Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Mengenal PMOS, Nama Baru bagi PCOS, Ini yang Perlu Kamu Tahu!
Magnific.com/stefarmerpik
  • Setelah 14 tahun kolaborasi, istilah PCOS resmi diganti menjadi PMOS untuk mencerminkan kompleksitas gangguan hormonal dan metabolik yang memengaruhi 1 dari 8 perempuan di dunia.
  • Perubahan nama ini menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak hanya terkait kista ovarium, tetapi juga berdampak pada metabolisme, kesehatan mental, serta risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.
  • Pendekatan baru dalam menangani PMOS kini lebih menyeluruh, mencakup evaluasi hormon, sensitivitas insulin, kesehatan mental, hingga gaya hidup agar pasien mendapat perawatan yang lebih akurat dan manusiawi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

PCOS kini resmi disebut sebagai PMOS. Setelah, 14 tahun kolaborasi antara para ahli medis dan pasien, menandai perubahan besar dalam cara kondisi tersebut dipahami dan dibahas.

Suatu kondisi hormonal yang memengaruhi 1 dari 8 wanita di seluruh dunia ini, mendapatkan perubahan nama yang sudah lama ditunggu-tunggu. 

Sebelumnya dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), kondisi ini sekarang akan disebut Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS). Perubahan yang diharapkan para ahli akan lebih mencerminkan kompleksitas gangguan tersebut dan meningkatkan perawatan pasien.

Selama bertahun-tahun, para spesialis berpendapat bahwa istilah "PCOS" menyesatkan, karena terlalu menekankan pada kista ovarium meskipun banyak pasien sama sekali tidak memilikinya.

Nama yang dinilai kurang layak itu, juga mempersempit pemahaman publik tentang apa yang sebenarnya merupakan kondisi hormonal dan metabolik yang beragam, yang seringkali menyebabkan diagnosis tertunda dan pengobatan yang tidak memadai.

Berikut ini, Popmama.com bagikan PCOS resmi ubah nama menjadi PMOS.

1. Mengenal istilah PCOS

Magnific.com/atlascompany

PCOS atau sindrom ovarium polikistik, adalah salah satu kondisi hormonal paling umum yang memengaruhi perempuan selama masa reproduksi mereka.

Kondisi ini dapat muncul dalam berbagai cara, mulai dari menstruasi tidak teratur dan pertumbuhan rambut berlebih hingga fluktuasi berat badan, resistensi insulin, dan kesulitan kesuburan–meskipun tidak ada dua pengalaman yang persis sama. 

Menurut pakar kesehatan wanita Kirtly Jones, PCOS terjadi ketika hormon tidak seimbang, dan pil KB sering diresepkan untuk membantu mengatur menstruasi dan mengelola gejala yang berkaitan dengan hormon.

Pengobatan dapat berkisar dari penyesuaian gaya hidup hingga pengobatan, tergantung pada gejala dan kebutuhan masing-masing orang, dengan perawatan spesialis direkomendasikan dalam kasus-kasus tertentu.

2. Mengenal istilah PMOS

Magnific.com/macrovector

PMOS dikaitkan dengan periode menstruasi yang tidak teratur dan kadar androgen yang lebih tinggi–hormon yang dapat memicu jerawat, pertumbuhan rambut berlebihan, atau bahkan penipisan rambut.

Beberapa orang mungkin juga mengembangkan folikel pada ovarium, meskipun ini tidak dianggap sebagai kista sejati. Namun, tidak setiap gejala harus ada untuk diagnosis.

Menurut Cree, mendiagnosis PCOS pada remaja membutuhkan dua tanda kunci, yaitu siklus menstruasi yang tidak teratur dan bukti peningkatan androgen.

Ini dapat terlihat melalui kadar hormon dalam tes darah atau gejala seperti jerawat parah dan pertumbuhan rambut dada yang berlebihan.

3. Mengapa istilah PCOS harus diubah menjadi PMOS?

Magnific.com/drobotdean

PMOS sendiri cenderung menggambarkan kondisi hormonal kompleks yang dapat memengaruhi segala hal mulai dari berat badan, metabolisme, dan kesehatan mental hingga masalah kulit dan kesehatan reproduksi.

Para ahli mengatakan istilah sebelumnya, PCOS, seringkali terlalu menyederhanakan kondisi tersebut dengan berfokus terutama pada kista dan ovarium, meskipun gangguan tersebut melibatkan lebih dari itu.

Akibatnya, banyak orang mengalami keterlambatan diagnosis atau tidak menerima perawatan yang mereka butuhkan.

Sekarang, para peneliti secara resmi mengganti nama kondisi ini menjadi sindrom ovarium metabolik poliendokrin (PMOS), sebuah istilah yang mereka harapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang dampak kesehatannya yang lebih luas.

Karena terlepas dari nama lamanya, PMOS bukan hanya tentang kista.

Para ahli mengatakan kondisi ini memengaruhi banyak sistem dalam tubuh, jauh melampaui kesehatan reproduksi.

4. PMOS lebih dari hanya gangguan reproduksi

Magnific.com/freepik

Awalnya, sindrom ini terutama dipandang sebagai gangguan reproduksi yang terkait dengan peningkatan kadar hormon pria, menstruasi tidak teratur, dan masalah kesuburan.

Namun, para peneliti kemudian menemukan bahwa sindrom ini juga terkait erat dengan resistensi insulin, suatu kondisi di mana tubuh kesulitan merespons insulin dengan benar. Seiring waktu, hal ini dapat meningkatkan risiko diabetes.

Sejak saat itu, penelitian telah menunjukkan bahwa PMOS juga dikaitkan dengan masalah metabolisme yang lebih luas, termasuk penyakit hati dan penyakit jantung.

Baru-baru ini, para ahli telah mengaitkan kondisi ini dengan gejala seperti apnea tidur, kecemasan, depresi, dan dismorfia tubuh–lebih lanjut menyoroti bahwa PMOS jauh lebih kompleks daripada yang disarankan oleh nama sebelumnya.

5. Apakah perubahan nama, mengubah diagnosis?

Magnific.com/jcomp

Secara garis besar, kriteria diagnosis untuk kondisi PMOS belum mengalami perubahan signifikan. Penentuannya masih didasarkan pada kombinasi masalah ovulasi, kadar androgen yang tinggi (hiperandrogenisme), serta kondisi ovarium.

Oleh karena itu, seseorang yang sebelumnya didiagnosis menderita PCOS kemungkinan besar akan tetap memenuhi kriteria PMOS. 

Perubahan ini sebenarnya lebih menekankan pada pergeseran perspektif medis dalam memahami, menjelaskan, dan menangani kondisi pasien secara lebih komprehensif dalam jangka panjang.

6. Apakah perubahan nama mengubah cara penanganan PMOS?

Magnific.com/freepik

Perubahan istilah menjadi metabolik poliendokrin bukan sekadar ganti nama, melainkan sebuah perubahan besar dalam cara kita memandang kondisi ini. Selama ini, banyak pasien merasa "terjebak" dalam diagnosis yang hanya peduli pada urusan menstruasi atau promil (program hamil). Padahal, kenyataan yang dihadapi pasien jauh lebih kompleks dari itu. Berikut adalah beberapa poin utama mengapa perubahan sudut pandang ini sangat krusial:

  1. Lebih dari sekadar siklus bulanan
    Dalam pendekatan baru ini, dokter tidak lagi hanya terpaku pada kalender menstruasi atau rencana kehamilan pasien. Fokus pemeriksaan kini meluas ke "mesin" utama tubuh, di mana evaluasi mencakup profil metabolik dan tingkat sensitivitas insulin untuk mencegah komplikasi di masa depan. Selain itu, aspek psikologis dan kualitas hidup harian, seperti kesehatan mental dan pola tidur, kini mendapatkan porsi perhatian yang sama besarnya. Artinya, penanganan medis dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh sistem tubuh berfungsi dengan optimal, bukan hanya fungsi reproduksinya saja.

  1. Validasi terhadap pengalaman nyata pasien
    Perubahan istilah ini memberikan pengakuan atau validasi yang sangat berarti bagi para pasien. Selama ini, banyak pasien merasa keluhan seperti kenaikan berat badan yang sulit dikontrol atau rasa lelah kronis sering diabaikan atau dianggap sebagai masalah gaya hidup semata. 
    Dengan terminologi yang baru, gejala-gejala tersebut diakui sebagai bagian integral dari gangguan sistem endokrin. Hal ini membantu pasien merasa lebih didengarkan, karena diagnosis medis kini selaras dengan realitas fisik yang mereka rasakan setiap hari, sehingga mereka tidak lagi merasa "disalahkan" atas kondisi tubuhnya sendiri.

  1. Percepatan diagnosis dan kesadaran publik
    Dampak jangka panjang dari perubahan ini adalah terciptanya sistem deteksi dini yang lebih efektif agar diagnosis tidak lagi terlambat diberikan. Ketika istilah yang digunakan lebih akurat mencerminkan risiko penyakit kronis seperti diabetes atau gangguan jantung, masyarakat luas pun akan mulai memahami bahwa kondisi ini adalah masalah kesehatan yang serius dan kompleks. 
    Edukasi publik yang lebih baik akan menghapus stigma bahwa ini hanyalah "masalah kewanitaan" biasa, sehingga pasien mendapatkan dukungan sosial yang lebih kuat dan akses penanganan metabolik yang lebih cepat sebelum gejala berkembang menjadi lebih berat.

7. Mengelola PMOS

Magnific.com/freepik, tirachardz, jcomp

Mengelola PMOS secara efektif berfokus pada hubungan biologis antara insulin dan hormon. Dr. Melanie Cree, ahli endokrinologi anak, menjelaskan bahwa perubahan gaya hidup–seperti tidur yang lebih baik, aktivitas teratur, dan mengurangi makanan olahan–secara langsung menargetkan kelebihan insulin, yang jika tidak diatasi akan memberi sinyal pada ovarium untuk memproduksi testosteron secara berlebihan. Jika perubahan ini tidak cukup, intervensi medis seperti Metformin, penghambat androgen, atau kontrasepsi hormonal dapat membantu mengatasi masalah tersebut. 

Pada akhirnya, seperti yang ditekankan oleh Dr. Sarah Hutto, dokter kandungan dan ginekolog, pengobatan sangat personal, rencanamu harus disesuaikan dengan prioritas spesifikmu, baik kamu berfokus pada kesuburan dan perencanaan kehamilan atau stabilitas gejala jangka panjang. 

Pada banyak perempuan dengan PMOS, tubuh memproduksi insulin berlebih, yang dapat memberi sinyal pada ovarium untuk memproduksi lebih banyak testosteron daripada yang dibutuhkan.

Ketidakseimbangan hormon inilah yang sering memicu banyak gejala kondisi tersebut.

Selain penyesuaian gaya hidup, pilihan pengobatan juga dapat mencakup obat-obatan pengatur insulin seperti Metformin, obat-obatan penghambat androgen, dan kontrasepsi hormonal.

Namun, Hutto menekankan bahwa pengobatan PMOS bukanlah solusi yang cocok untuk semua orang. 

Penanganan harus disesuaikan dengan prioritas dan gejala masing-masing individu. Bagi sebagian orang, fokusnya mungkin pada dukungan kesuburan dan perencanaan kehamilan, sementara yang lain mungkin lebih menyukai pilihan yang membantu mengatur hormon atau mengelola gejala sehari-hari.

Itulah, mengenal PMOS, nama baru bagi PCOS. Kini, PMOS dapat dipahami dan ditangani lebih menyeluruh.

Editorial Team