Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Penyebutan PCOS Dianggap Salah Kaprah, Ini Alasannya

Kenapa Penyebutan PCOS Dianggap Salah Kaprah, Ini Alasannya
Dok. IDN Times
Intinya Sih
  • PCOS kini resmi berganti nama menjadi PMOS atau polyendocrine metabolic ovarian syndrome untuk mencerminkan kondisi yang lebih akurat.
  • Selama ini, PCOS dianggap kurang tepat karena gejalanya bervariasi dan tidak selalu melibatkan kista ovarium.
  • Perubahan nama dilakukan agar fokus tidak hanya pada organ reproduksi, tetapi juga pada gangguan metabolik dan hormonal yang dialami penderita.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Polycystic ovary syndrome atau POCS resmi berganti nama menjadi PMOS atau polyendocrine metabolic ovarian syndrome. Tentunya, ada alasan penting dibalik pergantian penyebutan nama tersebut. 

Selama ini, PCOS masih belum memiliki identitas gejala yang tegas. Beberapa penderitanya memiliki gejala yang bisa saja berbeda dengan penderita lainnya. Bahkan, ada yang tidak memiliki kista ovarium sama sekali dan tetap terdiagnosa mengalami PCOS. 

Sering disebut sebagai masalah organ reproduksi, sebenarnya banyak orang yang merasa lebih terganggu dengan masalah jerawat, rambut berlebih, resistensi insulin, atau gangguan metabolik dibanding masalah ovarium itu sendiri. 

Berangkat dari hal itu, akhirnya diputuskan kalau PCOS berganti nama menjadi PMOS. Popmama.com akan menjelaskan hal-hal yang membuat PCOS dianggap tidak relevan lagi. 

Table of Content

1. Perubahan nama sesuai dengan rekomendasi para ahli

1. Perubahan nama sesuai dengan rekomendasi para ahli

pexels.com/freepik
pexels.com/freepik

Dunia ilmu pengetahuan selalu berkembang, sehingga perubahan-perubahan akan selalu terjadi. Kali ini, para ahli merekomendasikan perubahan nama PCOS menjadi PMOS yang dipublikasikan dalam jurnal The Lancet

Rekomendasi ini didukung organisasi endokrinologi internasional seperti Endocrine Society. Perubahan kata "polycystic" dan "ovary" dianggap terlalu sempit dan tidak akurat menggambarkan penyakit. 

Pertama, tidak semua penderitanya memiliki kista. Kedua, penyakit ini bukan hanya masalah ovarium semata. 

2. Penyakit yang melibatkan banyak sistem tubuh

pexels.com/ Ruly Nurul Ihsan
pexels.com/ Ruly Nurul Ihsan

Selama ini, PCOS diketahui berkaitan dengan resistensi insulin, diabetes tipe 2, obesitas, gangguan lipid, inflamasi kronis, sleep apnea, depresi, kecemasan, hingga peningkatan risiko penyakit kardiometabolik. Dengan kata lain, penyakit ini melibatkan banyak sistem tubuh. 

Dengan adanya nama baru, diharapkan bisa membantu pasien dan tenaga medis memahami kalau kondisi ini adalah gangguan endokrin-metabolik yang kompleks, bukan hanya masalah ovarium. 

3. Mengenal makna PMOS

pexels.com/Sora Shimazaki
pexels.com/Sora Shimazaki

Perubahan nama dari polycystic menjadi polyendocrine mengartikan kalau penyakit ini melibatkan banyak sistem hormonal atau endokrin. Sedangkan metabolic menegaskan kalau penyakit ini memang memiliki masalah dengan komponen metabolik dan insulin resistance

Ovarian tetap sama karena memang ada keterlibatan dengan masalah ovarium pada penyakit ini. Sedangkan Syndrom mengartikan kalau penyakit ini merupakan kondisi kompleks multisistem. 


4. Bukan hanya masalah kesuburan

pixabay.com/Saranya7
pixabay.com/Saranya7

Dengan banyaknya sistem hormon yang ikut terlibat, maka bisa disimpulkan kalau PMOS tidak hanya melibatkan hormon reproduksi. Penyakit ini juga melibatkan insulin, androgen, hormon metabolik, dan regulasi hormonal lain di dalam tubuh. 

Hal ini sangat penting karena selama bertahun-tahun, banyak pasien yang merasa gejala mereka terlalu disederhanakan.

Dengan begitu, kondisi ini bukan hanya masalah menstruasi atau kesuburan, melainkan lebih kompleks dari itu. 

5. Perubahan fokus penanganan

pexels.com/cottonbro studio
pexels.com/cottonbro studio

Selama ini, evaluasi medis PCOS hanya terpusat pada menstruasi, kesuburan, atau kehamilan. Dengan adanya perubahan nama ini, maka diharapkan bisa mengubah fokus penanganan medis juga. 

Karena saat mengalami PCOS, pasien hanya difokuskan pada masalah yang ada pada kesehatan organ reproduksi saja. Sedangkan, banyak juga pasien yang mengalami kelelahan, gangguan berat badan, gangguan tidur, masalah psikologis, hingga risiko metabolik jangka panjang.

Diharapkan, perubahan nama ini bisa membantu memberikan gambaran yang lebih valid terhadap pengalaman pasien sehari-hari. Harapan lainnya, diagnosis bisa dibuat lebih cepat, gejala metabolik tidak lagi diabaikan, dan banyak orang jadi lebih paham mengenai betapa beratnya kondisi ini. 

Itu dia penjelasan mengenai kenapa PCOS tidak lagi relevan dan kini berganti nama menjadi PMOS. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More