Faktanya, kanker serviks adalah penyakit yang masih bisa dicegah dan diobati.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks antara lain:
Vaksinasi HPV sejak usia dini.
Skrining rutin sesuai rekomendasi kesehatan.
Pengobatan dini terhadap perubahan pra-kanker.
Gaya hidup sehat termasuk tidak merokok dan mempraktikkan seks aman.
Jika terdeteksi sejak dini, kanker serviks memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat baru ditemukan pada stadium lanjut.
Kanker serviks adalah ancaman serius bagi kesehatan perempuan, tetapi juga salah satu kanker yang paling bisa dicegah dan diobati jika dilakukan deteksi dini serta ditindaklanjuti dengan tepat.
1. Apa saja gejala awal yang paling sering muncul? | Pada tahap awal, gejala sering kali samar atau mirip dengan gangguan kewanitaan biasa. Tandanya meliputi, Perdarahan Abnormal. Keluar darah di luar siklus haid, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Perubahan Keputihan. Cairan vagina yang berair, berwarna kecokelatan, atau bercampur sedikit darah, serta sering kali memiliki aroma yang tidak sedap. Nyeri saat Berhubungan. Rasa tidak nyaman atau sakit di area panggul saat melakukan aktivitas seksual. Haid yang Lebih Berat. Durasi menstruasi yang lebih lama atau volume darah yang jauh lebih banyak dari biasanya. |
2. Apakah kanker serviks stadium awal langsung menyebabkan kemandulan? | Secara langsung, tidak. Kanker serviks stadium awal sendiri biasanya tidak langsung merusak sel telur atau rahim secara otomatis. Namun, lokasi tumbuhnya kanker berada di leher rahim (serviks), yang merupakan "gerbang" bagi sperma untuk masuk ke rahim. Adanya peradangan atau jaringan kanker dapat mengganggu kualitas lendir serviks yang berfungsi membantu pergerakan sperma, sehingga secara tidak langsung dapat menyulitkan terjadinya pembuahan. |
3. Apakah radioterapi atau kemoterapi berpengaruh pada kesuburan? | Segera lakukan pemeriksaan Pap Smear atau Tes DNA HPV. Jika ditemukan adanya sel prakanker atau kanker stadium awal, segera sampaikan kepada dokter bahwa mempertahankan kesuburan adalah prioritas mama. Dokter akan menyelaraskan rencana pengobatan yang paling sesuai dengan keinginan untuk memiliki keturunan. |