Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Siklus Haid Tidak Teratur, Apakah Bisa Memengaruhi Kesuburan?
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Siklus haid tidak teratur berkaitan dengan ketidakseimbangan hormon dan ovulasi yang tidak konsisten, dipicu antara lain oleh PCOS, gangguan tiroid, perimenopause, berat badan ekstrem, serta stres berat.

  • Siklus normal berlangsung 21–35 hari dari hari pertama haid ke haid berikutnya.

  • Haid tidak teratur dapat menyulitkan prediksi masa subur, tetapi kehamilan tetap mungkin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengalami menstruasi yang tidak menentu sering membuat banyak perempuan merasa cemas. Termasuk, Mama juga mungkin pernah mengalami siklus haid yang tidak teratur, di mana tanggal datang bulan selalu berubah-ubah.

Kebingungan ini sering memicu pertanyaan mendasar tentang kondisi tubuh sendiri, sehingga timbul banyak pertanyaan terkait kondisi haid yang tidak teratur apakah dapat memengaruhi kesuburan Mama saat merencanakan kehamilan? 

Nah, untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com telah rangkum dari website healthline terkait informasi selengkapnya di bawah ini!

1. Penyebab siklus haid tidak teratur

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Siklus haid yang tidak teratur umumnya berkaitan erat dengan ketidakseimbangan hormon dan proses ovulasi di dalam tubuh. Ketika pelepasan sel telur tidak terjadi secara konsisten, jadwal menstruasi menjadi sulit diprediksi. 

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai macam faktor mulai dari gangguan kesehatan hingga gaya hidup, inilah beberapa penyebab utama siklus menstruasi tidak teratur:

  • PMOS 

  • Gangguan tiroid

  • Perimenopause

  • Berat badan ekstrem

  • Stres berat

Dengan memahami pemicu-pemicu di atas akan membantu Mama untuk mengevaluasi kondisi kesehatan diri. Jika ditemukan faktor-faktor tersebut, perubahan pola hidup harus segera dilakukan.

2. Perhitungan siklus haid normal

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Siklus haid yang normal pada umumnya memiliki rentang waktu antara 21-35 hari, perhitungan ini dimulai dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. 

Meskipun durasi rata-rata siklus menstruasi ialah 28 hari, variasi beberapa hari setiap bulannya masih dianggap wajar. Misalnya, jika bulan ini siklus Mama 28 hari dan bulan depan 31 hari, hal tersebut belum tentu menandakan adanya masalah. 

Namun jika jarak antar haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari, hingga adanya ketidakpastian tanggal yang jauh berbeda tiap bulan hal ini bisa menjadi penandanya.

3. Dapat memengaruhi kesuburan?

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Siklus haid yang tidak teratur memang bisa memengaruhi kesuburan dan peluang kehamilan, kondisi ini menandakan bahwa jadwal ovulasi Mama sulit untuk diprediksi. 

Tanpa mengetahui masa subur yang pasti, penentuan waktu berhubungan intim menjadi lebih menantang. Meskipun begitu, bukan berarti Mama tidak bisa hamil sama sekali.

Selama organ reproduksi masih menghasilkan dan melepaskan sel telur, peluang kehamilan tetap terbuka. Kuncinya ialah dengan meningkatkan frekuensi hubungan intim secara teratur, misalnya setiap 2-3 hari sekali.

4. Dampak haid tidak teratur saat kehamilan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Jika kehamilan terjadi, kondisi penyebab haid tidak teratur dapat membawa efek tertentu pada perjalanan kehamilan. Risiko komplikasi ini umumnya bukan berasal dari haidnya, melainkan dari masalah kesehatan.

Sebagai contoh, kehamilan dengan kondisi PMOS memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Beberapa risiko yang dapat timbul antara lain keguguran, diabetes gestasional, preeklamsia, hingga persalinan prematur.

Sementara itu, gangguan tiroid yang tidak terkontrol juga berisiko menyebabkan terganggunya tumbuh kembang janin.

5. Kapan harus konsultasi ke dokter?

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter akan sangat membantu menjaga kesehatan reproduksi Mama. Disarankan segera berkonsultasi jika tidak mengalami haid sama sekali selama tiga bulan berturut-turut. 

Selain durasi, perhatikan juga pemakaian pembalut dan tingkat rasa nyeri yang dirasakan. Jika Mama harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam karena terlalu deras, segera temui dokter.

Itulah penjelasan terkait siklus haid yang tidak teratur dengan kesuburan, sekarang Mama bisa lebih sadar akan kondisi tubuh!

Curated For You

Editorial Team

Related Article