ilustrasi sakit pinggang bagian belakang (freepik.com/jcomp)
Nyeri punggung di awal kehamilan memang wajar, tapi Mama tetap bisa mengurangi rasa tidak nyaman dengan beberapa langkah sederhana yang dikutip dari What To Expect berikut:
Perhatikan postur tubuh, pastikan Mama berdiri tegak dengan bahu dan leher rileks. Saat duduk, pilih kursi yang menopang punggung dan sisipkan bantal kecil di belakang punggung bawah.
Ubah posisi secara berkala. Gunakan bangku atau kotak untuk menyangga kaki jika perlu.
Hindari mengangkat beban berat, jika Mama harus mengangkat sesuatu, jongkok, tekuk lutut, dan gunakan kekuatan kaki, bukan punggung.
Gunakan sepatu yang nyaman dan hindari heels tinggi.
Pastikan Mama tidur miring dengan bantal di antara lutut karena posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung bawah.
Rutin bergerak seperti jalan santai atau senam kehamilan dapat memperkuat otot punggung dan kaki Mama.
Kompres panas atau dingin sesuai kebutuhan untuk meredakan ketegangan.
Konsultasikan dengan dokter jika nyeri berat.
Dengan langkah-langkah ini, Mama bisa lebih nyaman menjalani hari-hari meski nyeri pinggang muncul di awal kehamilan.
Kesimpulannya, sakit pinggang bisa menjadi salah satu tanda awal kehamilan, terutama jika muncul bersamaan dengan gejala lain seperti terlambat haid, kelelahan, mual, atau payudara terasa nyeri. Namun, nyeri pinggang sendiri belum tentu berarti Mama hamil, karena banyak faktor lain yang bisa memicunya, mulai dari postur tubuh hingga aktivitas sehari-hari.
Yang terpenting, Mama bisa mengenali gejala tubuh dengan bijak dan mengambil langkah-langkah sederhana untuk meredakan nyeri, mulai dari memperbaiki postur, bergerak secara teratur, hingga menggunakan kompres atau konsultasi obat yang aman bila diperlukan. Dengan perhatian yang tepat, Mama bisa tetap nyaman menjalani aktivitas sehari-hari sambil mempersiapkan diri menyambut kehadiran si Kecil.