Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Gejala Kanker Serviks Stadium Awal (3).jpg
Freepik.com/Freepik

Intinya sih...

  • Kanker serviks sering dimulai tanpa gejala yang jelas, seperti perdarahan vagina tidak biasa dan keputihan yang berbau atau tidak normal.

  • Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks, terutama tipe HPV berisiko tinggi yang bisa menyebabkan perubahan sel serviks menjadi abnormal.

  • Deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, dengan metode pemeriksaan seperti Pap smear, tes HPV, dan colposcopy.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada perempuan di seluruh dunia. 

Penyakit ini dikenal sebagai kanker yang berkembang di leher rahim, bagian bawah rahim yang bersinggungan dengan vagina. 

Meskipun menjadi salah satu kanker paling berbahaya bagi perempuan, kanker ini sebenarnya bisa dicegah dan diobati jika terdeteksi sejak dini.

Nah, untuk membantu kamu memahami lebih jauh, berikut ini Popmama.com bagikan informasi mengenai fakta kanker serviks, penyakit akibat virus yang masih bisa dicegah dan diobati.

1. Kanker serviks sering dimulai tanpa gejala yang jelas

Freepik.com/Freepik

Kanker serviks adalah penyakit yang umumnya tidak menimbulkan tanda atau gejala spesifik. 

Itulah mengapa banyak perempuan baru menyadari masalah ini ketika kanker sudah berkembang lebih lanjut.

Beberapa gejala yang mungkin muncul ketika penyakit sudah masuk stadium lebih lanjut antara lain:

  • Perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti setelah berhubungan intim, di luar siklus menstruasi, atau setelah menopause.

  • Keputihan yang berbau atau tidak normal.

  • Nyeri panggul atau nyeri saat berhubungan intim.

  • Meningkatnya keinginan buang air kecil.

  • Kelelahan ekstrem yang tak kunjung hilang.

2. Infeksi HPV adalah penyebab utama kanker serviks

Freepik.com/Freepik

Faktor risiko terbesar kanker serviks adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe HPV berisiko tinggi yang bisa menyebabkan perubahan sel serviks menjadi abnormal.

Sebagian besar perempuan yang aktif secara seksual dapat terpapar HPV pada suatu periode hidupnya, namun sebagian besar infeksi akan hilang dengan sendirinya. 

Masalah muncul ketika infeksi HPV menetap dalam waktu lama, yang dapat mendorong berubahnya sel serviks menjadi sel kanker.

3. Deteksi dini dapat menyelamatkan nyawa

Freepik.com/Pressfoto

Salah satu tantangan terbesar kanker serviks adalah perubahan sel yang tidak terlihat tanpa pemeriksaan. Oleh karena itu, pemeriksaan skrining sejak dini sangat direkomendasikan.

Beberapa metode deteksi penting meliputi:

  • Pap smear. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi perubahan sel abnormal pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker.

  • Tes HPV. Tes ini digunakan untuk mengetahui adanya infeksi Human Papillomavirus (HPV) yang berisiko menyebabkan kanker serviks.

  • Colposcopy. Tindakan ini dilakukan untuk melihat leher rahim secara lebih detail, jika hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan adanya sel yang mencurigakan.

Pemeriksaan ini membantu menemukan perubahan pra-kanker dan kondisi awal kanker sehingga tindakan medis bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.

4. Pencegahan dengan vaksinasi HPV sangat efektif

Freepik.com/Freepik

Vaksin HPV merupakan salah satu strategi pencegahan terbaik yang tersedia saat ini. 

Vaksin seperti Gardasil dan Cervarix dirancang untuk melindungi terhadap tipe HPV yang paling sering menyebabkan kanker serviks.

WHO dan banyak badan kesehatan mendukung pemberian vaksin HPV sejak usia dini (biasanya antara usia 9–14 tahun) sebelum individu aktif secara seksual, karena ini memperbesar efektivitas perlindungan.

5. Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati

Freepik.com/Freepik

Faktanya, kanker serviks adalah penyakit yang masih bisa dicegah dan diobati. 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks antara lain:

  • Vaksinasi HPV sejak usia dini.

  • Skrining rutin sesuai rekomendasi kesehatan.

  • Pengobatan dini terhadap perubahan pra-kanker.

  • Gaya hidup sehat termasuk tidak merokok dan mempraktikkan seks aman.

Jika terdeteksi sejak dini, kanker serviks memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat baru ditemukan pada stadium lanjut.

Kanker serviks adalah ancaman serius bagi kesehatan perempuan, tetapi juga salah satu kanker yang paling bisa dicegah dan diobati jika dilakukan deteksi dini serta ditindaklanjuti dengan tepat.

FAQ Gejala Kanker Serviks Stadium Awal

1. Apa saja gejala awal yang paling sering muncul?

Pada tahap awal, gejala sering kali samar atau mirip dengan gangguan kewanitaan biasa. Tandanya meliputi, Perdarahan Abnormal. Keluar darah di luar siklus haid, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Perubahan Keputihan.  Cairan vagina yang berair, berwarna kecokelatan, atau bercampur sedikit darah, serta sering kali memiliki aroma yang tidak sedap. Nyeri saat Berhubungan. Rasa tidak nyaman atau sakit di area panggul saat melakukan aktivitas seksual. Haid yang Lebih Berat. Durasi menstruasi yang lebih lama atau volume darah yang jauh lebih banyak dari biasanya.

2. Apakah kanker serviks stadium awal langsung menyebabkan kemandulan?

Secara langsung, tidak. Kanker serviks stadium awal sendiri biasanya tidak langsung merusak sel telur atau rahim secara otomatis. Namun, lokasi tumbuhnya kanker berada di leher rahim (serviks), yang merupakan "gerbang" bagi sperma untuk masuk ke rahim. Adanya peradangan atau jaringan kanker dapat mengganggu kualitas lendir serviks yang berfungsi membantu pergerakan sperma, sehingga secara tidak langsung dapat menyulitkan terjadinya pembuahan.

3. Apakah radioterapi atau kemoterapi berpengaruh pada kesuburan?

Segera lakukan pemeriksaan Pap Smear atau Tes DNA HPV. Jika ditemukan adanya sel prakanker atau kanker stadium awal, segera sampaikan kepada dokter bahwa mempertahankan kesuburan adalah prioritas mama. Dokter akan menyelaraskan rencana pengobatan yang paling sesuai dengan keinginan untuk memiliki keturunan.

Editorial Team