Apa Pengaruh Suhu Tubuh Basal Terhadap Tanda-tanda Ovulasi Tersembunyi

Ovulasi tidak selalu menimbulkan tanda yang bisa dirasakan, sehingga sebagian orang dapat melewatkan masa suburnya.
Mengetahui waktu ovulasi penting bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan.
Suhu tubuh basal dapat menjadi cara lain untuk membantu mengenali ovulasi tersembunyi.
Ada beberapa tanda yang bisa dirasakan saat sedang masa ovulasi. Namun, kadang waktu ovulasi bisa tidak terasa sama sekali.
Bagi kamu yang sedang merencanakan kehamilan, mengetahui kapan waktu ovulasi sangatlah penting. Namun, tidak setiap saat ovulasi bisa terbaca dengan beberapa tanda.
Karena, ada juga ovulasi tersembunyi yang sering terlewatkan banyak orang. Namun, ada cara lain untuk mengetahui ovulasi tersembunyi yaitu dengan mengetahui suhu tubuh basal.
Apa pengaruhnya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu.
1. Mengenal apa itu suhu basal

Pexels.com/Tima Miroshnichenko Suhu basal adalah suhu terendah yang dicapai tubuh saat istirahat penuh atau tidur nyenyak. Biasanya, suhu basal tubuh akan meningkat saat fase ovulasi. Suhu basal tubuh meningkat sekitar 0,3-0,5 celcius saat ovulasi. Hal ini terjadi karena adanya lonjakan hormon progesteron, yang menjadi pertanda masa subur.
2. Suhu basal naik, tandanya sudah terjadi ovulasi

Unsplash.com/all_who_wander Suhu basal tubuh yang naik bukan menjadi prediksi akan terjadinya ovulasi. Suhu yang naik merupakan tanda kalau ovulasi sudah terjadi. Jadi, saat mendapati suhu basal naik dari biasanya, maka siapkan segalanya untuk mendukung pembuahan.
3. Menjadi tanda subur pada ovulasi tersembunyi

Pexels.com/Nataliya Vaitkevich Kamu mungkin tidak merasakan apa-apa pada saat ovulasi tersembunyi. Saat tidak bisa merasakan perut atau payudara nyeri, atau tidak terdapat perubahan lendir yang mencolok, maka mengecek suhu basal tubuh bisa jadi cara terbaik.
Pencatatan suhu basal setiap pagi bisa membantu mengetahui pola siklus tersembunyi melalui grafik kenaikan suhu.4. Mengapa suhu basal tubuh naik?

Pexels.com/Ann H Sederhananya, suhu naik terjadi karena adanya hormon progesteron yang meningkat setelah telur dilepaskan. Akibatnya, suhu istirahat harian meningkat secara konsisten. Saat sel telur sudah dilepaskan, maka ia sudah matang dan siap untuk dibuahi.
5. Cara mengukur suhu basal yang baik dan benar

Pexels.com/Polina Kamu tidak bisa mengukur suhu tubuh di waktu acak. Pastikan untuk segera mengukur suhu tubuh sesaat setelah bangun tidur, sebelum melakukan aktivitas apapun.
Selain itu, gunakan termometer khusus basal untuk hasil yang akurat. Pastikan untuk mencatatnya setiap hari untuk melihat pola pergeseran suhu dari waktu ke waktu.
Mengukur suhu basal tubuh bisa menjadi cara yang lebih akurat untuk mengetahui kapan waktu ovulasi dibanding mengira-ngira dengan kalender. Selamat mencoba!

















-zKOx6XdthzQkd9FgpkJ3n4F2lR7g6Pua.jpg)




