Ini Dia 5 Penyebab Hamil Kesundulan yang Sering Nggak Disadari Mama

Mungkin Mama ada yang pernah mengalami ini, share pengalamannya dulu yuk Ma

14 Februari 2020

Ini Dia 5 Penyebab Hamil Kesundulan Sering Nggak Disadari Mama
Pixabay/StockSnap

Hamil kesundulan itu kadang bisa menjadi kabar bahagia, tapi kadang bisa menjadi kabar yang mengejutkan bagi pasangan suami-istri.

Mengapa begitu? Jelas saja, tidak semua orangtua mempersiapkan segalanya dalam waktu berdekatan. Untuk membuat Mama lebih waspada, ini dia penyebab hamil kesundulan yang perlu Mama ketahui.

1. Salah menghitung ovulasi

1. Salah menghitung ovulasi
iqair.com

Kehamilan bisa terjadi karena dilakukan pembuahan saat masa subur. Kapankah ovulasi atau masa subur terjadi pasca melahirkan?

Rata-rata antara 45 hingga 95 hari pertama setelah melahirkan. Setiap perempuan mengalami fase ini berbeda-beda. Kesuburan antara perempuan yang satu, berbeda dengan yang lainnya. Tercatat kasus istimewa, seorang ibu bisa mengalami ovulasi 25-30  hari pasca melahirkan.

Ovulasi tidak selalu terjadi kira-kira sebulan setelah masa nifas. Sebaiknya, sebelum masa nifas selesai, kurang lebih 21 hari pasca persalinan, konsultasikan pada dokter kandungan Mama untuk penggunaan alat kontrasepsi saat berhubungan seks dengan suami.

2. Memberi ASI tidak eksklusif

2. Memberi ASI tidak eksklusif
Freepik

Jika Mama memberikan ASI eksklusif, maka secara langsung terjadi kontrasepsi alami atau disebut amenorea laktasi. Memang teorinya, semakin sering menyusui, kadar hormon prolaktin meningkat dan otak melepaskan hormon penghambat yang akan mengurangi kadar estrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

Tapi harus benar-benar menerapkan 3 syarat amenorea laktasi dengan ASI eksklusif agar tidak hamil. Jika salah satu dari tiga syarat tidak terpenuhi, maka ovulasi bisa terjadi. Sementara masih selalu ada kemungkinan terjadinya ovulasi dengan cara ini. Setiap perempuan memiliki persentase risiko hamil kesundulan yang berbeda, tergantung kesuburannya.

Editors' Picks

3. Salah memahami tentang masa subur dan haid

3. Salah memahami tentang masa subur haid
mirror.co.uk

Setelah melahirkan terjadi pendarahan berkepanjangan dengan darah berwarna merah terang atau disebut dengan istilah nifas. Setelah sekitar 4 mingguan, darah nifas akan berkurang malah kadang ada yang hanya 3 minggu saja untuk mengalami masa nifas.

Kalau sudah begini, menandakan rahim dalam keadaan mulai pulih. Ini yang dijadikan patokan bahwa ovulasi baru dapat terjadi di atas 6 minggu pasca melahirkan. Sebenarnya yang terjadi, sebelum haid pertama setelah nifas pun, ovulasi sudah dapat berlangsung.

Mama sebaiknya mencatat agar tidak salah dalam memprediksi masa subur yang sebenarnya.

4. Gagal menggunakan kontrasepsi

4. Gagal menggunakan kontrasepsi
Pixabay/GabiSanda

Bisa karena saat meski memakai alat kontrasepsi, mungkin Mama sudah memasuki masa subur dan rentah jika dibuahi. Gagal menggunakan kontrasepsi juga bisa karena tidak sesuai aturan. Misalnya penggunaan pil KB, sebenarnya cukup efektif. Namun kegagalan bisa terjadi karena Mama tidak mengikuti jadwal minum sesuai aturan. Padahal lewat 1 hari saja, kadar hormon yang mempersiapkan pematangan sel telur akan meningkat, dan bisa terjadi pembuahan.

Selain itu bagi yang menggunakan kondom juga perlu berhati-hati. Kondom punya resiko bocor atau rembes. Kok bisa?

Ya, rembes bisa terjadi biasanya karena mendadak penis mengecil setelah usai berhubungan seks sementara tidak langsung dicopot dari Mama. Bisa terjadi bocor biasanya karena posisi, kualitas kontrasepsi kurang baik, atau salah cara memakainya.

5. Meyakini kalau tidak mudah untuk hamil lagi

5. Meyakini kalau tidak mudah hamil lagi
Pixabay/StockSnap

Bagi orang yang memiliki catatan susah hamil, kemudian mengalami keguguran biasanya akan meyakini kalau tidak mudah untuk hamil lagi. Nah, padahal tetap ada kemungkinan hamil kesundulan setelah keguguran. Kalau seperti ini biasanya orangtua malah merasa senang dengan kehamilan yang kedua.

Itulah 5 penyebab hamil kesundulan yang bisa terjadi pada Mama. Semoga Mama bisa menyimak dan mengkomunikasikan hal tersebut kepada pasangan agar sama-sama memahami hal tersebut.

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.