Makanan yang Dapat Menurunkan Kadar Estrogen, Cek Faktanya!

Keseimbangan estrogen penting bagi kesehatan reproduksi; kadar berlebih disebut dapat mengganggu siklus haid dan memicu keluhan PMS.
Delima, jamur, serta sayuran kubis-kubisan seperti brokoli, kale, dan kembang kol disebut mendukung pengendalian atau pembuangan estrogen berlebih.
Biji rami dapat mengikat estrogen berlebih, sementara tahu dan tempe dari kedelai utuh disebut membantu menyeimbangkan aktivitas hormon.
Menjaga keseimbangan hormon seksual sangat penting bagi kesehatan reproduksi perempuan ya, Ma. Kadar estrogen yang berlebihan justru bisa mengganggu siklus haid hingga memicu keluhan PMS yang mengganggu.
Mengonsumsi makanan kaya serat dan nutrisi alami dapat membantu tubuh membuang kelebihan hormon ini secara mandiri agar metabolisme tubuh tetap stabil.
Langkah sederhana menjaga keseimbangan hormon bisa dimulai dari meja makan. Berikut Popmama.com bagikan makanan yang dapat menurunkan kadar estrogen yang wajib Mama ketahui!
Table of Content
1. Buah delima merah

Popmama.com/Erica Santoso/AI Buah delima menyimpan kandungan nutrisi alami yang melimpah. Senyawa aktif di dalamnya mampu menghambat zat penanggung jawab pembentukan estrogen aktif di dalam tubuh.
Sebagaimana dipaparkan dalam studi Key et al. (2013), mengendalikan lonjakan hormon sangat penting untuk mencegah risiko gangguan jaringan reproduksi. Biji delima hadir sebagai penyeimbang alami.
Mama bisa menaburkan biji delima di atas oatmeal atau salad sarapan. Olahan sederhana ini siap menjaga kestabilan hormon harian.
2. Jamur penekan hormon berlebih

Popmama.com/Erica Santoso/AI Jamur ampuh membantu mengontrol produksi estrogen. Komponen di dalam jamur bekerja menghambat zat penumbuh estrogen berlebih di dalam darah.
Ekstrak jamur terbukti meredam pembentukan estrogen ekstra. Penekanan ini mencegah penumpukan hormon secara alami di dalam tubuh.
Cincang jamur dan campurkan ke dalam tumisan atau sup keluarga. Rasanya yang gurih akan membuat sajian sehat ini makin diminati.
3. Sayuran kubis-kubisan dan sawi-sawian

Popmama.com/Erica Santoso/AI Sayuran segar seperti brokoli, kale, dan kembang kol kaya akan zat alami pembersih tubuh. Nutrisi ini mendukung kinerja organ hati memproses sisa estrogen agar mudah dibuang.
Mengonsumsi kelompok sayuran hijau ini terbukti membantu mengurangi sirkulasi kadar estrogen yang berlebihan di dalam darah.
Olah brokoli atau kale menjadi sajian kukus yang lezat. Variasi menu hijau ini membantu menjaga sistem hormonal Mama tetap seimbang.
4. Biji rami atau flaxseed

Popmama.com/Erica Santoso/AI Biji rami (flaxseed) merupakan sumber zat serat unik yang kaya. Kandungan alami ini mampu mengikat estrogen berlebih sehingga kadar hormon di darah tetap terkontrol.
Asupan biji rami secara teratur berkontribusi membantu menurunkan konsentrasi estrogen berlebih.
Haluskan biji rami dan simpan di kulkas. Mama bisa menyajikannya sebagai topping smoothie bowl atau taburan muesli saat sarapan.
5. Olahan kedelai utuh seperti tahu dan tempe

Popmama.com/Erica Santoso/AI Kedelai mengandung zat alami yang membantu menyeimbangkan aktivitas hormon. Jika kadar estrogen tubuh sedang tinggi, olahan kedelai membantu menetralkan dampaknya pada sel.
Riset kesehatan mengonfirmasi bahwa mengonsumsi kedelai utuh seperti tahu dan tempe beberapa kali seminggu aman untuk menjaga stabilitas hormon perempuan.
Pilihlah olahan kedelai segar yang minim proses pabrikan. Sajikan sebagai variasi lauk harian yang sehat dan ramah di kantong, Ma.
Demi tubuh lebih fit dan siklus haid lancar, yuk lebih bijak menyusun variasi menu harian di rumah, Ma! Mengatur asupan makanan seimbang adalah investasi berharga bagi kesehatan hormon. Tetap sehat dan semangat merawat diri ya, Ma!
























