PCOS, Ketika Tubuh Perempuan Memproduksi Hormon Laki-Laki Berlebihan

Bagaimana jika itu benar-benar terjadi pada perempuan?

15 Juni 2021

PCOS, Ketika Tubuh Perempuan Memproduksi Hormon Laki-Laki Berlebihan
Pexels/ cottonbro

Anggun dan lembut, merupakan gambaran dari rata-rata perempuan di dunia. Karekter tersebut terbentuk akibat hormon yang dimiliki oleh perempuan, sehingga menjadikannya demikian dan memikat bagi lawan jenis.

Namun apa jadinya jika tubuhn seorang perempuan memproduksi hormon laki-laki lebih dominan? Besar dan gagah, mungkin saja dapat terbentuk pada dirinya jika hal tersebut terjadi.

Nah, itulah yang terjadi pada perempuan yang mengidap penyakit PCOS atau polycystic ovary syndrome. Pastinya Mama tidak ingin kan kalau hal tersebut terjadi pada anak mama dikemudian hari?

Berbicara mengenai hal tersebut, kali ini Popmama.comberkesempatan untuk mewawancarai Debby Jean-Marie, seorang Naturopathic Nutritional Therapist, untuk mengetahui penyebab PCOS dan cara mengatasinya.

Tanpa tunggu lebih lama lagi, langsung cek detailnya dibawah ini yuk, Ma!

1. Apa itu PCOS?

1. Apa itu PCOS
Unsplash/timothy paul smith

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada sindrom ini, tubuh wanita memproduksi hormon laki-laki (androgen) secara berlebihan.

Memang didalam tubuh setiap perempuan, tersimpan sedikit hormon laki-laki. Begitu juga dengan laki-laki yang menyimpan sedikit hormon perempuan.

Nah, hormon dari lawan jenis tersebut tidak boleh terlalu berlebihan, jika berlebihan maka kondisi fisik orang tersebut akan terganggu.

Editors' Picks

1. Gejala ­­­yang dirasakan

1. Gejala ­­­yang dirasakan
Unsplash/daniel apodaca

Kelainan pada hormon yang dirasakan oleh beberapa perempuan ini, bisa terlihat dari bentuk fisiknya. 

Biasanya perempuan yang mengidap PCOS memiliki tulang yang besar, berbadan bongsor, berjerawat, dan tumbuh bulu haus disekitar dagu.

Selain itu, gangguan kesehatan juga dapat terpengaruh oleh PCOS. Mudah stres serta mengidap diabetes melitus dapat menjadi ciri-ciri dari penyakit yang satu ini. PCOS juga dapat menyebabkan masa subur tidak teratur.

3. Penyebab terjadinya PCOS

3. Penyebab terjadi PCOS
Unsplash/rex pickar

PCOS bisa terjadi karena unsur genetika atau keturunan. Selain dikarenakan oleh hal tersebut, ternyata penyebab dari penyakit langka yang satu ini juga dapat diawali sejak kecil.

“PCOS tergolong penyakit auto-immune, hal ini bisa saja diawali saat  anak-anak batuk pilek namun disepelekan begitu saja,” jelas Debby.

Jadi, jangan pernah sepelekan saat si Kecil sakit ya, Ma. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati!

4. Pola makan penderita PCOS

4. Pola makan penderita PCOS
Unsplash/leon ephraim

PCOS dapat menjadi semakin berkembang jika tidak ditangani secepatnya. Pola makan menjadi salah satu penyebab utama berkembangnya PCOS.

“PCOS banyak pengaruhnya dari tingkat cravingsugar-nya yang tinggi,” ungkap Debby, terapis neuropati.

Jadi, bagi pengidap PCOS usahakan untuk tidak mengonsumsi karbohidrat ataupun gula yang berlabihan. Debby menyarankan untuk mengonsumsi banyak prebiotik.

Pisang, bawang putih, dan asparagus merupakan salah satu makanan yang mengandung probiotik lho Ma!

5. Pengobatan yang harus dilakukan

5. Pengobatan harus dilakukan
Unsplash/ben blennerhassett

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, penderita PCOS perlu memerhatikan pola makan yang tepat bagi tubuhnya.

“Lengkapi dengan prebiotic, stay away from wheat, stay away from carbs,” tegasnya.

Selain memerhatikan pola makan, penderita PCOS juga perlu melakukan terapi hormon yang bertujuan untuk menormalkan sirkulasi menstruasi, mencegah kanker uterus, pertumbuhan rambut yang berlebihan. Munculnya jerawat, dan rambut rontok.

Nah, bagaimana pendapat Mama setelah mengetahui 5 fakta mengenai PCOS? Apakah menjadi momok yang menakutkan?

Tenang ya. Sebelum terlambat, hindarilah hal-hal diatas yang dapat mengakibatkan PCOS terjadi pada anak. Namun jika sudah terlanjur merasakan gejalanya, jangan segan-segan untuk segera berkonsultasi dengan pakar terkait.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.