Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB? Simak Ma!

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB? Simak Ma!
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI
Intinya Sih
  • dr. Yena M. Yuzar menyarankan jarak kehamilan minimal dua tahun agar golden period anak pertama tidak terganggu dan kesehatan Mama tetap optimal sesuai rekomendasi WHO.
  • Ibu menyusui disarankan memilih kontrasepsi ramah ASI seperti mini pill berbasis progestin yang tidak mengandung estrogen agar produksi ASI tetap lancar.
  • IUD direkomendasikan sebagai metode KB paling praktis dan efisien karena efektif jangka panjang, minim kontrol rutin, serta ekonomis untuk menjarakkan kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memiliki anak pertama tentu menjadi momen yang sangat membahagiakan sekaligus menantang bagi Mama. Namun, saat sedang menikmati masa-masa indah mengasuh si Kecil, banyak Mama yang mulai berpikir kapan waktu yang tepat untuk kembali memberikan adik. Perencanaan keluarga ini bukan hanya soal kesiapan mental, tetapi juga mempertimbangkan kesehatan fisik Mama dan tumbuh kembang anak pertama.

Salah satu hal krusial yang sering menjadi pertanyaan adalah kapan sebaiknya mulai menggunakan kontrasepsi atau KB. Apakah harus langsung setelah nifas, atau ada durasi tunggu tertentu agar kondisi kesehatan Mama dan si Kecil tetap optimal? Memahami waktu yang tepat akan membantu Mama menjalani peran sebagai orang tua dengan lebih tenang dan terencana.

Terkait hal ini, dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. memberikan pandangannya melalui akun TikTok pribadinya @yena.yuzar. Menurut beliau, penting bagi Mama untuk memberikan perhatian penuh pada periode emas atau golden period si Kecil sebelum memutuskan untuk kembali hamil.

Nah biar nggak penasaran, Popmama.com telah rangkum poin-poin penting mengenai waktu ideal dan pilihan KB yang aman untuk Mama dibawah ini!

Table of Content

1. Pentingnya menjaga golden period si kecil

1. Pentingnya menjaga golden period si kecil

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB_ 2.jpg
Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB

Menjarakkan kehamilan sangat penting agar fokus Mama dalam memberikan stimulasi pada anak pertama tidak terganggu, sehingga anak mendapatkan golden period yang optimal. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menyarankan agar Mama menunggu hingga anak pertama berusia dua tahun sebelum memutuskan untuk hamil kembali.

"Anaknya baru satu, kalau rencananya mau dua, memang sebaiknya hamil kedua disarankan setelah dedek yang pertama dua tahun karena supaya kita bisa melewati golden periodenya dengan tenang. karena kalau kita anaknya baru setahun udah hamil, nanti terganggu dong golden periode kakak yang pertama. Jadi setelah dua tahun baru boleh hamil," ungkapnya.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang menyarankan jarak antar kehamilan minimal 18 hingga 24 bulan. Jarak ini terbukti secara medis dapat menurunkan risiko komplikasi kehamilan bagi Mama serta memberikan waktu bagi tubuh untuk memulihkan cadangan nutrisi yang terkuras.

2. Memilih kontrasepsi yang ramah ASI

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB_ 3.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Saat masa menyusui, Mama harus sangat selektif dalam memilih kontrasepsi agar tidak mengganggu produksi maupun kualitas ASI bagi si Kecil. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menjelaskan bahwa terdapat banyak pilihan KB yang aman dan efektif bagi ibu menyusui yang berusia 25 tahun ke atas.

"Pilihan KB-nya kalau umur 25 tahun cukup banyak ya. Misalnya mau pil, pil khusus menyusui tapi ya, karena kan lagi menyusui. Jadi pilihan KB itu yang tidak mengganggu ASI," terang dokter spesialis kandungan tersebut.

Pil KB khusus menyusui atau mini pill hanya mengandung hormon progestin saja. Berbeda dengan pil kombinasi, mini pill tidak mengandung hormon estrogen yang diketahui dapat menekan produksi ASI, sehingga metode ini menjadi pilihan yang sangat disarankan bagi Mama yang sedang memberikan ASI eksklusif.

3. Keunggulan kontrasepsi hormonal berbasis progesteron

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB_ 4.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Bagi Mama yang ingin menggunakan metode hormonal tanpa perlu khawatir akan terhambatnya proses laktasi, penggunaan hormon progesteron adalah solusi yang sangat efektif. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menerangkan bahwa ada beberapa opsi hormonal progesteron yang aman digunakan, seperti suntik atau pil khusus menyusui.

"Nah kalau untuk pengen yang hormon, biasanya dipilih hormon-hormon yang sifatnya isinya progesteron, yang tidak mengganggu ASI. Bisa yang suntik tiga bulan, bisa pil untuk menyusui, atau bisa juga pake kondom," tambahnya.

Metode suntik tiga bulan memang sering menjadi favorit karena kepraktisannya. Berdasarkan berbagai penelitian kesehatan reproduksi, kontrasepsi suntik berbasis progesteron terbukti tidak memberikan dampak negatif pada pertumbuhan bayi yang menyusu, menjadikannya pilihan yang diakui secara global bagi ibu menyusui.

4. Tantangan metode senggama terputus

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB_ 5.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Metode alami seperti kondom atau senggama terputus mungkin terasa lebih sederhana, namun metode ini menuntut kedisiplinan dan komitmen tinggi dari kedua belah pihak. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. mengingatkan bahwa metode ini memiliki risiko kegagalan yang cukup besar jika pasangan tidak disiplin.

"Tapi kalau pake kondom atau pake coitus interruptus (senggama terputus) kan itu agak berisiko, harus ada komitmen dengan suami, kalau untuk yang tidak disiplin kan agak sulit," tutur dr. Yena.

Secara statistik, tingkat kegagalan penggunaan kondom dan senggama terputus memang lebih tinggi dibandingkan metode kontrasepsi medis. Jika Mama merasa stres atau lelah dalam mengurus si Kecil, terkadang faktor kedisiplinan ini bisa menjadi kendala, sehingga metode yang lebih permanen sering kali menjadi pilihan yang lebih aman.

5. IUD sebagai pilihan paling praktis dan efisien

Berapa Usia Anak yang Ideal agar Mama Bisa Pasang KB_ 6.jpg
Popmama.com/Nadya Julyanti/AI

Jika Mama menginginkan metode yang tidak merepotkan serta memiliki efektivitas jangka panjang, IUD atau KB spiral adalah pilihan yang sangat direkomendasikan. Dr. Yena M. Yuzar, Sp.OG. menekankan bahwa IUD menjadi pilihan yang paling praktis sekaligus efisien dari segi biaya karena tidak memerlukan kontrol bulanan.

"Nah kalau mau yang lebih praktis itu biasanya dipasang IUD. Dipasang itu kan biasanya kontrolnya lama, nggak tiap bulan, bisa setahun atau dua tahun sekali. Kalau pasang IUD itu lebih praktis, juga dari sisi costnya. Saran saya kalau kita mau menjarakkan kehamilannya agak lama, sebaiknya pakai IUD," pungkasnya.

Saran dari dr. Yena ini sangat beralasan, karena IUD dapat digunakan dalam jangka waktu lama, berkisar antara 3 hingga 10 tahun tergantung jenisnya. Hal ini menjadikannya sangat ekonomis dibandingkan harus membeli pil atau melakukan suntik secara berkala, sekaligus memberikan ketenangan pikiran karena perlindungannya terus aktif.

Semoga informasi mengenai pilihan metode KB ini membantu Mama dalam merencanakan masa depan keluarga dengan lebih baik. Kesehatan Mama dan tumbuh kembang si Kecil adalah prioritas utama yang harus selalu dipertimbangkan sebelum membuat keputusan besar.

Kalau Mama sendiri, sudah ada rencana untuk menggunakan metode KB yang mana nih setelah si Kecil lahir nanti? Atau mungkin ada pengalaman seru saat berkonsultasi dengan dokter soal ini?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More