Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fokus Utama Program hamil untuk Penderita PMOS, Perbaiki Gaya Hidup!
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Perbaikan gaya hidup menjadi fokus promil bagi penderita PMOS, termasuk olahraga dan pola makan sehat. Penurunan berat badan 5–10% dalam enam bulan dapat membantu memperbaiki kondisi hormonal.

  • Pemantauan siklus menstruasi penting karena haid teratur menandakan hormon reproduksi dan ovulasi berjalan, sementara siklus tidak teratur dapat menunjukkan tidak terjadinya pelepasan sel telur.

  • Dokter dapat meresepkan metformin bagi pasien dengan resistensi insulin atau obesitas, serta clomiphene citrate atau letrozole untuk mendukung pertumbuhan dan pematangan sel telur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjalani program hamil tentu menjadi momen yang sangat dinantikan bagi setiap pasangan. Namun, untuk perempuan dengan PMOS ada beberapa hal penting yang perlu mendapatkan perhatian ekstra.

Kondisi kesehatan dan keseimbangan hormon harus dipersiapkan sejak awal, dengan memahami langkah persiapan yang tepat akan membantu Mama dalam menjalankan promil secara lancar. 

Dalam rangka memperingati PMOS Awareness Month pada September 2026, pada Kamis (24/9/2026), Popmama.com berkesempatan berbincang langsung dengan Dr. dr. Gita Pratama, Sp.O.G, Subsp. F.E.R., M.Rep.Sc dari RS Pondok Indah untuk menjelaskan masalah hormon agar peluang kehamilan dapat meningkat!

1. Perbaikan gaya hidup jadi fokus utama promil

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Fokus utama dalam menjalankan program hamil bagi penderita PMOS ialah melakukan perbaikan gaya hidup. Jika calon Ibu mengalami kondisi overweight, dokter akan menyarankan untuk menurunkan berat badan. 

Target penurunan berat badan yang ideal adalah sekitar 5-10% dalam waktu 6 bulan, penurunan berat badan ini bisa dicapai dengan berolahraga secara teratur serta menerapkan pola diet sehat. 

“Jadi, nggak usah sampai ideal gitu ya karena sulit sekali kan. Tapi turun 5-10% saja cukup untuk membuat kondisi hormonal menjadi lebih baik,” ungkap dr. Gita Pratama.

2. Pentingnya memantau siklus menstruasi

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Dokter akan selalu menanyakan kelancaran siklus menstruasi saat pasien berkonsultasi mengenai promil, siklus haid yang teratur menandakan bahwa hormon reproduksi dan kesuburan perempuan dalam kondisi normal. 

Keteraturan siklus ini juga menjadi penanda utama terjadinya proses pelepasan sel telur, proses ovulasi inilah yang sangat penting agar kehamilan dapat terjadi. 

“Ovulasi itu pelepasan sel telur, kalau ingin punya anak dan hamil haidnya harus teratur. Karena kalau haidnya nggak teratur maka nggak ada ovulasi,” ungkap dr. Gita.

3. Rekomendasi obat untuk membantu pertumbuhan sel telur

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Selain perbaikan gaya hidup, dokter dapat memberikan opsi obat-obatan untuk mendukung program hamil. 

Bagi Mama yang mengalami resistensi insulin atau obesitas, obat seperti metformin dapat diberikan. Obat ini berfungsi menurunkan kadar insulin sehingga sel telur menjadi lebih mudah tumbuh.

Selain itu, ada juga obat pemicu pematangan sel telur. Jenis obat-obatan yang biasa disarankan yaitu clomiphene citrate atau letrozole, penggunaan obat ini bertujuan agar setiap bulannya ada sel telur berkualitas yang berhasil tumbuh.

Tapi, tetap ingat Ma penggunaan obat apapun tetap harus dengan resep dokter. Jadi untuk penggunaan obat ini juga harus di bawah pengawasan dokter!

Curated For You

Editorial Team

Related Article