Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resistensi Insulin pada Perempuan dengan PMOS, Ini Cara Mengatasinya!
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Resistensi insulin pada perempuan dengan PMOS membuat sel tubuh kurang merespons insulin, sehingga pankreas memproduksi lebih banyak insulin dan kadar gula serta hormon dalam darah meningkat.

  • Lonjakan insulin mendorong ovarium menghasilkan androgen berlebih, yang berkaitan dengan jerawat, kulit berminyak, rambut berlebih, gangguan ovulasi, menstruasi tidak teratur, dan masalah kesuburan.

  • Resistensi insulin dapat dialami perempuan bertubuh kurus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi banyak perempuan, gangguan hormon seperti Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) sering memicu berbagai keluhan kesehatan yang mengganggu rasa percaya diri. 

Mulai dari siklus menstruasi yang berantakan, timbulnya jerawat parah, pertumbuhan rambut berlebih di area wajah, hingga kesulitan menurunkan berat badan. Namun ternyata di balik gejala PMOS tersebut, terdapat masalah metabolik utama yang terjadi yaitu resistensi insulin

Ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik, penumpukan gula dan hormon di dalam darah pun tidak dapat dihindari. Biar Mama lebih paham lagi, berikut Popmama.com telah rangkum dari website Mito Health terkait informasi selengkapnya!

1. Mengenal resistensi insulin

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Resistensi insulin merupakan suatu kondisi sel otot, lemak, dan hati tidak dapat merespons hormon insulin dengan baik. Akibatnya, pankreas dipaksa bekerja keras untuk memproduksi lebih banyak insulin untuk menjaga gula darah agar tetap stabil.

Ketika kadar insulin melonjak tinggi di dalam darah, akan memicu kelenjar ovarium untuk memproduksi hormon androgen secara berlebihan. 

Hormon laki-laki yang berlebih inilah yang menjadi pemicu utama munculnya gejala fisik khas PMOS pada perempuan. Selain memicu ketidakseimbangan hormon reproduksi, tingginya kadar insulin juga mengganggu proses ovulasi alami.

2. Hubungan antara PMOS dan lonjakan hormon androgen

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Tingginya kadar insulin di dalam darah bertindak sebagai pemicu langsung bagi ovarium melepaskan androgen seperti testosteron secara berlebihan. 

Kondisi ini menciptakan siklus berulang yang terus memperburuk gejala kesehatan dan kondisi metabolisme tubuh, akibatnya perempuan dengan PMOS sering mengalami masalah kulit seperti jerawat membandel dan kulit berminyak. 

Tidak hanya masalah penampilan, kadar androgen yang tinggi juga mengganggu proses pematangan sel telur di dalam ovarium. Sehingga berdampak langsung ke siklus menstruasi dan timbulnya masalah kesuburan.

3. Gejala umum dari resistensi insulin

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Resistensi insulin menimbulkan berbagai gejala fisik yang sering dikeluhkan oleh penderita PMOS dalam kehidupan sehari-hari. 

Mulai dari penambahan berat badan yang drastis hingga rasa lelah berkepanjangan meskipun sudah beristirahat dengan cukup, gejala khas lainnya yang mungkin Mama rasakan ialah area lipatan tubuh menggelap dan menebal.

Selain gejala fisik luar, ketidakseimbangan ini juga memengaruhi profil darah, seperti peningkatan kadar gula dan trigliserida. Tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya prediabetes hingga diabetes tipe 2.

4. Resistensi insulin bisa dialami perempuan kurus

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Banyak Mama mengira bahwa resistensi insulin hanya dialami oleh penderita PMOS yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas. 

Padahal, perempuan dengan berat badan normal atau kurus juga bisa mengalaminya. Kondisi unik ini sering disebut bentuk resistensi insulin selektif dalam tubuh. 

Dalam artian meskipun metabolisme gula darah terlihat normal pada tes biasa, ovarium tetap merespons insulin secara berlebihan.

5. Cara efektif mengatasi resistensi insulin

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Langkah awal yang efektif untuk mengembalikan sensitivitas insulin ialah melalui penerapan pola makan yang kaya akan serat. Prioritaskan konsumsi makanan utuh, protein bebas lemak, lemak sehat, serta membatasi asupan gula dan makanan olahan.

Selain menjaga asupan gizi, melakukan olahraga secara rutin dapat membantu sel-sel otot menyerap gula darah dengan lebih efisien tanpa membutuhkan terlalu banyak insulin.

Menjaga kualitas tidur yang cukup serta mengelola tingkat stres harian juga memegang peranan penting. Mulai sekarang Mama bisa mulai kombinasi gaya hidup sehat untuk memperbaiki metabolisme tubuh agar gejala PMOS dapat lebih mereda ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article