Popmama.com/Yesica Kirana/AI
Setelah kuret, sebaiknya tidak merokok karena zat berbahaya dalam rokok dapat menghambat proses penyembuhan rahim. Nikotin menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke jaringan rahim berkurang. Padahal, setelah kuret tubuh membutuhkan suplai darah dan oksigen yang optimal untuk memperbaiki lapisan rahim dan menutup luka akibat tindakan medis. Kondisi ini dapat membuat proses pemulihan menjadi lebih lambat dan meningkatkan rasa nyeri atau perdarahan yang berkepanjangan.
Selain itu, merokok juga dapat meningkatkan risiko infeksi dan gangguan hormonal setelah kuret. Sistem imun perokok cenderung lebih lemah, sehingga tubuh lebih sulit melawan bakteri yang berpotensi masuk ke rahim saat masa pemulihan. Zat kimia dalam rokok juga diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi dan kesehatan rahim secara keseluruhan. Oleh karena itu, menghentikan atau setidaknya menghindari rokok setelah kuret sangat dianjurkan agar pemulihan berlangsung lebih cepat, aman, dan optimal.
Inilah 7 cara menjalani program hamil setelah kuret yang membutuhkan kesabaran dan kesiapan, baik secara fisik maupun emosional. Setiap perempuan memiliki waktu pemulihan yang berbeda, sehingga penting bagi Mama untuk mendengarkan sinyal tubuh dan tidak terburu-buru.
Mulai dari menerapkan pola hidup sehat, menjaga kondisi mental, serta rutin berkonsultasi dengan dokter, peluang untuk kembali hamil dapat dipersiapkan dengan lebih baik dan aman.