Mengalami nyeri haid yang luar biasa atau volume darah yang mendadak banjir tentu bikin khawatir ya, Ma.
Tak jarang, banyak dari kita yang langsung menduga-duga apakah ini gejala kista atau masalah rahim lainnya. Di dunia medis, ada dua kondisi yang sering kali bikin tertukar karena gejalanya mirip, yaitu endometriosis dan adenomiosis. Padahal, keduanya adalah dua kondisi yang berbeda lho, Ma.
Memahami perbedaan antara keduanya sangat penting agar Mama tidak salah mengambil tindakan atau panik duluan. Keduanya memang sama-sama melibatkan jaringan endometrium jaringan yang seharusnya melapisi dinding rahim tetapi tempat "nyasar" si jaringan ini berbeda banget. Yuk, kita kupas pelan-pelan biar Mama makin aware dengan kesehatan reproduksi sendiri.
Endometriosis biasanya terjadi ketika jaringan mirip endometrium tumbuh di luar rahim, seperti di ovarium atau tuba falopi. Sementara itu, adenomiosis terjadi saat jaringan tersebut justru tumbuh menyusup ke dalam dinding otot rahim Mama. Efeknya? Sama-sama memicu rasa nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi penanganannya bisa sangat berbeda.
Jangan sampai salah mengenali sinyal yang diberikan oleh tubuh ya, Ma. Biar Mama makin paham dan edukatif, Popmama.com telah merangkum beberapa perbedaan mendasar antara endometriosis dan adenomiosis yang wajib Mama ketahui demi menjaga kesehatan reproduksi.
