Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Keputihan Berbau dan Gatal Berpengaruh pada Kesuburan?

Apakah Keputihan Berbau dan Gatal Berpengaruh pada Kesuburan?
Vecteezy/Ecaterina Tolicova (ilustrasi keputihan)
  • Keputihan berbau dan gatal akibat infeksi jamur murni seperti kandidiasis umumnya tidak memengaruhi kesuburan karena hanya terjadi di permukaan luar organ intim.
  • Risiko kesuburan muncul bila keputihan disertai infeksi bakteri atau penyakit menular seksual, seperti gonore, trikomoniasis, dan chlamydia, yang dapat memicu peradangan organ reproduksi.
  • Infeksi yang tak tertangani dapat menyebabkan radang panggul hingga penyumbatan tuba falopi; bila gejala menetap setelah obat antijamur, pemeriksaan dokter dan tes laboratorium diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keputihan berfungsi menjaga kebersihan organ intim. Namun, rasa gatal berlebih dan aroma tak sedap sering membuat risau Mama yang sedang program hamil.

Kondisi ini umumnya dipicu infeksi jamur yang murni tidak memengaruhi kesuburan secara langsung dan tidak bikin susah hamil.

Masalah muncul jika keputihan bercampur infeksi bakteri atau penyakit menular seksual. Berikut Popmama.com bagikan apakah keputihan berbau dan gatal berpengaruh pada kesuburan!

  1. 1. Infeksi jamur murni tidak memengaruhi tingkat kesuburan

    Infeksi jamur murni tidak memengaruhi tingkat kesuburan
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Infeksi jamur seperti candidiasis menimbulkan rasa gatal pada area luar vagina. Meski mengganggu, infeksi ini hanya terjadi di permukaan luar organ intim.

    Jamur murni tidak merusak organ reproduksi dalam maupun kualitas sel telur. Selama infeksi tergolong murni, peluang Mama untuk hamil tetap terbuka lebar.

    Mama tak perlu panik berlebihan jika mengalaminya. Pengobatan antijamur yang tepat akan meredakan gejala tanpa mengganggu program hamil.

  2. 2. Risiko infeksi ganda akibat penyakit menular seksual

    Risiko infeksi ganda akibat penyakit menular seksual
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Ancaman kesuburan muncul jika keputihan bercampur penyakit lain. Infeksi bakteri seperti gonore atau trikomoniasis kerap hadir berdampingan tanpa disadari.

    Kondisi ini membuat penanganan tak sekadar mengobati jamur. Bakteri merusak ekosistem vagina dan memicu peradangan yang menjalar ke atas.

    Bakteri gonore kerap disertai chlamydia. Kuman ini dapat berkembang dan menginfeksi organ reproduksi dalam.

  3. 3. Potensi peradangan panggul dan penyumbatan saluran tuba

    Potensi peradangan panggul dan penyumbatan saluran tuba
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Bakteri dari keputihan yang diabaikan berisiko naik menuju rahim. Kuman tersebut memicu penyakit radang panggul yang merusak jaringan organ reproduksi.

    Jika infeksi merusak saluran tuba falopi, risiko penyumbatan sangat tinggi. Saluran tuba yang tersumbat menghalangi pertemuan sel telur dan sperma.

    Kondisi inilah yang akhirnya membuat Mama jadi sulit hamil. Penanganan medis harus segera dilakukan agar infeksi tidak memburuk.

  4. 4. Pengobatan infeksi jamur murni tergolong sederhana

    Pengobatan infeksi jamur murni tergolong sederhana
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Penanganan keputihan akibat jamur murni terbilang cukup mudah. Dokter umumnya memberikan obat antijamur bentuk salep, tablet minum, atau oles.

    Jika keluhan gatal dan bau langsung hilang setelah diobati, kondisi tersebut murni jamur. Kesuburan Mama dipastikan tetap aman.

    Gunakan obat sesuai petunjuk dokter hingga tuntas. Jaga kebersihan area intim agar jamur tidak kembali lagi.

  5. 5. Pentingnya penanganan dokter jika gejala tak kunjung hilang

    Pentingnya penanganan dokter jika gejala tak kunjung hilang
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Jika pengobatan jamur selesai namun keputihan masih berbau dan gatal, Mama perlu waspada. Ini pertanda ada penyebab lain yang belum teratasi.

    Dokter kandungan akan melakukan tes laboratorium untuk mendeteksi kuman. Langkah ini penting untuk menemukan infeksi bakteri tersembunyi.

    Jangan tunda konsultasi ke dokter jika gejala terus berulang. Penanganan medis yang tepat menjadi kunci melindungi organ reproduksi Mama.

    Yuk, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter spesialis agar kesehatan organ reproduksimu selalu terjaga!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More