Kehamilan Kosong Tak Bisa Dipertahankan, Yuk Hindari dengan 7 Tips Ini

Mumpung belum terlanjur, yuk cari tahu cara menghindarinya Ma

1 Juli 2019

Kehamilan Kosong Tak Bisa Dipertahankan, Yuk Hindari 7 Tips Ini
Alltforforaldrar.se

Kehamilan kosong atau dalam istilah medisnya disebut kehamilan anembrionik terjadi ketika sel telur yang terbuahi menempel di dinding uterus tetapi embrio tidak berkembang.

Kehamilan kosong ini bisa terjadi pada trimester pertama, Ma.

Proses dalam kehamilan kosong ini memang sulit untuk dideteksi karena memiliki ciri-ciri seperti kehamilan normal pada umumnya, seperti morning sickness, terlambat menstruasi, tes urine yang positif, dan perut kembung.

Kasus dalam kehamilan kosong memang sangat mengecewakan, Ma.

Soalnya, jika diagonsis dokter menunjukkan Mama mengalami kehamilan kosong, maka kehamilan normal yang sudah Mama nantikan tidak tidak dapat dipertahankan.

Karena itu, sebaiknya Mama lebih dini menghindari kehamilan kosong dengan 7 tips berikut ini.

1. Jauhi stres

1. Jauhi stres
maxpixel.freegreatpicture.com

Ketika hamil, tidak hanya terjadi perubahan fisik saja, melainkan juga perubahan emosi. Karena itu, perencanaan matang untuk mempersiapkan kehamilan sangatlah penting agar Mama siap menghadapi segala situasi dalam kondisi mengandung.

Salah satu faktor mental yang mengganggu kehamilan adalah stres. Stres ini, jika tidak pandai dikelola, bisa memberikan dampak buruk terhadap kesehatan pikiran dan tubuh, Ma.

Untuk itu, segala hal yang sekiranya bisa menjadi pemicu stres lebih baik dihindari dan biasakanlah berpikir positif.

Stres pada ibu hamil bisa melemahkan sistem kekebalan janin. Bahkan stres yang terlalu berlebihan bisa menyebabkan keguguran, Ma.

Baca juga: Hasil Penelitian: Stres Selama Hamil Bisa Mempengaruhi Ukuran Bayi

2. Rutin olahraga

2. Rutin olahraga
tuttasalute.net

Kehamilan sehat bisa mama dapatkan dari aktivitas olahraga. Biasanya, untuk ibu hamil muda, olahraga yang dianjurkan adalah senam yang lebih berfokus pada latihan pernapasan dan penguatan otot punggung, termasuk juga otot vagina.

Latihan pernapasan ini boleh dibilang penting agar selama masa kehamilan Mama mudah beradaptasi dengan keberadaan janin di perut.

Pasalnya, ketika mengandung, suplai oksigen tidak hanya untuk Mama, tetapi juga untuk janin.

Selain itu, aktivitas olahraga lainnya yang bisa mama lakukan, seperti step up (naik kursi atau tangga), senam kegel, yoga, push up di dinding dengan cara berdiri, mengangkat kaki dengan posisi merangkak, dan lainnya.

Mama bisa melakukan senam tersebut di rumah, tetapi jika ragu lebih baik berlatih dengan bantuan instruktur senam.

Baca juga:

Editors' Picks

3. Cukup minum air putih

3. Cukup minum air putih
Pixabay/stuarthampton

Kurang minum air putih bisa menyebabkan dehidrasi. Tingkat dehirasi ini bisa dicek dari warna urine, Ma. Jika urine bewarna pekat, bisa dipastikan tubuh kurang asupan air putih yang cukup.

Selagi hamil, mama jangan pernah malas untuk minum air putih ya. Dr. Marjorie Greenfield, seorang pakar kesehatan dari Case Western Reserve University School of Medicine, mengatakan dehidrasi memang rentan dialami ibu hamil.

Dehidrasi juga bisa mengakibatkan ibu hamil jadi pusing, mual, degub jantung meningkat cepat, terutama bagi yang terjangkit morning sickness.

Volume air ketuban juga sangat dipengaruhi dari kecukupan mama mengonsumsi air putih. Soalnya, air ketuban menjadi indikator pertumbuhan janin, menentukan masa prenatal, dan menjauhkan janin dari trauma mekanik.

Baca Juga: Jangan Main-Main, Ini 6 Efek Berbahaya Jika Ibu Hamil Kurang Minum

4. Kurangi makanan tinggi lemak dan gula

4. Kurangi makanan tinggi lemak gula
hamodia.com

Berdasarkan penelitian terbaru dari University of Cambridge, Inggris, ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan gula karena bisa mempengaruhi metabolisme di dalam tubuh dan terganggunya aliran gizi ke janin.

Tak cuma itu, Ma. Dampak buruk lainnya karena berlebihan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula bisa menyebabkan penyakit DMG (diabetes mellitus gestasional).

DMG ini terjadi lantaran tingginya kandungan glukosa ketika hamil. Gejala yang muncul akibat DMG seperti lesu, kurang bertenaga, sering buang air kecil, dan kehausan.

5. Istirahat yang cukup

5. Istirahat cukup
newkidscenter.com

Kurang istirahat atau tidur terlalu larut malam itu tidak baik lho, Ma. Jika biasanya mama suka tidur malam karena asyik nonton film, ketika sedang hamil muda lebih baik dihindari ya.

Ritme tidur yang kurang teratur tidak hanya mempengaruhi kesehatan mama, tetapi juga janin yang sedang Mama kandung.  

Mengenai hal ini, dr Rino Bonti Tri Hadma Shanti SpOG, pernah menyatakan bahwa ibu hamil harus cukup tidur dan jam tidur yang ideal untuk bumi minimal delapan jam sehari.

Jam tidur ini, menurut dia, tidak harus sekaligus selama 8 jam, melainkan dihitung secara keseluruhan dalam satu hari, misalnya jam tidur siang ditambah malam.

Dr. Rino juga menambahkan, kurangnya istirahat bisa menyebabkan kontraksi rahim. Apalagi di kehamilan trimester pertama, ibu hamil harus bisa mengatur waktu istirahat.

Yang lebih penting lagi adalah Mama tahu batasan dan kekuatan tubuh dalam melakukan aktivitas tertentu.

6. Jangan merokok dan minum alkohol

6. Jangan merokok minum alkohol
vix.com

Kebiasaan merokok dan minum alkohol itu sangat tidak baik bagi kesehatan, Ma. Mama bisa bayangkan jika ibu hamil yang melakukan kebiasaan tersebut tentunya akan membahayakan si janin.

Alkohol sesungguhnya tidak memberikan manfaat bagi tubuh, Ma. Orang yang sering mengonsumsi alkohol akan merusak organ hati yang menjadi pusat produksi semua sistem metabolisme di tubuh.

Sebaliknya, merokok ketika hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguguran, Ma.

Soalnya, bahan kimia yang terkandung dalam rokok mengalir di seluruh pembuluh darah dan masuk ke tali pusat janin, sehingga janin jadi kekurangan nutrisi dan suplai oksigen.

7. Jaga berat tubuh

7. Jaga berat tubuh
ninacheriefranklin.com

Menjaga berat tubuh sebelum merencanakan kehamilan sangat dianjurkan, Ma. Setidaknya jangan sampai Mama obesitas ketika mengandung.

Pasalnya, ibu hamil yang obesitas dengan indeks massa tubuh lebih dari 27 kg/m2 lebih rentan mengalami keguguran.

Meski faktor obesitas ini belum tentu menjadi faktor utama keguguran dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya mama menjaga berat tubuh.

Sebab, menurunkan berat badan saat hamil tak dianjurkan dan bisa berpengaruh buruk pada janin.

Intinya, selalu jagalah kualitas hidup dengan gaya hidup yang sehat dan seimbang ya, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.