Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
pexels/SHVETS production
pexels/SHVETS production

Intinya sih...

  • Sahur dengan menu sehat seimbang untuk menjaga metabolisme dan keseimbangan hormon

  • Utamakan makanan alami saat berbuka agar berat badan tetap ideal dan mendukung kualitas ovulasi

  • Perhatikan porsi makan, batasi minuman manis, tetap aktif bergerak, cukupi kebutuhan cairan tubuh, dan kelola stres untuk mendukung penurunan berat badan dan kesuburan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bulan Ramadan sering dianggap sebagai momen yang tepat untuk memperbaiki gaya hidup, termasuk bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan.

Pola makan yang lebih teratur, waktu makan yang terbatas, serta kesempatan untuk lebih mindful terhadap apa yang dikonsumsi bisa menjadi awal perubahan positif bagi tubuh.

Menariknya, salah satu cara meningkatkan peluang kehamilan adalah mengubah pola makan yang bisa membuat badan mencapai berat ideal.

Pasalnya, berat badan yang seimbang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon dan kesuburan.

Nah, kali ini Popmama.com siap membahas sejumlah tips turun berat badan di bulan Ramadan.

1. Jangan lewatkan sahur dengan menu sehat seimbang

Pexels/pexels

Sahur bukan sekadar waktu makan sebelum puasa, tetapi fondasi energi tubuh sepanjang hari. Melewatkan sahur justru bisa membuat metabolisme melambat, gula darah tidak stabil, dan tubuh cenderung 'balas dendam' saat berbuka dengan makan berlebihan.

Kondisi ini tentu tidak mendukung tujuan penurunan berat badan maupun program hamil. Pilih menu sahur yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat.

Contohnya seperti nasi merah, telur, alpukat, sayur, dan buah. Kombinasi ini membantu Mama merasa kenyang lebih lama sekaligus menjaga keseimbangan hormon yang penting untuk kesuburan.

2. Utamakan makanan alami saat berbuka

pexels/Vanessa Loring

Momen berbuka sering kali menjadi 'ujian' terbesar karena mata dan perut sama-sama lapar.

Tak jarang, gorengan, minuman manis, dan makanan tinggi gula jadi pilihan utama. Padahal, jenis makanan ini bisa memicu lonjakan gula darah dan menyulitkan proses penurunan berat badan.

Sebisa mungkin, awali berbuka dengan air putih dan kurma secukupnya, lalu lanjutkan dengan makanan rumahan yang minim proses.

Sayur, sup, ikan, tahu, tempe, dan buah segar jauh lebih ramah untuk tubuh. Pola makan seperti ini membantu menjaga berat badan tetap ideal dan mendukung kualitas ovulasi.

3. Perhatikan porsi makan, bukan hanya jenisnya

pexels/Heather Brock

Makan sehat saja belum tentu efektif jika porsinya berlebihan. Saat puasa, tubuh memang butuh asupan energi, tetapi bukan berarti Mama perlu 'balas dendam' dengan makan berlapis-lapis dari berbuka sampai tarawih.

Cobalah gunakan prinsip mindful eating, yaitu makan perlahan dan benar-benar menyadari rasa lapar serta kenyang.

Dengan porsi yang terkontrol, tubuh akan lebih mudah membakar lemak, dan hormon reproduksi pun bisa bekerja lebih optimal.

4. Batasi minuman manis dan gula berlebih

freepik/freepik

Es teh manis, sirup, dan minuman kekinian memang menggoda saat berbuka. Namun, konsumsi gula berlebihan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang sering dikaitkan dengan gangguan kesuburan seperti PCOS dan siklus haid tidak teratur.

Mengganti minuman manis dengan air putih, infused water, atau jus tanpa gula tambahan bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar.

Selain membantu menurunkan berat badan, kebiasaan ini juga mendukung lingkungan tubuh yang lebih sehat untuk terjadinya kehamilan.

5. Tetap aktif bergerak meski sedang puasa

freepik/freepik

Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Aktivitas fisik ringan justru bisa membantu pembakaran kalori dan menjaga kebugaran tubuh.

Tak perlu olahraga berat, cukup dengan jalan kaki, yoga, atau stretching ringan selama 20–30 menit sudah sangat bermanfaat.

Waktu terbaik untuk berolahraga biasanya menjelang berbuka atau setelah tarawih, ketika tubuh sudah memiliki cukup energi dan cairan.

Rutin bergerak dapat membantu mengontrol berat badan sekaligus meningkatkan sirkulasi darah ke organ reproduksi.

6. Cukupi kebutuhan cairan tubuh

freepik/azerbaijan_stockers

Dehidrasi sering kali disalahartikan sebagai rasa lapar. Akibatnya, Mama jadi makan lebih banyak dari yang sebenarnya dibutuhkan.

Selain itu, kurang minum juga bisa memengaruhi metabolisme dan keseimbangan hormon. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi dengan pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas antara berbuka dan sahur, serta dua gelas saat sahur.

Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan lebih optimal dalam proses pembakaran lemak dan mendukung kesehatan reproduksi.

7. Tidur cukup dan kelola stres

Pexels/Polina

Pola tidur saat Ramadan sering berubah karena sahur dan aktivitas malam hari. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon lapar (ghrelin) dan menurunkan hormon kenyang (leptin), yang akhirnya memicu keinginan makan berlebihan dan sulit turun berat badan.

Selain itu, stres berlebihan juga dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Cobalah menciptakan rutinitas tidur yang lebih teratur dan luangkan waktu untuk relaksasi, seperti membaca Al-Qur’an, journaling, atau meditasi ringan.

Tubuh dan pikiran yang lebih tenang akan lebih siap menyambut kehamilan.

Nah, itu dia beberapa tips turun berat badan di bulan Ramadan yang membantu meningkatkan peluang kehamilan. Semoga bisa diterapkan ya, Ma.

Editorial Team