Cara Menyuburkan Sel Telur bagi yang Sedang Program Hamil

Kualitas sel telur memengaruhi peluang pembuahan dan perkembangan embrio, sehingga pola makan beragam serta kecukupan asam folat penting dalam persiapan kehamilan.
Berat badan seimbang, olahraga rutin tanpa diet ekstrem, pemahaman siklus menstruasi, dan pencatatan ovulasi dapat membantu mendukung kesehatan reproduksi.
Istirahat cukup, pengelolaan stres, serta menghindari rokok dan alkohol dianjurkan; pemeriksaan kesuburan ke dokter dapat memberi saran sesuai kondisi reproduksi.
Sel telur punya peran penting dalam proses kehamilan. Kualitas sel telur jadi salah satu faktor yang bisa memengaruhi peluang terjadinya pembuahan dan perkembangan embrio, jadi kesehatan reproduksi perlu diperhatikan.
Nah, ada berbagai hal yang bisa dilakukan untuk mendukung kesehatan reproduksi dan menyuburkan sel telur untuk yang sedang melakukan program hamil.
Berikut sudah Popmama.com rangkum beberapa hal yang bisa diperhatikan. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Menjaga pola makan

Magnific.com Extend Fertility menjelaskan studi terhadap 17.544 perempuan selama delapan tahun ditemukan pola makan yang dikenal sebagai Fertility Diet. Hal ini, berkaitan dengan risiko infertilitas akibat gangguan ovulasi yang 66 persen lebih rendah pada kelompok dengan skor pola makan tertinggi dibandingkan kelompok dengan skor terendah.
Maka dari itu, yuk, mulai mengkonsumsi makanan yang beragam, seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, ikan, dan telur. Beragam makanan tadi bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh yang akan mendukung kesehatan reproduksi.
Selain memperhatikan jenis makanan, penting juga untuk memenuhi kebutuhan asam folat sebelum hamil, ya, karena nutrisi ini akan nantinya berperan dalam perkembangan awal janin.
2. Menjaga berat badan tetap seimbang

Magnific.com Jangan salah, berat badan juga bisa memengaruhi kesuburan perempuan, lho. Dilansir dari Your Fertility, kelebihan berat badan, terutama di area perut memengaruhi keseimbangan hormon dan meningkatkan risiko menstruasi tidak teratur.
Kondisi itu juga bisa meningkatkan risiko anovulasi, yaitu kondisi saat ovarium tidak melepaskan sel telur. Nah, jadi peluang terjadinya kehamilan dapat berkurang.
Sebuah penelitian yang dikutip Your Fertility menemukan bahwa 66,4 persen perempuan dengan obesitas berhasil hamil dalam 12 bulan, dibandingkan 81,4 persen perempuan dengan berat badan normal. Karena itu, menjaga berat badan tetap seimbang bisa menjadi salah satu langkah untuk mendukung kesuburan.
3. Memahami siklus menstruasi dan ovulasi

Magnific.com Cara selanjutnya yaitu memahami siklus menstruasi dan ovulasi sendiri. Hal ini guna membantu perempuan mengenali pola tubuhnya, termasuk memperkirakan waktu ovulasi atau pelepasan sel telur dari ovarium.
Satu kasus yang dibahas United Wellness, perempuan berusia 32 tahun belum berhasil hamil setelah mencoba selama 10 bulan. Pemeriksaan USG menemukan bahwa ia tidak mengalami ovulasi meskipun mengalami perdarahan menstruasi setiap bulan.
Karena itu, coba mulai mencatat siklus menstruasi dan menggunakan alat prediksi ovulasi untuk membantu mengenali masa subur. Jika sudah mencoba hamil selama beberapa waktu tetapi belum berhasil, konsultasikan ke dokter untuk mengetahui kondisi ovulasi dan kesehatan reproduksi, ya.
4. Istirahat yang cukup

Magnific.com Meskipun cara ini terdengar sepele, tetapi Istirahat cukup jadi hal penting dari pola hidup sehat, terutama saat mempersiapkan kehamilan. Kurang tidur dan stres bisa memengaruhi kesehatan tubuh dan berkaitan dengan perubahan siklus menstruasi pada perempuan.
Dilansir dari avidafertility.com, penelitian pada perempuan yang menjalani program bayi tabung (IVF) menunjukkan bahwa durasi tidur ideal adalah 7–8 jam per malam. Durasi tidur kurang dari 6 jam dikaitkan dengan tingkat pembuahan (fertilization rate) yang lebih rendah dan penurunan jumlah sel telur matang. Terdapat juga studi menunjukkan bahwa perempuan dengan kualitas tidur yang buruk (skor PSQI tinggi) berisiko mengalami penurunan cadangan ovarium (diminished ovarian reserve) serta penurunan peluang kehamilan klinis.
Mulailah buat rutinitas tidur yang teratur, istirahat di tengah kerja, dan meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks. Perlu diingat lagi, kalau kondisi tubuh sehat, tentunya akan berpengaruh di sel telur dan persiapan kehamilan secara keseluruhan.
5. Hindari kebiasaan merokok dan alkohol

Magnific.com Kebiasaan merokok berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan, termasuk berkaitan dengan penurunan kesuburan dan penuaan ovarium yang lebih cepat. Sementara itu, konsumsi alkohol bisa mengganggu kesehatan dan berisiko selama kehamilan, terutama ketika seseorang belum menyadari bahwa dirinya sedang hamil.
Salah satu penelitian yang diterbitkan di National Library of Medicine menjelaskan kalau perempuan yang merokok memiliki tingkat keberhasilan kehamilan melalui program bayi tabung (IVF) sekitar 50% lebih rendah dan risiko keguguran sekitar 25% lebih tinggi.
Penelitian donor sel telur juga menunjukkan bahwa kebiasaan merokok, narkoba, dan minuman alkohol bisa memengaruhi peluang keberhasilan kehamilan melalui kualitas sel telur.
Nah, maka dari itu, menjaga kesehatan sel telur bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari, ya. Langkah-langkah ini bisa membantu mendukung kesehatan reproduksi saat mempersiapkan kehamilan.
Bagi yang ingin cepat hamil, memahami cara memperbesar dan menyuburkan sel telur juga perlu untuk melakukan pemeriksaan kesuburan ke dokter agar mendapatkan saran sesuai kondisi kesehatan reproduksi.
Jadi, apakah sudah mencoba cara-cara di atas?

























