Efektivitas Penggunaan Alat Kontrasepsi Diafragma, Kondom untuk Wanita

Alat kontrasepsi ini sering disebut dengan "kondom wanita"

6 Juni 2020

Efektivitas Penggunaan Alat Kontrasepsi Diafragma, Kondom Wanita
Bidandesa

Diaphragm atau diafragma adalah suatu alat kontrasepsi berbentuk kubah dangkal yang terbuat dari karet atau silikon. Setengah bagian kubah tersebut dapat diisi dengan krim atau gel pembunuh sel sperma (spermicidal) untuk kemudian dimasukkan ke dalam vagina sebelum berhubungan intim.

Alat kontrasepsi diafragma ini merupakan salah satu metode kontrasepsi yang berperan untuk menghalangi sel sperma masuk ke dalam rahim serta menjaga agar spermisida tetap berada di dekat leher rahim untuk membunuh setiap sel sperma yang mencoba masuk ke area rahim.

Bagaimana cara kerja, efektivitas, serta kelebihan dan kekurangan dari diafragma jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi lainnya? Yuk, simak ulasan Popmama.com berikut ini.

Bagaimana Cara Kerja Diafragma?

Bagaimana Cara Kerja Diafragma
globalwomenconnected

Diafragma berbentuk topi kecil yang terbuat dari lateks atau silikon, sehingga sangat lentur dan mudah dimasukkan ke dalam vagina.

Diafragma dimasukkan ke dalam vagina untuk menutupi mulut rahim agar tidak dapat ditembus oleh sperma. Mama dapat memasangnya tepat saat hendak berhubungan intim atau beberapa jam sebelumnya.

Biarkan diafragma di dalam vagina minimal 6 jam dan maksimal 24 jam setelah berhubungan intim. Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan diafragma, isi atau olesi lingkaran diafragma dengan spermisida.

Editors' Picks

Seberapa Efektifkah Tingkat Keberhasilan dari Diafragma?

Seberapa Efektifkah Tingkat Keberhasilan dari Diafragma
Pixabay/sciencefreak

Apabila digunakan dengan benar dan konsisten, maka tingkat kesuksesan alat kontrasepsi ini dapat mencapai 94 persen.

Kalau keliru menggunakan KB diafragma atau lupa mengisi spermisida, tingkat kegagalannya mencapai 12 persen. Jadi pastikan Mama mengetahui bagaimana cara menggunakan alat kontrasepsi ini dengan benar.

Kelebihan Diafragma

Kelebihan Diafragma
Unsplash/Reproductive Health Supplies

Sebelum memutuskan untuk menggunakan diafragma, ketahui dulu kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan dari diafragma adalah:

  • Dapat digunakan kapan saja sesuai kebutuhan.
  • Bentuknya kecil sehingga mudah disimpan dan dibawa.
  • Tidak terpengaruh oleh penggunaan obat lain.
  • Dapat digunakan oleh ibu menyusui.
  • Tidak mengandung hormon.

Kekurangan Diafragma

Kekurangan Diafragma
Unsplash/ReproductiveHealthSuppliesCoalition

Sama seperti alat kontrasepsi lainnya, diafragma juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

  • Bila belum terbiasa, perlu waktu untuk dapat memakainya dengan benar.
  • Perlu mengingat waktu pemakaiannya dan kapan harus melepasnya.
  • Tidak selalu cocok digunakan oleh perempuan yang pernah melahirkan.
  • Perlu dilengkapi dengan spermisida untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mencegah kehamilan.
  • Tidak cocok bagi yang ingin berhubungan intim secara spontan.
  • Pada awalnya, diperlukan bantuan ahli (dokter kandungan) untuk menentukan ukuran yang pas.
  • Dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi, dan infeksi saluran kencing.
  • Jika lupa dan membiarkannya berada di dalam vagina selama lebih dari 24 jam, Mama berisiko mengalami toxic shock syndrome.
  • Tidak memberikan perlindungan terhadap risiko terinfeksi AIDS maupun infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

Siapa yang tidak Boleh Menggunakan Diafragma?

Siapa tidak Boleh Menggunakan Diafragma
cedarssinai

Mama tidak dianjurkan menggunakan diafragma jika:

  • Merasa tidak nyaman menyentuh diri sendiri atau mengalami kesulitan memasukkan diafragma dengan benar.
  • Mama atau pasangan memiliki alergi atau sensitif terhadap spermisida.
  • Mama pernah mengalami toxic shock syndrome.
  • Serviks, vagina, atau rahim mama memiliki bentuk yang tidak biasa sehingga tidak memungkinkan bagi diafragma untuk tetap berada di posisinya tanpa bergeser.
  • Mama telah mengalami infeksi saluran kencing berulang kali setelah menggunakan diafragma dan masalah tetap saja muncul meskipun sudah mengganti diafragma dengan jenis dan ukuran baru.
  • Mama berisiko tinggi terhadap HIV atau penyakit seksual menular lainnya.
  • Pastikan juga kondisi dalam keadaan sehat ketika hendak menggunakan diafragma, karena jika dipakai terus menerus diafragma bisa menimbulkan iritasi pada vagina dan bisa memancing masuknya virus dan bakteri berbahaya.

Jika Mama sedang menyusui, apakah boleh menggunakan diafragma? Jawabannya, boleh. Diafragma merupakan pilihan yang tepat bagi para ibu yang sedang memberikan ASI eksklusif.

Berbeda dengan pil KB, alat kontrasepsi diafragma ini tidak memengaruhi hormon serta tidak mengganggu produksi ASI.

Nah itulah beberapa informasi mengenai penggunaan alat kontrasepsi diafragma. Semoga Mama semakin punya alternatif untuk memilih alat kontrasepsi, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.