini menyebabkan produksi hormon testosteron pada perempuan meningkat dan tidak seimbang yang akan berdampak buruk pada proses ovulasi. Makanan olahan juga mengandung lemak jenuh tinggi yang nggak baik buat kesehatan tubuh.

7. Makanan laut bermekuri

7. Makanan laut bermekuri
Pexels/brucemars

Hindari beberapa jenis ikan seperti hiu, todak, makarel, marlin, dan tuna sirip biru karena dipastikan mengandung kadar merkuri yang cukup tinggi. Bila dikonsumsi, merkuri akan mengendap pada tubuh.

Pada perempuan hamil, kondisi ini bisa menyebabkan gangguan perkembangan sistem saraf dan otak janin.

8. Kedelai

8. Kedelai
Freepik

Kedelai memang makanan sehat, tapi kalau kamu sedang merencanakan kehamilan, hindari makanan yang berbahan dasar kedelai seperti susu kedelai. Alasannya karena kedelai mengandung hormon estrogen tanaman yang memengaruhi perubahan siklus menstruasi.

Siklus menstruasi yang nggak teratur, kamu pun akan kesulitan mendeteksi masa subur sehingga menyulitkan terjadinya kehamilan.

Kedelai juga mengandung zat genistein yang menurunkan kualitas sperma.

9. Makanan berlemak

9. Makanan berlemak
Pexels/daria shevtsova

Mengonsumsi makanan berlemak secara berlebihan berpotensi mengakibatkan obesitas. Kondisi ini sangat menyulitkan perempuan untuk hamil. Berat badan ideal untuk hamil adalah tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.

Hindari makanan berlemak seperti gorengan, daging sapi, santan, mentega, es krim, minyak kelapa, buah palem, permen lolipop, dan pancake.

10. Makanan yang mengandung xenoestrogen

10. Makanan mengandung xenoestrogen
Freepik

Xenoestrogen adalah zat beracun yang terkandung pada makanan yang dipananaskan menggunakan menggunakan plastik dan residu pestisida pada sayuran dan buah-buahan.

Xenoestrogen sering dikira sebagai estrogen, zat ini bekerja menempati sel-sel reseptor estrogen dan mengganggu sistem metabolisme tubuh termasuk proses ovulasi dengan mengirimkan signal toksinnya.

11. Susu dan Keju Tanpa pasteurisasi

11. Susu Keju Tanpa pasteurisasi
Freepik

Susu dan keju yang nggak dipasteurisasi mengandung bakteri listeria yang tinggi. Bakteri ini akan melewati plasenta dan memengaruhi rahim, sehingga menurunkan kesuburan pada perempuan.

Sebisa mungkin calon mama dan papa menghindari makanan di atas ya karena akan mengganggu kesuburan. Makanlah makanan yang sehat dan bernutrisi untuk mempersiapkan kehamilan, karena asupan nutrisi bukanlah dikonsumsi hanya pada saat kehamilan terjadi, tapi juga saat merencanakannya.

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!