Memiliki tubuh yang sehat dan berfungsi dengan optimal adalah dambaan setiap perempuan, terutama bagi Mama yang menjalani peran aktif setiap harinya. Namun, terkadang ada bagian tubuh yang jarang terpikirkan namun memiliki peran sangat krusial, yaitu otot dasar panggul. Otot-otot ini berfungsi seperti "penyangga" atau hammock yang menopang organ panggul Mama, termasuk rahim, kandung kemih, dan usus, sehingga semuanya tetap berada di posisi yang benar.
Sayangnya, banyak dari kita yang sering melewatkan tanda-tanda awal ketika otot-otot penyangga ini mulai mengalami penurunan fungsi. Kondisi ini yang kemudian dikenal dengan istilah disfungsi dasar panggul. Mengutip dari Cleveland Clinic, disfungsi dasar panggul terjadi ketika otot-otot di area panggul melemah, menegang secara berlebihan, atau tidak terkoordinasi dengan baik, sehingga mengganggu aktivitas fisiologis sehari-hari.
Hal yang paling menantang dari gangguan ini adalah sifatnya yang seringkali "diam" pada fase awal. Banyak perempuan yang belum menyadari atau belum ngeh bahwa gejala-gejala kecil yang muncul sebenarnya merupakan sinyal awal dari masalah dasar panggul. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa berdampak signifikan pada kualitas hidup Mama, mulai dari kenyamanan saat beraktivitas fisik hingga masalah keintiman bersama Papa.
Penting sekali bagi Mama untuk lebih "mendengarkan" sinyal-sinyal halus yang diberikan oleh tubuh. Melalui berbagai edukasi kesehatan, para ahli terus mengingatkan agar kamu tidak mengabaikan perubahan kecil yang terjadi pada fungsi organ panggul.
Berikut Popmama.com rangkum beberapa gejala yang perlu Mama waspadai!
