Popmama.com/Zefanya Aurell.N
Anemia pada perempuan, terutama yang sedang merencanakan atau menjalani kehamilan, bisa menimbulkan banyak risiko serius, lho, Ma.
Menurut penjelasan dr. Rovy Pratama, MBA, perempuan yang sudah menikah dan terlanjur mengalami anemia perlu lebih waspada, karena kondisi ini bisa berdampak di semua fase kehamilan. Mulai dari tahap persiapan kehamilan, perempuan dengan anemia cenderung lebih sulit untuk hamil akibat terganggunya keseimbangan hormon dan penurunan kualitas sel telur.
Ketika kehamilan berhasil terjadi, risiko pun tetap ada. Mama yang mengalami anemia berpotensi mengalami keguguran pada trimester awal, atau bila terjadi di trimester ketiga, pertumbuhan janin menjadi tidak optimal. Dalam beberapa kasus, anemia yang nggak tertangani dapat menyebabkan janin lahir dengan cacat bawaan atau berat badan rendah karena kekurangan suplai oksigen selama di dalam kandungan.
Karena itu, dr. Rovy menekankan pentingnya mempersiapkan tubuh sejak dini sebelum program hamil.
“Calon Mama sebaiknya sudah mulai mengonsumsi nutrisi penting yang dapat mencegah anemia, terutama zat besi, asam folat, dan vitamin B12,” jelasnya.
Ketiga nutrisi ini berperan besar dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga pasokan oksigen untuk tubuh serta janin agar tetap optimal sepanjang kehamilan.