Hidup dengan satu ginjal berarti Mama perlu lebih teliti dalam menerapkan gaya hidup sehat. Selain dengan rutin berolahraga sesuai dengan kemampuan, memilih makanan sehat pun juga menjadi kunci penting.
Diet ginjal sehat atau renal diet biasanya membatasi konsumsi natrium dan kalium hingga 2.000 mg per hari dan membatasi fosfor hingga 1.000 mg per hari.
Ginjal yang bermasalah juga mungkin akan mengalami kesulitan menyaring limbah metabolisme protein. Oleh karena itu, Mama juga mungkin perlu membatasi jumlah konsumsi protein dalam menu sehari-hari.
Beberapa contoh jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk menjaga fungsi ginjal di antaranya:
Minuman berkarbonasi atau minuman soda mengandung tinggi kalori dan gula. Minuman ini juga mengandung zat aditif yang mengandung fosfor. Zat ini biasanya ditambahkan untuk menambah rasa dan mengawetkan.
Makanan kalengan seperti sup, sayuran dan kacang-kacangan, sering dibeli karena praktis. Namun sebenarnya jenis makanan ini mengandung sodium dalam jumlah tinggi, yang justru seharusnya dibatasi oleh pengidap masalah ginjal.
- Susu dan produk olahannya
Produk susu kaya akan berbagai vitamin dan nutrisi, sekaligus menjadi sumber alami fosfor, kalium, dan protein yang baik. Tetapi mengonsumsi terlalu banyak susu bersama dengan makanan kaya fosfor lainnya, dapat merusak kesehatan tulang pada mereka yang memiliki masalah ginjal. Ini karena saat ginjal sedang bermasalah, terlalu banyak konsumsi fosfor dapat menyebabkan penumpukan fosfor dalam darah. Hal ini dapat membuat tulang justru menjadi rapuh dan lemah.
Makanan olahan dan instan biasanya mengandung tinggi natrium. Termasuk di antaranya mi instan. Tidak hanya itu, jenis makanan ini biasanya juga minim nutrisi.
Pada intinya, menjaga kesehatan ginjal menjadi kunci penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berbagai perubahan alami pun bisa terjadi saat hamil, sehingga jika seorang perempuan memiliki satu ginjal saja, diperlukan pemeriksaan menyeluruh dari dokter sebelum memutuskan untuk hamil.