Jumlah cadangan sel telur memainkan peran penting dalam mendukung kesuburan serta peluang kehamilan seorang perempuan.
10 Hal yang Bikin Sel Telur Sedikit Menurut Dokter Kandungan

- Usia menjadi faktor alami utama penurunan jumlah dan kualitas sel telur, sementara endometriosis serta operasi ovarium dapat merusak atau mengurangi jaringan ovarium sehat.
- Kemoterapi, radioterapi, dan merokok berisiko merusak folikel serta fungsi ovarium; terapi kanker bahkan dapat memicu menopause dini.
- Faktor genetik, gangguan autoimun, infeksi, trauma ovarium, penyakit tertentu, atau penyebab yang belum teridentifikasi juga dapat menurunkan cadangan sel telur.
Melalui unggahan di media sosial Threads pada Jumat (28/8/2026), Dokter Yassin Bintang, Spesialis Obgyn dan Gynecology, memberikan informasi penting mengenai 10 hal yang dapat menyebabkan jumlah sel telur semakin sedikit.
Bagi kamu yang sedang menjalani program hamil atau ingin menjaga kesehatan organ reproduksi, berikut Popmama.com rangkum 10 hal yang bikin sel telur sedikit menurut dokter Yassin Bintang, spesialis kandungan.
Table of Content
1. Usia

Threads.com/@yassinbintang Usia merupakan faktor alami paling utama yang memengaruhi kuantitas sel telur.
Seorang wanita lahir dengan jumlah sel telur yang sudah ditentukan. Seiring bertambahnya usia, jumlah serta kualitas sel telur akan mengalami penurunan secara drastis.
2. Endometriosis

Magnific.com/stefamerpik Endometriosis terjadi ketika jaringan yang mirip lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim.
Sebagaimana dijelaskan oleh Dokter Yassin Bintang, kondisi ini khususnya jika membentuk kista endometrioma di ovarium, dapat merusak jaringan sehat indung telur dan berkaitan langsung dengan penurunan cadangan ovarium.
3. Operasi ovarium

Magnific.com/peoplecreations Prosedur pembedahan pada area reproduksi, seperti operasi pengangkatan kista ovarium, berisiko mengikis sebagian jaringan ovarium yang sehat.
Akibatnya, jumlah folikel yang menyimpan calon sel telur di dalam ovarium ikut berkurang.
4. Kemoterapi atau radioterapi

Magnific.com Pengobatan medis untuk penyakit kanker seperti kemoterapi dan radioterapi memiliki efek samping yang cukup kuat terhadap organ reproduksi.
Terapi ini dapat merusak sel-sel folikel yang sensitif, sehingga mengganggu fungsi ovarium secara signifikan, hingga berisiko memicu menopause dini.
5. Merokok

Threads.com/@yassinbintang Gaya hidup tidak sehat juga memegang peranan besar, lho!
Dokter Yassin menegaskan bahwa, zat racun dalam rokok dapat mempercepat tingkat kerusakan sel telur, menurunkan fungsi ovarium, serta memicu terjadinya masa menopause beberapa tahun lebih awal dibanding non-perokok.
6. Faktor genetik

Magnific.com/kjpargeter Riwayat kesehatan keluarga turut memengaruhi cadangan sel telur seseorang.
Adanya kelainan atau variasi genetik tertentu dapat menyebabkan seorang wanita memiliki jumlah sel telur yang bawaannya memang lebih sedikit, atau mengalami penurunan fungsi ovarium di usia yang relatif muda.
7. Gangguan autoimun tertentu

Magnific.com/benzoix Pada beberapa kondisi medis khusus, sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Reaksi autoimun ini bisa menyasar organ ovarium, memicu peradangan, dan mengganggu produksi serta kelangsungan hidup sel telur.
8. Infeksi atau kerusakan ovarium

Magnific.com Infeksi berat pada organ panggul (seperti penyakit radang panggul) atau trauma fisik pada area reproduksi dapat meninggalkan jaringan parut.
Kerusakan jaringan ovarium akibat infeksi ini berdampak langsung pada penurunan kapasitas ovarium dalam menyimpan sel telur.
9. Kondisi medis tertentu

Magnific.com/Lifestylememory Ada berbagai penyakit sistemik dan gangguan hormonal khusus yang dapat memengaruhi fungsi kerja ovarium secara keseluruhan.
Kondisi ini memicu dampak yang bervariasi pada setiap individu. Maka dari itu, evaluasi mendalam oleh dokter spesialis sangat diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat.
10. Penyebab tidak spesifik

Threads.com/@yassinbintang Dalam beberapa kasus klinis, penyebab berkurangnya sel telur tidak dapat ditemukan secara pasti.
Menurut Dokter Yassin, seseorang tetap bisa mengalami kondisi cadangan sel telur yang rendah meskipun ia tidak memiliki gaya hidup buruk maupun faktor risiko medis yang jelas.
Itulah 10 hal yang bikin sel telur sedikit menurut dokter Yassin Bintang, spesialis kandungan.
Mengetahui kondisi cadangan sel telur sejak dini sangat membantu dalam merencanakan masa depan reproduksi dengan lebih matang.
Jika kamu memiliki kekhawatiran terkait kesuburan atau sedang merencanakan kehamilan, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan ya!





















